
Usai selesai bersiap, leo langsung saja bergegas meninggalkan kamarnya dan berjalan menyusuri anak tangga serta ruang tamu tempat ibunya menikmati teh hijau.
Ibu leo keheranan, karena sejak tadi pagi leo si anak manja dari tiga bersaudara itu hanya bergumam yang aneh-aneh saja. Yah leo memang merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara keluarga alonso, sehingga leo terkesan lebih manja dan agak bertingkah dibanding kedua kakak lelakinya.
"Kau mau kemana sayang?" ucap ibu leo usai meletakkan cangkir tehnya, melihat putra bungsunya itu buru-buru untuk keluar.
Leo langsung saja menghentikan langkahnya dan hanya mengatakan akan pergi bersama chan. Akan repot jika ibunya tahu bahwa ia mengincar seorang gadis. Sudah pasti ibunya dan kedua kakak laki-lakinya itu akan melakukan hal-hal iseng padanya.
"Aku akan pergi bersama chan, dia butuh bantuan ku, sudah ya bu aku pergi dulu" ucap leo yang langsung meninggalkan ibunya menyesap teh hijau.
Ibunya hanya berpikir sedikit, hal apa yang diperlukan chan, hingga membuat leo tergesa-gesa seperti itu. Ah tetapi sudahlah, leo, anak itu, ibunya tak mau mengambil pusing tentang leo. Namun yang pasti, Leo tak akan berbuat macam-macam di luar sana.
....
Akhirnya leo tiba di kawasan yang diberitahukan oleh cha lewat telfon tadi. Leo pun memasuki cafe bernuansa merah muda itu, karena melihat cha dari luar melambai padanya. Yah cha melambai pada leo untuk memberitahu posisi nya saat ini.
Leo pun segera memasuki cafe itu, pengunjung yang tidak terlalu ramai dan alunan musik yang tenang dan membekas di hati sangat menenangkan saat ini. Tetapi entah kenapa semakin lama, malah membuat kecanggungan bagi leo, karena cha yang tak kunjung berbicara juga.
Membiarkan leo berada dalam kecanggungan itu sendirian. Tanpa memperdulikan itu, cha masih saja fokus bermain ponselnya. Menekan-nekan sesuatu untuk di upload di Instastory nya.
Selang berapa lama, akhirnya pelayan pun mendatangi tempat mereka yang memecahkan suasana canggung itu. Langsung saja leo hanya memesan susu hangat dan sepotong cheesecake. Leo memang sangat menyukai susu hangat saat ia sedang tak enak badan, terutama susu almond.
Tetapi karena cafe ini tak menyediakan varian rasa itu, sehingga leo memesan susu hangat apa saja yang ada. Berbeda dengan cha, gadis itu malah memesan soda dengan tambahan batu es di cuaca sedingin ini. Membuat leo keheranan, dan juga.... Berdecak kagum.
"Benar-benar gadis unik, tipe ku sekali" batin leo.
….
"Kenapa datang kemari?" tanya cha membuka percakapan.
Hanya pertanyaan umum, tetapi entah mengapa leo malah mematung dan tak tahu harus memberi jawaban yang bagaimana. Sehingga leo hanya memberi jawaban asal saja yang terlintas di kepalanya.
"Karena kau meminta ku?" jawab leo yang berisi pertanyaan.
Lagi dan lagi cha tersenyum licik sambil memandang pangeran leo.
"penurut sekali" batin cha.
"Kalau begitu, kalau kukatakan aku ingin makan steak sekarang apa kau akan mentraktir ku?" tanya cha pada leo dengan maksud tes semata.
Tetapi jika benar-benar ditraktir untuk saat ini cha tidak akan menolak sih. Apalagi akhir-akhir ini diet nya yang memangkas habis makanan membuatnya kekurangan protein. Sehingga protein dari steak itu pasti akan membantu setidaknya kebutuhan gizi cha.
"Tentu saja! Apa ada lagi yang kau inginkan? Ayo kita segera bergegas" ajak dan tawar leo dengan cepat.
Membuat cha tak sadar tersenyum, karena cha berpikir sepertinya leo sudah berada di dalam genggaman nya.
"Tetapi bagaimana dengan pesanan kita barusan?" tanya cha lagi.
Leo langsung saja pergi ke meja kasir, untuk meminta pesanan mereka dibawa pulang. Usai itu leo langsung menghampiri cha lagi dan segara mengajak cha untuk ke restoran steak.
Cha ingin bermain, dari awal niatnya memanggil leo hanyalah untuk bermain sedikit. Sehingga leo yang berjalan duluan langsung saja digandeng oleh cha.
Tangan kiri Leo yang memegang cookies mereka, tak lupa tangan kanan leo yang digandeng oleh cha secara tiba-tiba. Membuat leo semakin salah tingkah, dan segera ingin meleleh.
Pipinya bersemi, terlihat wajah nya berwarna cerah itu mengeluarkan semburat merah layaknya diberi blush on. Leo tak berhenti tersenyum dan hanya melihat ke arah lain, rasanya ia benar-benar tak sanggup jika melihat cha sekarang. Ia pasti akan terbang jika bertatapan dengan cha sekarang.
Berbeda dengan cha, cha malah merasa bahwa tubuh leo sangat panas, tak seperti biasanya. Membuat cha menduga-duga, apakah leo sedang sakit?:
Yah setelah dipikir-pikir lagi, tadi saat leo baru tiba wajahnya memang terlihat sayu dan bibir tebalnya yang pucat itu membuat kesan seperti orang yang sedang sakit. Tetapi karena leo berekspresi biasa saja tadinya, membuat cha tak memusingkan banyak hal dan beranggapan leo hanya kedinginan saja.
"Leo kau demam? Tangan mu saja panas sekali" tanya cha sekaligus memberi pernyataan yang mendukung.
Leo yang menerima pertanyaan itu langsung saja menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Langsung saja mengontrol senyumnya yang tak bisa berhenti sedari tadi.
"Hei kenapa kau tak bilang kalau kau sakit? padahal kau tak kemari pun tak masalah" ucap cha sedikit merasa bersalah.
Kali ini cha melepas gandengan tangannya dari leo, dan berhadapan dengan leo untuk menerima jawaban dari leo.
Leo semakin kikuk dan kembali salah tingkah saat tahu kini cha menatapnya dengan sangat intens. Di halaman cafe itu, mereka menunggu taxi online yang akan segera tiba, tak lupa cha yang menunggu jawaban dari leo.
"Karena kau memanggilku" jawab leo lagi tanpa penjelasan lebih dan membuat cha sedikit iba dan tersentuh bersamaan.
Apakah sesuka itu leo padanya? sampai saat demam pun rela menembus musim dingin demi menemui gadis sepertinya?
Cha langsung saja memajukan langkahnya dan semakin dekat dengan leo. Leo yang merasa demikian langsung saja perlahan mundur untuk menjaga jarak dengan cha sebelum ia terbang karena tatapan dan sikap cha itu. Tetapi tentu saja sejauh apapun leo mundur, langkah maju dari cha tetapi lebih cepat dari pada leo.
Sehingga sekarang cha sudah semakin dekat dengan leo, cha langsung saja menangkap kedua wajah leo hingga tersisa hanya beberapa senti saja di antara mereka. Cha menatap leo dalam-dalam, wajah pucat leo dan mata sayunya itu kini semakin jelas terlihat.
"Kau suka sekali ya padaku?" tanya cha terang-terangan pada tahun leo yang sekarang semakin berdebar-debar.