BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Naik tujuh tingkat



Tak terasa hari sudah semakin gelap, meskipun ini masih pukul lima sore tetapi matahari di musim dingin seperti nya tak ingin menyinari bumi lebih lama.


"Karena besok hari libur, mau menginap?" ucap chan yang sudah bingung untuk melakukan apalagi tetapi masih ingin bersama teman-teman nya itu.


Tidak!


Tidak juga, sejujurnya chan masih ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama arin.


"Aku sih ingin saja tetapi besok aku akan bekerja penuh waktu, sepertinya hari ini aku akan merawat wajah ku dengan masker alami" ucap cha menolak ajakan chan.


"Jika menginap di sini, aku tak yakin kita benar-benar akan menginap, pasti kita akan begadang sambil bermain kartu"


"Aku yakin itu! Jadi lain kali saja ya" tambah cha lagi.


Yah benar juga ya, cha harus tampil baik untuk esok hari, karena hasil foto besok bukan untuk di pajang sembarangan. Tetapi untuk di pajang di katalog serta media sosial brand itu.


Cha berniat untuk merawat wajah dan tubuhnya untuk pemotretan ini, karena bisa saja saat menginap di sini ia akan keasikan lalu terjaga sepanjang malam. Dan itu tentunya akan membuat wajahnya semakin kusam dan terlihat kelelahan.


"Iya chan jangan berkecil hati, masih banyak waktu lain untuk kita menginap bersama-sama. Bagaimana jika liburan akhir semester nanti? Itu kalau kalian setuju sih" ucap arin menyarankan sekaligus menghibur chan yang agak berkecil hati.


"Benar juga, jika libur panjang di semester ini ayo kita ke jepang!" ujar alfin tiba-tiba yang membuat cha dan arin menggeleng kan kepala.


"Orang kaya, apa bisa tidak berulah sebentar saja?" ucap cha yang menyentuh jidat nya dengan jari telunjuk nya itu. Mengisyaratkan pada alfin yang barusan berkata untuk tidak menyarankan yang aneh-aneh.


Jika cha tidak menginap, mana mungkin arin ikut menginap, batin chan yang sedikit kecewa. Huh padahal ia masih ingin berada di dekat arin lebih lama.


"Kalau begitu tuan muda menginap saja bertiga" saran cha lagi yang langsung di tolak mentah-mentah oleh leo.


"Aku juga sepertinya akan pulang saja, sedikit lelah" ujar leo.


"Si bodoh ini, lelah apa nya kita hanya tidur dan makan dan nonton dan tidur lagi saja sedari tadi" ucap alfino yang di setujui oleh teman-teman nya itu.


Leo lelah bukan tanpa alasan, tetapi ia hanya patah semangat setelah bersama cha tadi. Ternyata begini yang dirasakan oleh chan, batin leo. Tetapi selama ini dengan gampang nya ia malah meremehkan chan bahkan mengisengi chan sesekali. Dan sekarang setelah dirasakan langsung ternyata rasanya sakit sekali, bagai di paksa untuk menerima fakta pahit untuk dijalani.


"Ya sudah kami pulang dulu ya" ucap cha yang langsung menggandeng arin yang telah bersiap itu.


Cha menatap leo sejenak,


"Leo! tak keberatan kan jika harus mengantar kami?" tanya cha pada leo yang sedikit melamun.


Belum sempat leo menjawab, chan langsung lebih dulu menjawab cha.


"Arin biar aku saja yang antar"


Narin langsung memperhatikan chan lagi. Tetapi tentu saja si cha yang tak peka itu tidak akan membiarkan momen chan dan arin berlangsung lebih lama.


Leo merasa aneh, sungguh aneh. Setelah mengatakan kata-kata nya tadi, bagaimana bisa cha tetap bertingkah biasa saja. Dan sekarang ingin leo mengantarnya pula. Haruskah leo maju? Atau menolak?


Yah meskipun sedikit patah semangat tentu saja hal itu membuat nya bersemangat lagi. Karena tentu saja karena ini adalah soal cha!Akhirnya leo pun menyanggupi permintaan cha itu, yang memintanya untuk mengantar arin dan cha pulang.


......................


Di sinilah mereka sekarang berada di suasana senyap di dalam mobil leo. Tetapi tentu saja cha tidak akan membiarkan kondisi itu bertahan lama, karena cha dengan segala keceriaan nya selalu siap kapan saja untuk mencairkan suasana.


"Huh hari ini senang sekali! Iyakan arin?" ucap cha yang menyandarkan kepala nya kepada arin.


Posisi duduk cha yang saat ini berada di tengah membuat nya juga dekat dengan leo dan juga dekat dengan arin. Arin yang mendengar ucapan cha itu hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Iyakan leo?" tanya cha lagi pada leo yang barusan terdiam.


Merasa belum cukup untuk mencairkan suasana, cha tidak menyerah begitu saja. Sehingga ia berniat untuk meruntuhkan sikap leo yang hanya terdiam itu.


Tentu saja usaha itu ia lakukan untuk mengatasi rasa canggung di antar mereka. Bohong jika cha bilang ia tak canggung sama sekali. Justru cara nya yang mencoba menghibur itulah cara cha untuk bertahan selama ini.


Ia harus banyak bergaul untuk mendapat yang diinginkan nya, sehingga sering juga ia merasa gundah jika berada di lingkaran orang-orang yang tak sesuai dengannya. Tetapi demi tujuan nya itu ia harus tetap menelan kegundahannya itu dan selalu bersikap ceria.


Agar orang-orang hanya mengetahui 'cha yang selalu ceria dan tak memiliki masalah'. Karena tak ada untungnya untuk membiarkan orang lain tahu tentang titik terlemah diri kita sendiri.


Tak ada untungnya juga untuk menceritakan tentang kegundahan yang kita alami kepada orang lain, karena itu hanya akan menambah topik bulan-bulanan orang lain saja. Tak ada yang benar-benar peduli pada kita kecuali diri kita sendiri. Oh iya dan juga ibu sih.


......................


Sudah lewat satu minggu sejak hari terakhir UTS, sehingga hari ini adalah hari pembagian nilai dari hasil ujian tersebut. Sebelum nya miss deana mengatakan bahwa tim belajar akan diacak lagi sesuai dengan ranking yang baru ini.


Pembagian nilai itu membuat beberapa murid sedikit berharap agar ranking mereka naik. Bahkan jika hanya naik satu tingkat pun mereka akan sangat bersyukur.


Berikut adalah urutan nama nya:



Chaiden Mitchello Givenchen


Kezia Azhura


Aletta Miziru


Leonardo Vincent Alonso


Kairi Davien Sky


Chyzie Leyanna Zevita


Gabriel Kim


Swannie Matsuro Leffin


Darren Alvarez


Naoki Katsumi


Hana Adriella


Martino Arzoen Stefano


Alfino Ganapath Wijaya


Daniel Sturridge Lori


Gerryano Hartanto


Trixie Xevaquin


Naura Clarissa


Yogo Balthasar


Malivalaya


Nathanael Christian


Matthew Sayersz


Ernesto nimuel cetta


Narin


Devandra Marquis holland


Michelia Livy


Calista Tria Alana


Alexander Hugo


Tasanee ploy


Adelard Petrus


Roseanne


Levicha Roussel



Usai melihat daftar itu arin senang bukan main karena jika dihitung ternyata ranking nya naik tujuh tingkat yang membuatnya bangga pada diri sendiri. Tetapi itu tak bertahan lama saat tahu ternyata ia akan berpasangan dengan darren di tim belajar kali ini.


Sial!!!