
"Rambut coklat? Arin?" pikir angela mencoba mengingat warna rambut kedua teman nya. Sudah pasti arin, soalnya rambut guzel kan berwarna hitam pekat. Tetapi kenapa tiba-tiba bertanya tentang arin.
gellato.n.jela_
Maksud mu arin? Dia tidak bermain medsos
.
^^^You^^^
^^^Omong-omong kau dari kelas mana? Sepertinya aku baru pertama melihat mu.^^^
gellato.n.jela_
Aku dari kelas sosial 10.2, kalau kau sendiri kelas yang mana?
^^^You^^^
^^^Adik kelas ternyata.^^^
^^^Aku dari kelas sains 12.2^^^
Gellato.n.jela_
Astaga! Senior! (mode sopan)
^^^You^^^
^^^Hahaha santai saja! Kalau begitu besok mau makan siang bersama?^^^
Gellato.n.jela_
Tentu saja! Aku akan membawa teman ku, tidak apa-apa kan? Aku tidak bisa berpisah dari mereka.
^^^You^^^
^^^Sure! Why not. See u tomorrow gellato!^^^
Wah humble banget! Pakai memanggil gelato lagi, jadi tidak sabar bertemu besok.
Percakapan daring yang singkat itu membuat angela tak henti-henti nya tersenyum hingga sang ayah yang sedang menyetir juga menjadi senang karena putri nya yang berbahagia itu.
"Kenapa tersenyum terus sedari tadi tuan putri ayah?" tanya ayah nya lembut, penasaran akan hal apa yang membuat putri nya terlihat seperti orang kasmaran.
"Tidak ada, ayah fokus menyetir saja" jawab angela yang salah tingkah.
"Ayah sih tidak masalah jika kau berkencan, tetapi jangan tinggalkan pelajaran. Ibu mu akan mengamuk, hahaha" jelas ayah nya sambil tersenyum juga.
"Berkencan apanya! Ah sudahlah ayah jangan berbicara dengan ku"
Angela menjadi semakin salah tingkah setelah digodai sedikit oleh ayah nya. Hubungan ayah dan anak perempuan itu memang lebih dekat.
...
Arin...
Arin...
"Jadi arin namanya"
Gumam seorang lelaki yang sedang memandang keluar melalui celah jendela yang masih terbuka. Lelaki pemilik akun jaketridge_ itu merasa puas karena sudah mendapat kan apa yang dicari nya sedari tadi.
Pantas saja akun gadis yang bernama arin itu tidak bisa ditemukan nya ternyata ia tak memiliki media sosial. Tetapi untung saja akun si gellato itu dapat dengan mudah didapat nya. Benar-benar tidak sabar bertemu mereka untuk makan siang besok.
Kalau ia berhasil mendapat kan gadis bernama arin itu akan sangat menyenangkan untuk dipamerkan kepada teman-teman nya. Jake berpikir lagi, memang nya ada gadis secantik itu di sekolah nya? Kenapa baru melihat nya sekarang.
Memang sih saat awal pengenalan siswa-siswi baru sempat tersebar berita bahwa ada salah satu siswi baru yang memiliki paras memikat. Ternyata kabar itu benar adanya, benar-benar secantik itu saat dilihat secara langsung.
......................
Jam makan siang pun tiba, satu persatu keluar dari ruangan kelas untuk segera menuju cafetaria. Angela menjelaskan kepada kedua temannya itu untuk ikut bersama nya makan siang dengan jake.
"Tidak mau! Yang diajak kan hanya kau, pergilah sana" ucap guzel yang menolak permohonan angela.
Angela memelas memohon pada arin karena permintaan nya di tolak mentah-mentah oleh guzel. Arin yang sudah merasa iba langsung mengiyakan ajakan dari angela. Angela tersenyum puas.
"hore!!!!" ucap angela mengangkat kedua tangannya.
"Arin! Kenapa? Biarkan saja si centil itu mengurus urusannya" ucap guzel tidak terima yang mengundang senyum kemenangan dari angela.
Angela segera merangkul arin dan menuntun arin untuk segera keluar kelas menuju cafetaria. Mau tidak mau membuat guzel mengikut juga pada akhirnya.
Guzel hanya terdiam tidak suka, ia hanya terpaksa mengikuti angela, karena arin sudah bersama nya. Dengan siapa dia akan makan siang jika tidak ada arin dan angela. Guzel langsung saja mengantri mengambil makan siang nya lebih dulu meninggalkan arin dan angela yang berada 3 nomor dari nya.
Usai mengambil makan siang nya, tanpa pikir panjang ia langsung duduk di meja tempat jake dan teman-teman jake berada. Hal itu membuat penghuni meja itu merasa keheranan.
"Lihat nya biasa saja, aku datang bersama angela" ucap guzel untuk menghilangkan rasa heran mereka.
Jake pun segera mencari-cari angela yang disebut oleh guzel barusan. Ketemu! Ternyata masih mengantri.
Jake segera siap-siap, merapikan sedikit rambut nya yang bagaikan brokoli itu untuk tampil mempesona di depan arin. Tetapi tentu saja itu tak ada bedanya di mata arin. Bahkan untuk melirik jake saja pun tidak dilakukan arin. Karena seperti nya angela sangat menyukai senior itu, tentu saja demi hubungan pertemanan, lebih baik bersikap biasa saja dan tidak mencolok.
Ketiga teman jake yang berada di situasi itu tidak menyangka bahwa jake benar-benar serius dengan perkataannya. Siapa sangka mereka berempat bisa makan siang bersama gadis-gadis junior dari kelas 10.
...
Setelah hari itu, sudah berapa hari ini mereka bertujuh makan siang bersama. Mengobrol tentang kesukaan mereka, tetapi tentu saja angela lah yang paling banyak bersuara apalagi kalau bukan untuk menarik perhatian jake.
Suasana itu tak lepas dari guzel yang siap mengeluarkan kata-kata pedasnya untuk meroasting angela dan juga arin yang selalu tenang dan tidak mencolok.
Kalau boleh jujur, sebenarnya arin sedikit tidak nyaman semenjak harus makan siang bersama senior dari kelas sains ini. Terutama tatapan jake yang bagai ingin menerkam nya jika tidak sengaja bertukar pandang.
Sebenarnya angela juga menyadari itu, tatapan jake. Tatapan jake yang tak pernah lepas dari arin, sepertinya memang ia hanya menjadi perantara saja. Sebenarnya arin lah gadis yang di incar nya, hal itu membuat angela sedikit rendah diri.
Hingga suatu hari mereka perlahan menjauh. Tidak pernah menyelinap ke ruang teater lagi, atau tidak pergi bertiga lagi ke SS yang diantar oleh supir guzel.
...
Menyadari perubahan sikap angela, membuat jake sedikit menyesal. Menyesal tidak bisa berada di dekat arin lagi. Ia terlalu terburu-buru dan terlalu mengesampingkan angela. Setelah berpikir agak lama, jake mendapatkan ide untuk bisa mendapatkan arin seutuhnya.
To : gellato.n.jela_
Sudah lama tidak makan siang bersama, kemana saja?
^^^You^^^
^^^Tidak apa-apa, hanya sedang bosan dengan menu cafetaria.^^^
Tentu saja itu bohong, bukan karena bosan tetapi karena angela merasa tidak terima karena hanya dipakai seperti perantara. Padahal angela terlanjur memiliki rasa pada jake.
Jake pun tidak menyerah sampai disitu, ia langsung mengeluarkan usaha nya untuk membuat angela tetap di sisi nya sampai ia berhasil mendapatkan arin.
To : gellato.n.jela_
Hei ayolah! Ayo makan siang lagi, kenapa tiba-tiba menjauh.
Baiklah untuk membuat kita semakin dekat, apa kau mau hadir di pesta ini? Hanya pesta kecil-kecilan.
Send photo
Melihat pesan yang dikirim kan jake sedikit menghibur angela, dan lagi undangan itu. Ia benar-benar di undang ke pesta itu.
^^^You^^^
^^^Kenapa ingin dekat dengan ku? Senior kan lebih menyukai Arin!^^^
^^^Sudahlah jangan balas pesan ku lagi.^^^
Balasan angela itu tentu saja tidak membuat jake menyerah. Jake di seberang sana justru tersenyum licik, melihat betapa mudah nya memanfaatkan gadis seperti angela.
To : gellato.n.jela_
Kenapa arin? Kau benar-benar tidak peka ya! Tentu saja kaulah gadis yang kusukai.
Kalau tidak suka mengapa aku selalu ingin bertemu. Kaulah yang mengajak teman-teman mu, disaat aku hanya mengajak mu.
Sial, sial, sial.
Siapa pun tolong hentikan angela sekarang, rasanya angela seperti ingin terbang menembus awan. Pipinya semakin memerah saja, ia bingung harus menjawab pesan jake bagaimana.
^^^You^^^
^^^Ini pengakuan?^^^
To : gelatto.n.jela_
Kalau kau menganggap begitu
Angela benar-benar berada di mabuk asmara saat ini. Secara tidak langsung mendapat pengakuan dari senior setampan jake.
2 minggu lagi tepatnya tanggal 2 november pesta yang di undang jake. Tetapi angela sudah semakin tidak sabar dan menerka-nerka dalam isi kepala nya, setelan apa yang akan di pakai nya.