
Cha yang sedang marah seperti ini dapat dengan mudah di usili oleh leo. Berbeda dengan cha yang jika tiba-tiba berlaku aneh hingga menyentuhnya lebih dulu, hal itu justru akan membuat leo mati beku.
"Chayang pelan-pelan" tambah leo dengan nada yang sedikit kekanakan yang kini sudah berada di samping cha.
Padahal leo tak bermaksud untuk memegang tangan cha terlebih dahulu, tetapi tak sengaja leo malah memegang tangan cha erat-erat saat melihat cha hampir terpeleset.
Usai membeku sedikit dalam posisi penyelamatan itu, tersadar cha langsung saja mendorong leo ke arah belakang hingga membuat leo bersandar pada tembok gang sempit itu dan mengecup pipi leo singkat.
Dan benar saja jika cha sudah begini, maka leo benar-benar mati beku tanpa pergerakan. Saat ini ia benar-benar tak berkutik sedikit pun dan nafas leo yang semakin memburu dapat dirasakan oleh cha.
"Katakan lagi" ucap cha dengan senyuman miringnya.
"Katakan lagi hal kekanakan yang kau gunakan untuk menjahili ku itu" tambah cha yang langsung membuat leo mengerti.
Tetapi tentu saja ia tak bisa mengeluarkan suara sekarang ini bagai sudah dikutuk menjadi batu es.
Dengan berjinjit sedikit cha berhasil mendekatkan wajahnya dengan leo, yang membuat leo bisa melihat jelas setiap fitur wajah cha.
"Tidak mau berbicara ya?" tanya yang masih berjinjit itu.
Langsung saja cha mengecup pipi leo singkat dan berhenti dari posisi berjinjitnya.
Hal itu semakin membuat leo membeku, dan akan terbang jika seandainya leo bisa. Senyuman ragu-ragu dan salah tingkah bercampur menjadi satu. Cha benar-benar berhasil membuat leo diam tak berkutik.
Ada rasa puas dalam diri cha karena berhasil menaklukkan sikap menyebalkan leo barusan. Leo seolah ingin bersikap jahil yang ingin membuat cha blushing. Padahal jika cha bertindak sedikit saja malah leo lah yang akan blushing. Tidak, tidak malah leo menjadi mati beku seperti sekarang hanya karena kecupan singkat yang diberikan cha.
"Kalah telak kau leo" batin cha.
......................
Satu bulan kemudian...
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, ditandai dengan ujian semester ganjil. Yah pekan depan adalah ujian semester, dan sebentar lagi akan menyambut liburan musim dingin.
Cha dan leo tetap sama, seperti bermusuhan tetapi terkadang malah terlihat seperti pasangan manis. Oh arin dan chan...
Tentu saja mereka menjadi semakin dekat akhir-akhir ini. Apalagi waktu sekarang ini sebelum ujian semester ganjil, chan benar-benar memantau habis kegiatan cha, dan selalu menyemangati cha untuk belajar sungguh-sungguh.
Oh akhir-akhir ini alfin juga lebih banyak bermain bersama dua gadis thailand itu. Karena asa dan mali tertarik dengan anjing, alfin pun menjadi ketularan karenanya. Alfin memelihara anjing Chihuahua juga pada akhirnya, yang diberi nama sali.
...
Karena minggu ini adalah minggu tenang sebelum menyambut ujian semeter ganjil. Sehingga sekolah hanya akan berlangsung hingga setengah hari saja.
Dan sekarang sudah tiba waktunya untuk pulang. Arin dan cha ingin segera melarikan diri tetapi cha terhalang dengan chan yang tak kunjung keluar dari kursinya dan mengunci cha di sudut itu.
Dengan segera cha mengisyaratkan pada arin untuk segera pergi dari sana dan membiarkan cha untuk menyusulnya. Tetapi baru saja arin akan pergi darren dan yogo menghalanginya hingga tak bisa keluar dari pintu ruangan.
Sudahlah cha dan arin memang tak ditakdirkan untuk bersenang-senang hari ini. Padahal mereka hanya ingin pergi berdua saja dan membuat video ala-ala friendship goals. Tetapi si chan itu terus saja memantau arin dan mengajak arin belajar terus.
"Arin, ayo ibu ku sudah menunggu di bawah rupanya" ucap chan pada arin yang sudah pasrah tak bisa keluar usai memeriksa chat ibunya.
Hari ini ibu chan bisa menjemput chan karena jam pulang sekolah yang dipercepat. Apalagi ada arin yang ikut bersama chan kini untuk belajar bersama di rumah chan.
Ibu chan sangat menyukai arin, karena itu ia sangat memperlakukan arin dengan baik. Dan selalu bertanya soal arin pada chan. Ibu chan akan sangat senang jika arin menjadi menantunya setelah tamat sekolah nanti. Bahkan ibu chan bersedia untuk menanggung biaya perkuliahan arin nanti jika arin ingin melanjutkan pendidikan, asalkan ia bisa tetap menjalin hubungan dengan chan.
Yah singkatnya, jika arin mengiyakan untuk menikah dengan chan nanti setelah tamat sekolah, ibu chan akan memperlakukannya dengan lebih baik lagi.
Karena entah mengapa nyonya eugene memiliki rasa suka yang sebesar itu pada arin. Arin ini seperti punya sesuatu tersendiri yang berhasil menarik semua orang yang melihatnya langsung jatuh hati.
Omong-omong karena sudah sesering itu dan sedekat itu dengan arin. Nyonya eugene jadi penasaran dengan kedua orang tua arin. Tak terlintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal itu baik pada arin ataupun pada chan. Tetapi yang pasti dipikiran ibu chan, kedua orang tua arin pasti memiliki paras yang rupawan hingga bisa memiliki putri bagai bidadari seperti arin ini.
Akhirnya tiba juga arin dan chan untuk berada dalam mobil dan langsung saja ibu chan menyambut mereka berdua dengan senyum dan langsung melajukan mobilnya untuk segera ke rumah.
Setelah sampai di kediaman chan, mereka berdua chan dan arin langsung pergi ke ruang belajar yang berada di lantai dua tepatnya di sebelah kamar chan.
Ibu chan langsung saja menuju dapur untuk membawakan cemilan ke ruang belajar, untuk menemani arin dan chan. Setelah itu, ibu chan duduk di sana sebentar memantau sedikit kegiatan belajar mereka, arin dan chan.
"Arin mulai besok sampai selesai ujian kita belajar di rumah mu saja ya" ucap chan membuka suara saat arin sedang membuka-buka halaman bukunya.
"Agar tak menghabiskan waktu banyak bagimu karena harus datang dan pergi dari sini" tambah chan lagi.
Yah memang jarak kediaman arin lebih dekat dengan sekolah dibanding kediaman chan. Sehingga jika mereka harus belajar bersama di rumah chan, tentunya akan menghabiskan waktu banyak untuk arin karena harus bolak-balik.
Sebenarnya bagi arin itu tak masalah sih karena juga ia kan diantar oleh chan dan tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi. Dan lagi jika belajar di rumah chan, arin selalu disodorkan makanan dengan gizi seimbang.