
Setelah belajar cukup keras, membuat mereka menjadi seperti kelaparan. Entah memang karena belajar matematika yang menguras tenaga atau juga karena cuaca dingin yang merangsang tubuh untuk lapar.
Tidak tahu lah, yang penting saat ini mereka berdua benar-benar kelaparan.
"Chan mau mencari makanan?"
"Sepertinya di seberang sana ada yang hangat-hangat" tanya arin pada chan.
Setelah mengiyakan ajakan arin, mereka berdua langsung dengan sigap memakai mantel nya dan juga syal yang lembut dan hangat. Bersiap bertempur ke seberang sana untuk mencari makanan hangat.
Waktu baru menunjukkan pukul setengah enam sore, tetapi langit sudah semakin gelap bagaikan pukul 9 malam saat musim panas. Benar-benar tak terduga.
Kali ini mereka menikmati makanan itu langsung di tempat, rasanya lebih menyenangkan jika langsung di makan selagi panas. Yah itu berbicara tentang mie soun yang mereka beli barusan.
Usai makan chan hendak membayar lebih dulu tagihan makanan mereka, tetapi tentu saja pedagang pinggiran tak menerima pembayaran melalui digital. Hal itu membuat chan sedikit kebingungan dan juga merasa tak berguna.
Pasal nya makanan ronde satu tadi saja sudah arin yang membayar nya. Masa ronde dua ini pun arin lagi yang membayar. Terlintas dalam pikiran chan agar mulai esok setidaknya ia harus memegang cash. Agar tak hanya bergantung pada e-money.
Usai merasa kenyang, mereka langsung kembali ke rumah arin yang hanya berjarak berapa ratus meter kembali ke kamar dan segera membenahi barang-barang mereka agar chan segera pulang.
Sembari menunggu jemputan Chan, mereka lagi-lagi terdiam canggung di ruangan arin itu. Tetapi itu tak berlangsung lama karena chan segera membuka suara untuk mengatasi rasa canggung itu.
"Besok ada request?" tanya chan yang menimbulkan raut wajah bingung dari arin.
"Maksud ku untuk sarapan" sambung chan lagi.
"Chan, apa tidak apa-apa kau berlaku seperti ini? Aku merasa tak bisa membalas mu jika begini terus." ucap arin yang lagi-lagi merasa rendah diri dengan perbedaan status nya dengan chan.
Chan yang menerima pertanyaan itu berusaha meyakin kan arin yang sudah menjadi kekasih nya itu. Tatapan nya yang sangat dalam itu menusuk arin dengan lembut. Membuat arin mengerti untuk tidak lagi merasa terbebani seperti itu.
"Arin, tak perlu merasa terbebani, justru aku senang bisa berguna bagi mu walau sedikit saja" ucap chan untuk meyakinkan arin.
"Aku bahkan bersedia untuk kau manfaatkan jika kau mau. Sungguh aku tak masalah, karena itu jangan terbebani lagi ya"
"Asal kan bersama mu mana mungkin aku keberatan"
Jawaban chan itu, jawabannya yang bagai mendekap arin saat itu juga membuat arin berpikir dalam-dalam. Apa sebegitu besar nya rasa suka chan terhadap nya. Tetapi arin masih saja ragu untuk melepaskan ikatan status yang melekat di pikiran nya.
Mereka saling bertukar pandang, dapat dirasakan oleh arin rasa sayang chan yang begitu besar padanya. Sehingga tanpa sadar sudut bibir nya membentuk senyuman hangat untuk menjawab dengan ekspresi jawaban chan barusan.
Tinn!
Suara klakson jemputan chan membuyarkan tatapan mereka, dan segera bergegas untuk turun ke lantai bawah. Usai berpamitan, tanpa berlama-lama lagi chan langsung bergegas menuju rumah.
......................
Ujian sudah di lalui dengan damai, dan esok adalah akhir pekan. Waktu yang pas untuk healing menghabiskan waktu bersama teman. Setelah hampir dua Minggu ini hanya belajar terus-terusan.
Sesuai janji yang mereka buat sebelum UTS di mulai, mereka berlima arin, chan, cha, alfino dan leo akan berlibur bersama ke Southland wahana bermain.
Ya itu adalah wahana yang di benci nya, awalnya karena cukup berisik. Wahana itu juga adalah wahana tempat pertama kali ia bertemu cha. Tetapi mengingat wahana itu, arin jadi teringat akan perselisihan dengan ibu nya waktu itu.
Dengan semangat nya mereka menyambut hari esok, hingga usai ujian matematika selesai mereka langsung pulang ke rumah untuk persiapan bersenang-senang keesokan hari nya.
Agak ekstrim memang pergi ke southland saat musim dingin tiba. Bayangkan betapa dinginnya udara saat berada di rooler coaster puncak tertinggi itu. Sangat memacu adrenalin bukan. Yah berharap saja semoga esok mereka berlima tak sekarat karena membeku.
......................
Pagi yang dingin!
Ya tentu saja karena ini adalah musim dingin, salju yang memenuhi jalan terlihat seperti gletser. Padahal musim dingin baru tiba sejak tiga hari yang lalu. Dan lagi badai itu, sepertinya hari ini bukan hari yang pergi ke southland.
Sehingga cha meluapkan isi hati nya tentang kekecewaan nya itu di dalam grup chat yang mereka buat sebulan lalu.
Membaca kekecewaan cha yang diluapkan nya dalam grup chat itu, sehingga chan memiliki ide bagus untuk mengubah kegiatan healing mereka. Chan mengundang mereka untuk menghabis kan waktu bersama di rumah nya.
Chan mengundang mereka!
POV chat dari ponsel leo.
Jenichan🤑
Bagaimana jika kita bermain di rumah ku saja? Aku akan bilang pada ibu untuk memasak banyak hari ini.
Alfin si tupai 🐿️
Ide bagus
Cha 💙
Chan, kau benar-benar penyelamat ku. Ini untuk mu! ❤️❤️❤️❤️❤️
Cepat tangkap!!!
Tunggu ya teman-teman aku akan bersiap-siap aku akan off dalam hitungan
3
2
1
Ambillah hati ku ini untuk kalian ❤️❤️❤️❤️
^^^You^^^
^^^Baiklah chayang^^^
^^^maksud ku Cha yang ramah^^^
^^^Ini untuk mu❤️❤️^^^
Membaca pesan dari grup chat itu membuat arin tersenyum menahan tawa melihat balasan dari teman-teman nya itu. Sehingga arin juga memberi kabar untuk segera bersiap di grup chat mereka.
Narin
Aku juga!
Aku akan bersiap-siap
Jenichan 🤑
Baiklah, hati-hati di jalan kalian semua
Setelah mengirim kabar kepada teman-teman nya, arin langsung saja bergegas untuk bersiap-siap berkunjung ke rumah chan. Ini pertama kali nya ia berkunjung ke sana. Apa yang harus di bawa nya, ia sedikit bingung. Tetapi sudahlah memang lebih baik membawa diri saja.
Usai berdandan sedikit dan bersiap-siap Arin memastikan penampilan nya di depan cermin. Gaun rajut yang begitu hangat dan menempel di tubuh nya itu, sangat cocok untuk nya. Tak lupa ia juga memakai mantel biru muda nya.
Rambut nya yang sepunggung itu ia biar kan tergerai menutupi leher nya yang sudah di balut syal abu-abu pemberian chan.
Baiklah, Sempurna! Ini sudah bagus saat nya pergi menuju kediaman chan.