BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Ibu bertemu ayah?



Usai sampai di rumah, kebetulan sekali cha juga mendapati ibunya di sana. Sedang menyiapkan bahan-bahan belanjaan untuk esok hari. Pertanyaan yang menggebu-gebu sejak tadi di kepalanya mendadak mereda saat melihat ibunya yang dengan tenang dan menikmati menyiapkan bahan-bahan kimbab itu.


Membuat cha jadi tak tega lagi jika harus mengingatkan kembali tentang ayahnya yang berengsek itu pada ibunya yang sudah hidup damai saat ini. Tetapi tak bisa! Rasa penasaran cha benar-benar sudah memenuhi nya.


Apalagi jika mengingat perkataan wanita angkuh tadi, yang mengatakan kimbab ibunya seperti sampah.


Padahal jelas-jelas kimbab ibunya ini adalah yang terlezat tahu?


Cha yang kesal langsung saja membuktikan hal itu pada dirinya sendiri. Dan langsung mengambil tiga kimbab sekaligus untuk dimakan nya secara terburu-buru.


Ibu nya yang melihat itu langsung saja terkejut dengan sikap putrinya itu.


"Hei! Kenapa dimakan terburu-buru? Lagi pula ini untuk ibu jual, punya mu sudah ibu sisihkan di sana" ucap ibunya sambil menunjuk ke arah kulkas.


"Bu lihat! Benarkan kimbab ibu yang terlezat, belum lagi ini, pastel dan berbagai macam gorengan ini terasa sangat lezat, kenapa pula ada yang tidak menyukai masakan ibu" tanya cha kesal dengan mulut penuh dan membuat ibunya tersenyum.


"Iya ibu tahu kau memang selalu begitu" jawab ibunya ramah, dengan sikap tiba-tiba putrinya itu.


....


"Ibu pernah bertemu dengan ayah baru-baru ini?" ucap cha akhirnya setelah menelan habis makanan yang memenuhi mulutnya. Benar, rasa penasaran nya sudah tak terbendung lagi.


"Eh kenapa tiba-tiba? Tidak pernah tuh" jawab ibunya.


Jawaban itu membuat cha lega, tetapi sebentar saja. Karena setelah melihat ekspresi ibunya yang seperti menyembunyikan sesuatu, langsung menimbulkan pertanyaan lagi dalam benaknya.


"Pernahkan? Ibu bertemu ayah kan 2 bulan yang lalu?" tanya cha lagi menyebutkan waktu pertemuan dengan ayahnya itu.


"Jujurlah bu, aku sudah tau, pria tua berengsek itu berkata apa pada ibu?" tanya cha yang kini meminum air putih di dekatnya karena merasa sedikit kering di tenggorokannya.


Ibunya yang mendengar putrinya menyebut ayahnya dengan sebutan itu langsung saja memukul kecil putrinya untuk mengingatkan. Hal itu membuat cha meringis kesakitan.


"Kau ini! Tidak sopan begitu, ibu tak pernah mengajarimu berkata seperti itu. Biar begitu dia yang sudah membiayai sekolah mu. Setidaknya berterima kasihlah padanya" jelas ibunya panjang lebar yang secara tak langsung sudah memberi jawaban atas pertanyaan yang memenuhi benak cha.


Benar, benar sekali seperti dugaan cha. Baik tentang sifat asli ibu tirinya maupun dugaan ayahnya yang bertemu ibunya diam-diam. Semuanya benar-benar diduga secara tepat dan benar oleh cha.


Flashback on


Entah bagaimana caranya, akhirnya di sini lah sekarang berdiri pria ini menatap pintu yang masih tertutup rapat. Ada yang mengganjal di hatinya untuk segera membuka pintu itu. Tetapi pada akhirnya ia memutuskan untuk mengetuk pintu itu dan segera menyelesaikan ini semua.


Suara ketukan pintu itu membuat penghuni apartment seukuran studio itu menghentikan aktivitasnya, dan segera membuka pintu untuk melihat siapa orang yang ada di balik pintu itu.


Ibu cha langsung saja membuka pintu itu dan terkejutnya ia mendapati sudah berdiri di depannya sosok pria yang dikenalnya. Bukan sekedar mengenal, justru malah pernah menjalin kisah dengannya.


Ya itu adalah ayah cha, mantan suaminya.


Ibu cha lalu mempersilahkan ayah cha masuk. Tetapi dengan cepat ayah cha malah menolak tawaran itu, dan berkata sedang terburu-buru.


Yah ibu cha tak berharap apa-apa sih, ia hanya menawarkan itu sebagai sopan santun saja.


"Levicha, dia dikeluarkan dari sekolah katanya. Aku akan mengurus administrasi sekolah nya yang baru agar ia bisa bersekolah kembali" ucap ayah cha menjelaskan kedatangannya.


"Karena itu, bisa ku minta surat-surat lengkap tentang data pribadi cha?" tambah nya lagi yang kali ini membuat ibu cha langsung bergegas mencari surat penting yang diminta oleh pria di depannya itu.


Setelah menemukan beberapa, ibu cha langsung memberikan semuanya pada pria itu. Dan itu membuat ayah cha berpamitan untuk pergi karena tidak ada yang harus ia kerjakan lagi untuk berlama-lama. Apalagi sekarang ini istri nya sedang menunggunya di parkiran.


"Terimakasih ayah cha, terimakasih sudah membantu cha." ucap ibu cha tulus yang menyampaikan rasa terimakasihnya itu pada ayah cha.


"Tunggu sebentar" ucap ibu cha lagi menahan pria itu yang akan segera pergi.


Ibu cha langsung bergegas mengambil beberapa porsi kimbab dan gorengan-gorengan untuk ia jual, dan memberikannya kepada ayah cha itu sebagai ucapan terimakasih nya.


"Ini ambilah, bukan apa-apa tapi hanya ini yang bisa ku berikan sebagai ucapan terimakasih ku, nikmatilah bersama keluarga kecil mu" ucap ibu cha yang memberikan makanan kecil-kecilan itu.


Ayah cha hanya langsung menerimanya dan langsung berpamitan pergi. Ia tak bermaksud menolak lagi, karena akan semakin lama jika ia menolak pemberian dari mantan istrinya itu.


....


Ayah cha kembali ke parkiran dan memasuki mobil kembali, istri mudanya itu memperhatikan ada sesuatu yang dibawanya dan tercium aroma lezat dari situ. Sehingga wanita itu langsung bertanya mengenai kantong plastik itu.


"Apa yang kau bawa? Harum sekali aku jadi semakin lapar" tanya istrinya itu pada ayah cha.


Tanpa menjawab ayah cha langsung saja memberi kan kantong plastik yang berisikan makanan itu pada istrinya. Kebetulan ini mereka hendak pergi untuk makan siang, tak disangka makanan itu bisa mengganjal perut sebelum tiba di restoran.


"Ini lezat sekali! Sudah lama aku tak makan kimbab dan apa ini? warnanya coklat dan berisi sayuran" ucap wanita itu yang terlihat senang akan makanan kecil itu.


Tak disangka lagi ternyata makanan itu membuat istrinya senang, padahal tadi ia hendak membuang saja makanan itu, tetapi tetap saja hatinya tak tega jika membuang pemberian itu begitu saja.


Melihat istrinya yang menghabiskan dengan lahap dan sesekali menyuapi potongan kimbab itu padanya, membuat ayah cha tersenyum sendu.


"Itu dari ibunya cha" ucapnya singkat.


Beberapa kata itu membuat istri mudanya itu sedikit kesal entah mengapa. Tetapi ia tak boleh menunjukkan kekesalannya di depan suaminya itu, karena ia adalah wanita lemah lembut yang dikenal suaminya.


Jadi untuk sekarang ia hanya akan menahannya dan berlaku seperti istri yang manis saja.


"Wah benarkah! Aku sangat menyukainya, aku akan berterimakasih padanya sambil membawa masakan ku sendiri juga!" ucap wanita itu dengan melembutkan suaranya berusaha bersikap manis di depan suaminya.