
Kembali ke 10 tahun lalu...
Hari ini adalah tanggal 19 desember, hari yang telah mereka tetapkan untuk berlibur untuk mengawali liburan musim dingin.
Arin chat POV
..."GRUP CHAT ODENG"...
From: Levicha❤️
Kalian sudah bersiap?
Aku sudah siap-siap sebentar lagi akan terbang ke rumah chan! 😚
From: Alfino
Sudah, sedang memberi makan sali sebelum pergi
*the photo has been seen
From: Malivalaya
Sali! Lucunya!
From: Alfino
Mampirlah ke rumah kapan-kapan untuk melihat sali 😊
From: Tasanee
Aku diajak tidak?🥺
From: Alfino
Datang saja kapan pun kalian ingin!😊
From: Levicha
Sebenarnya kita akan ke rumah chan atau alfin sih?
From: Leo
Ke rumah ku saja cha 😋
From: Chan ❤️
Arin mau ku jemput?
From: Leo
Untuk apa bertanya pada seorang gadis, jika memang berniat langsung saja datangi dia😏
From: Levicha
Kalau begitu jemput aku dong sangat dingin jika naik bus
From: Leo
Siap tuan putri🫡❤️🤩💋
From: Alfino
Apa apaan emoticon mu itu, norak sekali
From: Malivalaya
Apasih tidak norak sama sekali tuh, itu namanya ekpresif 🤭
Seperti ini 😍❤️🥰
From: Tasanee
Tetapi teman-teman kenapa emoticon kalian bergambar hati semua, apa sudah waktunya bersemi sekarang ini?
....
Arin tertawa kecil melihat isi grup chat mereka itu. Dan langsung bersiap-siap mengangkat koper kecilnya ke luar kamar tepatnya di pintu keluar.
Memeriksa penampilannya sekali lagi lalu menelpon chan untuk meminta di jemput. Tentu saja itu karena pesan yang dikirim chan di grup odeng itu.
...
Yah ayah chan memang sering ke luar negeri untuk tuntutan pekerjaan. Alasan ibu chan tetap di kota south bersama chan adalah karena chan masih sekolah, dan jika chan sudah lulus nanti mungkin saja mereka akan ikut kemanapun ayah chan bekerja.
Atau jika chan nanti berkuliah, mungkin hanya ibu chan saja yang menyusul ayah chan. Karena sekarang ini status chan adalah anak di bawah umur dan perlu pendampingan orang tua.
Seperti sekarang ini sebenarnya chan akan pergi dengan ibunya untuk menyusul ayahnya bersama-sama tetapi karena chan yang sudah membuat janji dengan teman-temannya untuk berlibur bersama sehingga mau tak mau ibunya hanya pergi duluan dan menyuruh chan menyusul saja.
Bukannya ibu chan tak mau menunggu chan untuk pergi bersama, tetapi saat ini ia sangat merindukan suaminya itu, dan ingin segera menghabiskan waktu liburan mereka berdua saja, selagi chan sedang berlibur. Rasanya sudah lama mereka tak menghabiskan waktu berdua saja. Lagi pula chan sudah terbiasa dan bisa menyusul seorang diri.
"Selama di sana jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di luar ya, jangan terlalu banyak terkena salju, jangan meng..."
Belum sempat ibu chan menyelesaikan perkataannya, chan langsung saja memotong perkataan ibunya itu.
"Iya bu, kami tak akan keluar lama-lama dan akan bermain di dalam villa saja" ucap chan yang membuat ibunya sedikit kesal.
"Ya sudah, ibu bilang begitu karena sebentar lagi malam natal, tak baik kan jika kalian sakit saat perkumpulan keluarga nanti" jelas ibunya menunjukkan kepeduliannya itu.
"Baik tante makasih ya, kami akan melakukan sesuai saran tante" ucap keenam teman chan itu dan membuat ibunya merasa senang karena telah memang dari chan.
"Kami pamitan ya Tante" ucap chan dan teman-temannya itu pada nyonya eugene.
Usai berpamitan mereka langsung saja menuju villa di kawasan fansouth. Dengan diantar oleh supir keluarga chan.
Karena barang-barang mereka tak muat di dua mobil, sehingga supir leo juga ikut ke sana untuk mengantarkan barang-barang mereka.
....
Usai sampai di sana, mereka bertujuh langsung saja masuk ke villa dan segera berkelana, dan di sana ada banyak kamar. Tetapi karena ini adalah liburan singkat, sangat tidak seru jika menginap sendirian di kamar yang berbeda-beda.
Sehingga cha membuat ide agar keempat gadis, cha, arin, mali dan asa untuk berada di satu kamar yang sama. Leo, chan dan alfin berada di satu kamar yang sama juga. Semuanya setuju dan langsung membawa barang-barang mereka ke kamarnya.
Semuanya sangat senang dan sibuk membenahi barang-barangnya dan tanpa sadar hari sudah semakin gelap dan mereka belum memesan makanan untuk makan malam.
Namun untungnya paman penjaga villa sepertinya sudah dikabari oleh nyonya eugene bahwa chan dan teman-teman akan menginap di sana. Dan paman penjaga pun langsung dengan sigap membawakan makanan dari restoran yang dikelolanya bersama istrinya.
Makanan-makanan berkuah serta makanan yang hangat sangat lezat disantap bersama oleh mereka.
...
Usai makan malam selesai, mereka bermain kartu di ruang tamu di lantai bawah. Dengan peraturan yang kalah akan dicoret wajahnya menggunakan liptint dan eyeliner.
Benar saja karena arin tak pandai bermain kartu ini dan memang sebelumnya juga tak pernah memainkannya, jadi arin lah yang paling banyak menerima coretan akibat kekalahan itu.
Kini giliran chan yang dapat bagian untuk mencoret wajah arin. Bukannya mencoret, chan malah mematung di depan wajah arin memperhatikan setiap sudut wajah arin, dan kini mata mereka, arin dan chan malah bertatapan untuk waktu yang lama.
"Dunia hanya milik mereka berdua, biarkan saja" ucap cha menyadarkan mereka berdua.
Chan tersadar dan langsung membuat coretan berbentuk hati di kening arin. Yah yang penting ia sudah menghukum arin dengan sebuah coretan.
"Sudahlah aku jadi tak ingin main ini" ucap arin akhirnya karena sudah kalah di 6 putaran.
"Benar juga, kasihan arin" ucap asa yang disetujui oleh mali.
"Tidak usah bermain ayo kita bercerita saja" susul cha.
"Aku ingin mengenal kalian semua dari kisah yang kalian ceritakan" ucap cha.
"Tapi aku tak ingin kisah sedih, ayo kita ceritakan sesuatu yang lucu dan ceria" ucap cha yang bersemangat dengan mengayunkan kedua tangannya.
Hal itu lantas disetujui oleh semua temannya dan saling menunjuk-nunjuk siapa yang akan bercerita duluan.
"Hey tak perlu ribut kita tunjuk dengan eyeliner ini" ucap cha memberi ide lagi.
Cha langsung saja memutar eyeliner itu untuk melihat siapa yang akan bercerita lebih dulu. Eyeliner itu bergerak cepat dan semakin pelan lama kelamaan, dan ternyata eyeliner itu bergerak ke arah...
Chan?
Oh bukan masih ada gerakan tambahan yang mengarah pada...
Mali?
Astaga ternyata Mali lah yang mendapat giliran untuk bercerita pertama kali.
Teman-temanya langsung saja menunggu mali untuk mendengarkan kisah yang akan diceritakan oleh mali.
"Baiklah aku akan bercerita" ucap mali membuka awalan ceritanya.