
"Tidak perlu, tak ada alasan untuk mu melakukan itu. Nikmati saja jika ingin, kita bisa membeli di tempat lain" jelas ayah cha, yang membuatnya tersenyum puas.
Itu berarti suaminya itu tak akan pernah lagi datang ke kediaman mantan istrinya. Wanita itu mencoba berpikir bahwa hari ini ia pasti terpaksa karena gadis yang bernama cha itu sangat merepotkan jika tak dituruti.
flashback off
Setelah mendengar penjelasan dari ibunya, cha merasa bersalah lagi, karena aksi sepihak nya itu justru malah membuat ibunya bertemu dengan bajingan yang pernah memberi pengalaman buruk padanya. Bajingan yang hanya memberi cinta sesaat dan malah menyiksa ibunya lalu pergi menikah lagi dengan wanita yang lebih muda.
Cha berpikir keras, sepertinya memang ia saja yang terlalu gegabah dan tak memikirkan dampaknya pada orang-orang disekitarnya. Sepertinya kali ini cha memang harus bersikap tenang dan memainkan peran lebih berhati-hati lagi.
Akan gawat jika ayahnya yang dianggapnya bedebah itu malah menarik kembali persetujuannya untuk membiayai sekolah cha. Karena bagi cha bersekolah di EnR sudah sangat bagus untuk rencananya, meskipun agak sulit mengikuti pelajaran karena kepintaran siswa-siswi di sini sangat berbeda dengan sekolah lamanya.
Tapi setidaknya jika ia berhasil menjadi lulusan EnR, jalannya untuk sukses tentu tidak sesulit sebelumnya. Karena untuk balas dendam pada ayahnya dan juga keluarga baru ayahnya itu cha harus sukses dan mempunyai banyak uang agar bisa menyamai lawannya itu.
Karena bagi cha perlakuan ayahnya yang dulu tidak bisa ia lupakan begitu saja. Terus saja itu menghantui kepalanya dan menyakiti dirinya sendiri. Cha terus terbayang-bayang dengan kehidupan putra kecil ayah atau adik tirinya, dan terus membandingkan hidup anak kecil itu dengan kehidupan kecilnya yang dulu ditinggal ayahnya.
Seperti belum selesai dengan masa lalunya, itulah yang dirasakan oleh cha. Baginya sangat tak adil jika ayahnya bisa berbahagia dengan keluarga barunya itu padahal ada ia dan ibunya yang dibuang tanpa rasa bersalah. Dan cha sangat membenci itu semua.
......................
Hari ini adalah hari sabtu, sesuai janji yang dibuat oleh lima insan kemarin saat di ruang kelas, saat ini adalah saat kerja kelompok. Di cafe belajar daerah pusat kota, tepatnya tiga puluh menit dari EnR.
Tentu saja arin belum tiba di situ. Yang ada hanya kezia dan hana saja. Sehingga kezia menunda untuk berbicara mengenai pelajaran dengan kezia dan hanya berbicara tentang cuaca saja. Sebenarnya kezia bukanlah sepenuhnya kutu buku yang tak paham cara bersosialisasi, hanya saja ia tak melakukan itu saat di kelas karena lebih memilih untuk menghabiskan waktunya belajar dari pada dengan hal yang tidak penting itu.
Tetapi karena saat ini sepertinya skill basa basi itu diperlukan, tentu saja kezia dengan senang hati menunjukkan kemampuannya itu. Setelah berbincang sedikit akhirnya tiba juga darren di sana, dan basa-basinya dilanjutkan oleh darren.
Kali ini darren dan hana saja yang berbicara, dan kezia kembali membaca bukunya. Lalu 2 menit sebelum waktu janjian yang sebenarnya tiba juga arin dan matthew di ruangan itu.
Arin benar-benar menunjukkan gestur tubuh layaknya orang kedinginan. Ya memang arin sangat kedinginan, karena berada di luar selama dua jam lebih. Saat menunggu bus dan juga saat menemukan cafe belajar ini. Meskipun berada di pusat kota, tetapi posisi cafe ini berada di lantai dua dari toko roti, sehingga sangat membingungkan untuk orang yang pertama kali datang ke tempat ini.
"Kalian pasti kedinginan, akan aku pesankan minuman hangat" ucap kezia menyambut arin dan juga matt.
Kezia segera pergi ke lantai satu, memesan minuman hangat dan beberapa roti untuk menemani kegiatan diskusi mereka. Usai memesan kezia segara kembali ke atas dan membuka topik diskusi mereka.
Tak lama minuman mereka pun tiba, dan mereka menikmati sejenak minuman hangat itu lalu kembali pada aktivitas mereka.
....
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, tak terasa sudah tiga jam sejak mereka tiba di cafe ini. Sehingga karena diskusi mereka juga sudah selesai, mereka menyudahi kegiatan kelompok itu dan berpisah untuk pulang.
Arin mengabari chan tentang janjinya kemarin yang bersedia menemani ibunya untuk berbelanja. Arin kira kerja kelompok ini akan menghabiskan waktu lama, sehingga harus membatalkan janji. Ternyata hanya sebatas ini saja.
From : arin🍓
Aku sudah siap kerja kelompok, bagaimana jika sekarang? Apakah bisa?
Setelah mengabari chan, arin langsung bergegas pergi dari cafe menyusul matt yang baru saja pergi. Entah mengapa pula si darren ini tak pulang saja dan malah tinggal di situ bersama arin.
Padahal niatnya arin ingin tetap di situ saja sampai chan memberi kabar, tetapi karena ada darren, arin memilih untuk pindah tempat saja menunggu kabar dari chan. Karena sangat tidak nyaman dengan keberadaan darren.
"Sudah mau pulang? Ayo makan siang bersama" ucap darren menghentikan langkah kaki arin yang ingin segera meninggalkan tempat itu.
"Aku ada urusan" ucap arin dan langsung meninggalkan darren.
Arin langsung saja keluar dan malah bertemu matt di depan pintu keluar. Tak disangka mereka berdua malah berjalan bersama menuju halte.
"Oh kau si cantik pacarnya si ranking 1" ucap matt tiba-tiba.
Karena tak tahu harus membalas seperti apa, tanpa sadar arin malah mengucap yang tak ingin diucapkannya.
"Ayo makan siang bersama, sudah waktunya" ucap arin kikuk.
"hoho aku sedang diet" balas matt cepat, menolak ajakan arin itu.
Arin heran sedikit, diet?
Ia pikir hanya para gadis saja yang melakukan itu, ternyata anak lelaki juga melakukannya ya akhir-akhir ini. Yah setelah dilihat-lihat lagi, padahal tubuh lelaki ini sudah cukup kurus tahu.
Yah meskipun tidak sekurus chan, tetapi tetap saja matt sudah termasuk ke dalam kategori kekurangan berat badan berdasarkan standar kesehatan.
"Meskipun kita berada di kelas yang sama, tetapi kita belum pernah mengobrol kan?" ucap matt menyadarkan arin yang sedari tadi memandangi tubuh kurus matt.
"Omong-omong sudah lama aku ingin mengatakan ini, kau cantik sekali" ucap matt sambil tersenyum kepada arin.
Arin pun membalasnya dengan senyuman manis dan anggukan terimakasih. Belum sempat bertanya, arin pun langsung di beri jawaban oleh matt tentang tubuh kurusnya itu. Yang sudah kurus tetapi malah diet lagi.
"Aku diet bukan karena ingin, tetapi agensi menyuruhku untuk menurunkan berat badan 2kg minggu ini."