
"Aku sedang bersiap untuk menjadi selebriti, lebih tepatnya menjadi seorang idol" jelas matt sedikit berbisik namun tersirat nada kebanggaan dalam kata-katanya.
"Jika aku sudah debut nanti, kau harus dukung aku ya" tambah matt lagi sedikit memohon.
Arin hanya mengiyakan semua perkataan matt dan berpikir, ternyata ada orang di sekitarnya yang ingin menekuni bidang yang sudah ditolaknya itu. Tetapi arin merasa sedikit bersyukur tak berkecimpung dalam dunia itu, karena sudah pasti itu akan sangat memberatkan baginya. Apalagi jika harus menurunkan berat badan dengan diet di dalam padatnya jadwal belajar dan juga latihan.
"Kau sendiri arin, jika ikut audisi BW Ent sudah pasti kau akan lolos. Wajah mu itu poin utama tahu, wajah seperti mu banyak dicari-cari untuk dijadikan seorang bintang" jelas matt panjang lebar menyadarkan arin yang juga barusan berpikir tentang BW Ent.
"Haha sejauh ini aku tak tertarik" ucap arin.
Usai percakapan singkat itu bus pun tiba, oh ya dan juga balasan chan. Notifikasi ponsel itu membuat arin langsung melihat ponselnya.
To : arin🍓
Kau dimana?
Usai melihat ponselnya, arin tak melanjutkan lagi langkahnya untuk masuk ke dalam bus, dan memilih mengucapkan perpisahan dengan matt.
"Bye matt, tetap bersemangat dengan latihan mu!" ucap arin sedikit berteriak lalu pergi meninggalkan matt untuk masuk ke dalam ruangan yang lebih hangat. Karena tak mungkin jika menunggu chan tiba tetap berada di halte yang penuh hujan es ini.
......................
Cha sudah tiba di sini, di salah satu toko brand pakaian lokal. Tempat kerja penuh waktunya. Ia sudah berada di sini sejak dua jam yang lalu dan sudah mengambil banyak foto serta video untuk di unggah di media sosialnya.
Sekarang adalah waktu istirahat, cha terduduk di sebuah kursi yang ada di sana dan menikmati sandwichnya sebagai makan siangnya. Sudah berlalu satu hari pun tetapi tetap saja pikirannya masih dipenuhi oleh hal hal sampah kemarin.
Tentang istri muda ayahnya yang bersifat busuk itu. Rasanya cha ingin sekali membalas perbuatan wanita kasar itu, namun ia tak memiliki kendali dan kuasa untuk membalas itu. Sudah pasti itu hanya akan mencelakakan dirinya sendiri.
Tanpa sadar cha malah berteriak frustasi dan diikuti dengan desis tajam dari bibirnya. Membuat penghuni sekitarnya yang mendengar itu langsung memperhatikan cha.
"Ada apa Cha? Kau kelelahan? Istirahatlah lebih lama" ucap seorang wanita yang ada di situ mencoba menenangkan cha.
Cha langsung tersadar setelahnya, dan mencoba untuk istirahat. Istirahat? Hoho tidak ada waktu untuk istirahat. Jika istirahat maka waktu yang bisa digunakan untuk mendapatkan uang malah terbuang sia-sia.
Cha langsung berdiri dari kursinya dan berhenti menikmati sandwichnya yang masih dimakan sedikit saja.
"Ayo kita mulai lagi" ucap cha penuh percaya diri.
"Hei kau baru beristirahat sebentar saja, kau bisa kelelahan" ucap salah seorang pria yang ada di sana.
Cha tidak menghiraukannya dan langsung saja berganti pakaian yang lain untuk dipotret.
"Dasar anak ini!"
....
Begitulah cha yang bekerja keras untuk mendapatkan uang, agar kelak ia bisa hidup dengan layak bersama ibunya. Ia tak ingin kembali ke kehidupan dimana ia harus hidup bersama kecoak-kecoak di kamar yang lama.
Ponsel cha berdering saja sedari tadi, membuat cha mematikan nada dering ponselnya agar tak menimbulkan kebisingan. Karena sudah selesai bekerja dan ini sudah sore, terlihat dari warna langit yang semakin menggelap.
Cha jadi kesal sendiri dan tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk menghubungi leo. Sedikit menjahili pangeran leo sebelum pulang pasti akan sangat menghiburnya.
Cha langsung saja menghubungi leo....
...
Sementara itu leo...
Sedang terkena demam ringan hari ini, karena kemarin keluar dengan wajah yang basah sampai membasahi seragam bagian dadanya. Kata leo pada ibunya, ia membasahi itu agar segera tersadar. Tapi siapa sangka malah hal itu membuatnya terserang demam saat ini.
"ibu, aku ingin susu hangat segera" gumam leo yang sudah pasti tak didengar oleh ibunya.
Namun di situ ada pelayan, mengawasi leo dari sudut kamar. Jadi segala ocehan leo dipenuhi oleh pelayan itu.
Tiba-tiba ponsel leo berbunyi, leo sudah tak punya keinginan untuk menjawab telepon itu. Tetapi saat melihat nama seseorang yang memanggilnya itu, leo langsung mendadak sehat seketika.
Ia langsung terduduk di ranjangnya yang luas itu dan mengeluarkan suara seolah mengetes suaranya. Tak lama ia pun menjawab telepon itu.
"Ada apa Cha?" tanya leo.
"Aku sedang sendiri di kawasan toko pakaian xxx, kau bisa kemari tidak?"
Leo senang namun juga ragu, kenapa tiba-tiba?
Tetapi tak bisa dipungkiri bahwa leo sangat senang bukan main saat ini. Sehingga tanpa berlama-lama lagi ia langsung beranjak dari ranjangnya dan bersiap.
"Tentu saja, kau tunggulah di sana masuk ke dalam tempat yang kau mau. Sangat dingin di luar" ucap leo yang langsung diakhiri oleh cha.
Lalu leo langsung bersiap, padahal sejak tadi ia demam dan mengeluh kedinginan terus menerus, tetapi ia malah mandi dengan air dingin saat ini.
Entah mengapa rasanya leo sudah lebih segar dibanding yang tadi. Apa ini berarti jika ia kesakitan harus mendengar suara cha dulu agar segera sembuh.
Haha Leo jadi tersenyum sendiri saat membayangkan itu. Andai saja cha menerima untuk menjadi kekasihnya, leo pasti akan memperlakukan cha dengan baik.
Tetapi apalah takdir berkata lain, tak semudah itu ternyata cha menerimanya sebagai kekasih. Sehingga saat ini leo hanya akan mengikuti kemauan cha saja, menuruti keinginan cha saja dengan penuh senyuman.
Hah memikirkan cha, leo jadi semakin ingin cepat bertemu cha. Entah mengapa rasanya ritual mandi dan bersiap ini sangat lama sekali.
...
Usai selesai bersiap, leo langsung saja bergegas meninggalkan kamarnya dan berjalan menyusuri anak tangga serta ruang tamu tempat ibunya menikmati teh hijau.
Membuat ibunya keheranan, rasanya sejak tadi pagi anak manja ini hanya bergumam yang aneh-aneh saja. Mengapa sekarang malah terlihat sangat sehat dan seolah tak pernah sakit.
"Kau mau kemana sayang?" ucap ibu leo usai meletakkan cangkir tehnya.
Leo langsung saja menghentikan langkahnya dan hanya mengatakan akan pergi bersama chan. Akan repot jika ibunya tahu bahwa ia mengincar seorang gadis. Sudah pasti ibunya dan kedua kakak laki-lakinya itu akan melakukan hal-hal iseng padanya.