BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Satu hari yang panjang



Sudah seminggu berlalu, belakangan ini chan, cha, arin, Leo dan alfin mendadak menjadi dekat. Seperti sekarang ini saja mereka sudah membuat janji untuk menghabis kan waktu bersama-sama sepulang sekolah nanti.


Dan sekarang belajar mandiri pagi hari ini mereka berkumpul di meja cha, belajar bersama seperti membentuk grup belajar yang baru.


"Hei setelah grup 2 orang berakhir, apa kita ajukan saja menjadi grup 5 orang!" ajak cha yang sudah merasa nyaman dengan teman-teman nya saat ini.


Tak menyangka cha diterima baik oleh mereka, padahal di sekolah nya yang lama cha selalu saja dikatakan sebagai pecandu media sosial, karena selalu mengupload apa saja tentang keseharian nya.


Hal itu juga yang membuat levicha dicibir sebagai pencari perhatian, penampilan nya yang dress up juga menjadi pemicu nya. Padahal apa salah nya tampil lengkap dengan segala aksesoris ini, toh cha membeli nya sendiri dari uang yang didapatkan nya dari siaran nya di youtube. Serta endorse barang-barang yang harus di pamerkan nya melalui instastory nya.


Cha sudah menerima upah dari endorse itu, tentu saja cha harus membanggakan barang-barang itu di akun media sosial nya dan menggunakan nya dengan baik.


"Mana boleh begitu, kita saja yang nyaman bagaimana dengan teman-teman lain" jelas chan angkat suara.


Iya juga sih, sedangkan dua orang saja tetap masih saja ada yang tidak terima dengan teman satu tim nya. Bagaimana mungkin 5 kepala disatukan dalam satu tim selama sebulan ke depan. Mustahil!


Jam belajar mandiri akan berakhir diganti dengan pelajaran olahraga, jadi siswa & siswi sosial 11 langsung bergegas mengganti seragam mereka menjadi seragam olahraga.


Setelah itu semuanya langsung bergegas ke lapangan menunggu aba-aba dari guru olahraga.


Sembari menunggu arin dan cha bermain gendong punggung bersama, karena keasikan bersenda gurau, tak sengaja kaki cha menendang bagian vital seorang anak laki-laki dari kelas lain.


Laki-laki itu langsung meringis kesakitan saat bagian ******** nya tak sengaja tertendang. Berusaha menahan sakit, anak laki-laki yang diketahui dari kelas sains itu langsung memasang wajah marah dan ingin segera memberi pelajaran pada cha.


Tetapi belum sempat pemuda dari kelas sains itu angkat bicara, arin langsung memasang tubuh nya sebagai tameng untuk melindungi cha. Tinggi arin yang sekita 170 sentimeter sudah cukup untuk menjadi tameng bagi cha yang memiliki tinggi 165 sentimeter itu.


"Hei! Kau yang aneh mengapa masuk ke kerumunan kelas yang sedang berolahraga. Padahal di sana dan di sana ada banyak jalan yang lebih luas." ucap arin berusaha memarahi pemuda sains itu sebelum ia memarahi cha.


Pemuda itu memang memiliki tubuh yang besar, bagaimana tidak tinggi nya yang 190 sentimeter itu serta otot nya yang terlihat seperti meronta dari balik seragam nya terpampang jelas. Siapa yang tidak akan takut jika didatangi orang seperti itu, jelas saja cha saat ini semakin ketakutan.


"Dasar cowok aneh! yah ku akui kami memang salah, tetapi itu kan tidak sengaja?! Kenapa malah ingin memarahi anak yang badan nya berukuran setengah dari badan mu ini?!" ucap arin lagi sedikit keras sambil menyilangkan tangan.


"Tahu malu sedikit lah beruang madu" ucap arin sebagai penutup, menimbulkan keheranan dari teman-teman sekelas nya.


Kemana pergi nya sosok arin yang tenang dan cuek itu? Mengapa kali ini ia ikut campur urusan seperti ini.


Seperti nya arin benar-benar keluar dari zona nyaman nya.


Setelah mengatakan kata-kata nya dengan lantang, arin langsung pergi menuju gedung sekolah lagi dan menitipkan cha pada chan dan teman-teman tiga serangkai nya.


Sementara itu arin di sudut ruangan kelas ...


"matilah aku, matilah aku" ucap arin sambil memukul-mukul kepalanya. Bagaimana bisa ia berkata perkataan tadi dengan lantang pada pemuda kekar seperti beruang madu itu.


Arin jadi tidak berani lagi untuk kembali kelapangan dan akhirnya memutus kan untuk ke UKS saja.


Sial nya setelah di UKS pun semesta lagi-lagi mempertemukan nya dengan beruang madu yang tadi.


"HUWAA!!" teriak arin terkejut setelah tepat berpapasan dengan cowok sains itu.


"Hey berhati-hatilah" tegur nya.


"Dan juga maaf untuk yang tadi, aku hanya berniat memberi ini pada mu" tambah nya lagi dan memberikan sesuatu yang cantik kepada arin.


Oh apa itu?


Ternyata itu adalah emoticon pin.


"Kau bertambah cantik saat tersenyum seperti di cafetaria waktu itu, sering-seringlah tersenyum" tambah nya lagi dan segera meninggal kan arin di UKS.


Arin langsung saja mengisi daftar nama di buku pengunjung lalu berbaring di tempat tidur uks. Jendela yang terbuka sedikit menyilaukan, angin yang berhembus menjadi lebih menusuk dari biasanya. Udara benar-benar semakin dingin.


Arin memandangi pin yang diberi kan pemuda barusan, pin itu sangat menggemaskan. Rambut coklat, pipi yang melebar karena senyuman yang seperti chibi itu benar-benar sangat menggemaskan.


"Tetapi ada apa dengan pin ini? kenapa di beri pada ku" pikir arin cukup lama.


Apakah mungkin?


Beruang itu...


... Padaku?


"Aih tidak mungkin, pasti ia hanya bermain-main saja." ucap arin membantah dugaan nya barusan.


Memang sih berkat kecantikan arin lagi-lagi, banyak pemuda yang jatuh hati dan menyatakan perasaan pada nya, namun tentu saja tidak ada yang diterima satupun oleh arin.


Sudah menjadi rahasia umum bahwa arin tidak akan mengencani mereka semua karena mereka adalah 'orang kaya'. Karena tahun lalu tersebar berita bahwa arin adalah gadis bayaran setelah kedekatan nya dengan senior terdahulu.


Entah apa yang terjadi setelah putus dari senior itu, kabar itu menjadi semakin jelas, serta waktu itu juga tersebar foto arin yang mengenakan pakaian minim sedang kehilangan kesadaran nya. Karena itu, selama seminggu arin sempat takut untuk ke sekolah, dan selama satu bulan berikut nya ia menjadi semakin pendiam.


Untung saja tak lama lagi setelah itu tiba lah liburan sekolah, dan setelah masuk ke kelas 11 pun sepertinya orang-orang sudah lupa dengan kejadian itu.


......................


Sepulang sekolah mereka berlima berkumpul di depan halte bus untuk menjalankan janji mereka dari beberapa hari yang lalu. Ketiga serangkai itu langsung saja mengabari supir pribadi nya agar tidak dijemput karena akan pulang lebih lama.


Arin dan cha hanya bisa memandangi dan saling bertatapan sambil menggumamkan...


"kebiasaan orang kaya"


Setelah bus datang mereka langsung menerobos masuk kedalam bus dan tidak sabar untuk segera ke kawasan southmall untuk menonton film yang baru launching.


Dengar-dengar bahwa komik LOOKSMOOTH sudah diadaptasi menjadi movie. Kebetulan sekali 5 kepala ini memiliki selera yang sama, sama-sama menyukai genre pertarungan.


Entah apa yang menunggu disana, ku harap hal-hal yang baik terjadi.