
Aula teater yang gelap dan dan dingin terasa sedikit mencekam. Apalagi film yang sedang di tampilkan adalah salah satu film horor yang terkenal sadis. Sehingga ketiga gadis yang berada di sana saling mendempetkan diri untuk mengatasi ketakutan nya.
Ketiga gadis ini adalah angela, guzel dan juga narin. Berada di tingkat pertama sekolah menengah, membuat mereka sedikit bersantai sehingga dengan mudah nya menyelinap masuk ke aula teater sedang pelajaran berlangsung.
Mereka hanya bertiga, oh tidak ada satu orang lagi yang berada agak jauh di atas mereka. Orang itu adalah chaiden. Berbeda dengan mereka bertiga yang membolos pelajaran, chan masuk ke aula karena bosan sebab terlalu cepat menyelesaikan ulangan kimia nya.
Meskipun dari jurusan sosial, sekolah EINSTEIN & ROBERT SCHOOL juga mengharuskan peserta didik nya untuk bisa terampil di salah satu mata pelajaran sains. Sebagai pelajaran lintas minat mereka, begitu juga dengan peserta didik dari kelas sains yang juga diwajibkan untuk terampil pada salah satu mata pelajaran sosial.
Chan memandangi arin yang berada di depan nya itu, sedikit berkhayal apakah mungkin jika di masa depan ia bisa berada di samping arin seperti guzel dan angela. Bukan seperti sekarang ini, yang keberadaan nya bahkan tidak disadari.
Seperti terbuai oleh khayalan, tak sadar film yang tayang sudah menampilkan deretan nama-nama yang berkontribusi dalam film tersebut. Yang artinya film nya sudah habis...
Gawat film nya sudah habis? Tetapi chan bahkan belum keluar dari sana, bagaimana jika ketahuan? Segera saja chan langsung bersembunyi ke bawah. Tubuh nya yang kurus dapat dengan mudah disembunyikan nya, terutama saat ini ruangan teater berada dalam kondisi gelap.
Tetapi kaki nya yang panjang sulit untuk ditekuk terlalu lama. Tetapi untung saja ketiga gadis itu langsung berlari keluar dari aula karena salah satu dari mereka berlari sedikit takut terlebih dahulu. Melihat situasi itu membuat chan langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
...
"Guzel! kenapa berlari? Bikin takut saja kau sialan" ucap angela kesal namun juga setengah tertawa mengingat tingkah mereka barusan.
Setelah menenangkan pernafasan mereka yang berlari tiba-tiba itu, mereka terduduk di lantai yang menuju toilet pria tanpa disadari. Ketiga nya pun saling bertatapan dan sekali lagi mereka tertawa, sangat kencang hingga terdengar ke dalam toilet.
Entah bagaimana caranya mereka bisa berlari menuju toilet ini, angela dan arin hanya mengikuti guzel yang lari tiba-tiba. Sedangkan guzel bahkan tidak berpikir untuk kemana, sehingga di sini lah mereka sekarang. Tertawa konyol di sekitaran pintu masuk toilet anak laki-laki.
Tertawa cukup lama hingga suara guzel menghilang, sangat geli rasanya jika tertawa terus-terusan sampai tidak mengeluarkan suara. Guzel yang sudah bersandar pada dinding dengan kaki yang dipanjangkan, serta angela dan arin yang bersandar di sekitaran pot bunga palma.
Momen seperti tidak memberi mereka kesempatan untuk berhenti tertawa, saat tersadar bahwa sepatu milik arin sudah lepas dan nyasar 300 meter dari mereka memperlihatkannya kaos kaki nya yang bolong hingga jempol kaki nya meronta keluar.
Semakin tertawa angela dan guzel tetapi kali ini mereka tertawa sambil menunjuk jempol kaki arin. Sangat puas mereka tertawa, dan tawa nya itu mengundang seorang lelaki yang tiba-tiba muncul dari toilet mengisyaratkan mereka untuk diam.
Tidak diam juga sih, tetapi untuk sedikit mengecilkan suara tawa mereka. Tangan telunjuk nya yang menyentuh bibir, dapat dengan mudah diartikan oleh ketiga gadis itu.
Sial! Lelaki itu...
Lelaki itu benar-benar seperti tipe angela. Angela langsung terdiam dan diam-diam juga terpesona dengan sosok lelaki itu. Kaki nya yang semula sedikit terbuka mendadak ia merapatkannya dan mencoba tampil anggun di depan lelaki itu.
Guzel memperhatikan nya, dan sudah menduga lagi-lagi si angela pasti jatuh cinta. Guzel yang sudah mengenal angela sedari sekolah menengah pertama sudah cukup mengenal sifat angela yang mudah jatuh cinta itu.
......................
Waktu sudah menunjukkan saat untuk pulang sekolah, tetapi tentu saja kata pulang sekolah tidak untuk langsung pulang ke rumah, melainkan... Les tambahan. Arin, guzel dan angela segera pergi ke lokasi belajar south study atau sering disebut SS.
Karena masih berada di kelas 10, mereka bertiga ini sepertinya masih anggap remeh tentang masa depan, sehingga terus-terus saja pergi bermain.
"Sebelum ke SS ayo makan odeng dulu, sudah lama lidah ku tidak makan makanan pinggiran" ucap guzel sedikit meninggi membuat angela angkat bicara.
"Si bodoh ini! Baru 3 hari yang lalu kita hampir mati kekenyangan karena takoyaki! Lama apa nya. Dasar!" balas angela.
"Tetapi bagiku itu sudah lama" balas guzel lagi sambil mengerucutkan bibir nya dan menyatukan telunjuk nya.
Mereka menuju SS langsung setelah nya dengan diantar oleh supir pribadi guzel. Di SS mereka belajar sambil bercanda layaknya kehidupan pelajar yang belum terlalu memperhatikan masa depan. Yah benar masa muda itu harus dinikmati, lagi pula ini masih semester pertama. Bisa saja setelah semester berikutnya kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.
......................
"Odeng memang paling enak di makan saat musim dingin" ucap guzel membuka suara setelah sedari tadi mengunyah beberapa tusuk odeng.
Lihatlah tangkai odeng itu, sudah berapa banyak odeng yang dimakan gadis berambut pendek itu sekarang ini!
Udara dingin di musim ini memang paling pas jika dihangatkan dengan kuah odeng yang extra panas itu. Guzel sangat menyukai nya, makanan pinggiran. Tetapi ia tidak boleh terlalu sering mengonsumsi nya terutama jika ketahuan oleh ibu nya. Ibu nya adalah seorang ahli gizi, sehingga makanan guzel sangat dijaga ketat oleh ibu nya.
Bukan hanya makanan, tetapi juga dari model rambut, pakaian hingga produk yang digunakan oleh guzel semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh ibu nya. Karena juga guzel adalah satu-satu nya anak perempuan di keluarga nya.
Ting!
Notifikasi ponsel milik angela membuat angela langsung mengecek ponselnya. Karena ia kira itu adalah notif dari ibu nya ternyata hanya notif dari anstagram saja.
Jaketridge_ telah mengikuti anda.
Angela yang sedikit penasaran langsung saja memeriksa nya ke aplikasi anstagram. Dan sedikit kaget ia setelah melihat postingan dari akun itu, bahwa itu adalah lelaki yang tadi. Lelaki yang membuatnya jatuh hati.
Ia langsung saja memamerkannya pada kedua teman nya tetapi hanya mendapat respon biasa. Karena arin dan guzel tidak memiliki akun anstagram, sehingga apa yang dikatakan angela saja mereka agak tidak mengerti dan fokus pada odeng lagi.
"Aku yakin ini yang terakhir, ini adalah takdir ku" Ucap angela sambil memeluk ponsel mya yang menunjukkan salah satu postingan dari akun Jaketridge_ itu. Sudah lama ia tak berkencan lagi sejak kelulusan nya yang dulu.
"Takdir, bokong ku! dulu juga kau berkata begitu tentang si rambut merah itu" Balas guzel, yang mana rambut merah yang disebut guzel adalah mantan kekasih angela dulu.
"Aih tak bisakah kau mendukung teman mu sedikit saja!" balas angela tidak terima.
Angela rasa bahwa ini benar-benar yang terakhir rasanya setelah insiden dekat toilet itu ia benar-benar jatuh hati pada akun yang bernama jake itu.
"Ya terserah lah, paling sebentar lagi kau akan bosan, dasar gadis murahan!" balas guzel yang membuat angela sedikit tidak terima.
Angela dan guzel memang berbicara agak frontal dibanding arin, karena mereka yang sudah bersama sejak kelas tujuh hingga kelas sepuluh ini. Sehingga guzel sudah sangat mengenali angela dan kepribadian nya itu.
Setelah selesai menikmati odeng, mereka berpisah dari sana untuk menuju kerumah masing-masing. Guzel yang sedari tadi ditunggui oleh supir pribadi nya langsung saja pulang setelah mengucap salam perpisahan. Begitu juga dengan angela yang tak lama dijemput oleh ayah nya. Sisa arin yang juga segera pulang.
...
Di mobil Angela...
Ting!
From Jaketridge_
Hai! Apa teman mu yang berambut coklat itu memiliki sosial media?