BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Pesta tidak mendidik -guzel



Setelah beberapa hari angela yang menjauh dari arin dan guzel kini tiba-tiba kembali lagi merapat pada kedua sahabatnya itu.


"Sudah lama tidak bertemu sahabat-sahabat ku ini" Sapa angela yang langsung muncul di tengah arin dan guzel. Angela merangkul kedua sahabatnya itu dengan erat hingga guzel berusaha melepaskan rangkulan itu.


Mereka bertiga bertemu di lapangan, awal nya hanya arin dan guzel saja yang bertemu di depan pagar sekolah lalu disusul oleh angela yang juga baru tiba. Hal itu diam-diam membuat arin merasa lega dengan kehangatan kedua teman nya itu.


"Sudah tidak marah lagi?" Ucap guzel sinis.


"Untuk apa marah? Cuma kalian sahabat ku di sekolah ini, sama siapa lagi aku bisa tertawa kalau bukan dengan kalian berdua" ucap angela sambil merangkul lagi guzel yang barusan melepaskan rangkulan nya itu.


"Labil! Kupikir kau akan marah selamanya" ucap guzel.


"Mana bisa aku marah lama-lama dengan kalian" ucap angela lagi tetapi kali ini ia memberi kecupan pada pipi kedua sahabatnya itu di ujung perkataanya dan langsung berlari menuju kelas.


Guzel sedikit merasa geli dengan perlakuan angela itu dan langsung menyusul angela yang sudah berlari 500 meter dari mereka. Arin menjadi tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya itu, tetapi syukurlah angela menjadi lebih baik untuk sekarang, senangnya bisa berdamai pikir arin.


Sementara itu dari lantai tiga gedung sains terlihat salah seorang lelaki yang memandangi arin cukup tajam. Dari raut wajah nya terbaca seperti memiliki niat lain kepada gadis yang dipandangi itu.


.....................


Usai pulang sekolah seperti biasa mereka pergi untuk les tambahan di SS lalu dilanjutkan untuk menikmati streetfood di sekitaran situ. Kali ini mereka menikmati kue kacang marah sebagai pembuka dilanjutkan dengan kue beras pedas dalam porsi besar lalu ditutup dengan pancake durian yang manis dan lembut.


Setelah itu mereka bertiga duduk di kursi taman sekitaran situ sambil memandangi langit malam musim dingin.


"Hah kenyang sekali, perut ku rasanya ingin meledak" ucap guzel memegangi perutnya. Namun di tangan kanan nya masih ada dua tusuk dango hangat yang dibeli nya karena warna nya yang indah.


Lagi dan lagi mereka tertawa mengingat kelakuan mereka yang lagi-lagi menghabiskan makanan dalam jumlah besar itu. Bisa-bisa nya hampir setiap malam mereka menikmati santapan yang sebegitu banyak nya, hingga rasanya berat badan mereka bertambah belakangan ini.


"Ada undangan perayaan musim dingin kecil-kecilan nih ayo ikut bersama ku" Ajak angela membuka suara setelah selesai tertawa.


Guzel sangat kesal, oh ternyata ini alasan angela yang semula jutek itu tiba-tiba mendadak ramah pagi ini. Untuk mengajak mereka menemani nya ke pesta yang tidak jelas itu. Pantas saja, siapa lagi yang diajak oleh angela kalau bukan mereka berdua.


"Tidak mau!" jawab guzel cepat.


"Ayolah, hanya kalian sahabatku. Aku sangat malu pergi sendirian ke sana" ucap angela sambil mengerucutkan bibir nya.


"Aku sih ayo saja asal bersama kalian" jawab arin tiba-tiba yang membuat kedua teman nya itu terharu dan juga membuat angela semakin senang karena berhasil membujuk mereka.


Guzel yang mendengar jawaban arin itu langsung berubah pikiran lagi, ya benar mereka hanya memiliki satu sama lain sejauh ini. Tak ada guna nya jika berbeda pendapat terus, tak ada salah nya juga hadir di pesta yang tidak jelas itu untuk menemani angela pikir guzel.


"Terima kasih! Memang hanya kalian yang paling mengerti aku" balas angela.


"Aku pulang duluan" balas guzel setelah membuat supir nya itu menunggu sedikit lebih lama.


Siapa sangka itu menjadi hari terakhir mereka untuk bersenda gurau sebagai sahabat.


......................


Suara dentuman musik yang begitu keras, membuat orang-orang yang berada di pesta itu bersenang-senang dan menari bersama. Pesta perayaan musim dingin ini karena diadakan oleh senior dari kelas sains membuat penghuni yang hadir lebih banyak berasal dari kelas sains juga.


Menyapa angela yang hadir dan juga memperkenalkan angela kepada teman-teman nya. Yang membuat angela semakin berbunga-bunga adalah saat jake memperkenalkan angela sebagai kekasih.


Angela tersenyum bahagia, apalagi ketika teman-teman jake pergi untuk menyapa tamu yang lain. Langsung saja angela menyandarkan kepala nya pada lengan yang kekar milik jake.


"Memang nya aku sudah mengiyakan nya?" tanya angela dengan nada yang sedikit manja. Pertanyaan soal angela yang bersedia menjalin hubungan dengan jake. Karena seperti nya jake hanya bertindak sendiri dan berkata sesukanya tentang hubungan mereka, tetapi jujur angela menyukai itu. Ia bertanya begitu hanya untuk menggoda jake sedikit.


Setelah itu angela bagaikan lem yang terus melekat pada jake kemana saja jake pergi. Mereka berdua bersenang-senang bersama, dan yah untuk meyakinkan angela, jake tanpa pikir panjang langsung mengecup bibir angela singkat membuat angela terpaku cukup lama.


Menyukai itu, angela yang semula terpaku langsung mengambil tindakan lagi dengan menarik wajah jake yang tegas itu dengan kedua tangan nya. Kali ini angela yang mengecup jake, tak hanya sekedar mengecup tetapi juga melakukan ciuman yang sedikit lebih dalam. Jake meraba-raba bagian tubuh milik angela karena semakin terbuai dengan kelihaian angela.


...


Tak lama setelah itu arin dan guzel tiba di pesta itu, mencoba menghubungi angela yang tentu saja tidak mengecek ponsel nya karena sedang bermanja-manja dengan jake. Hingga akhirnya arin dan guzel menerobos masuk dan langsung mencari-cari keberadaan angela.


Baru saja mereka masuk, pandangan mereka sudah di sambut oleh pemandangan yang cukup seronok, berpelukan, berciuman bahkan apa itu? Apa-apaan tangan lelaki berkemeja motif vertikal itu? Kenapa dengan mudah nya meraba-raba gadis yang di sebelah nya. Tetapi setelah diperhatikan lagi sepertinya gadis itu menikmatinya.


Oke lupakan soal itu, dimana angela?


"Jela!" teriak guzel cukup keras tetapi tentu saja panggilannya itu tidak cukup besar di tengah dentuman musik itu.


Beberapa saat setelah mengamati setiap sudut ruangan yang cukup redup itu dan ya! Akhirnya mereka menemukan angela. Melihat angela yang sedang bermanja dengan senior sains hari itu, jake.


Guzel hanya menggeleng sedikit dan berpikir bahwa sepertinya kebiasaan angela kambuh lagi. Kebiasaan bodoh nya yang merelakan tubuh nya jika sedang berada di mabuk cinta. Sudahlah pikir guzel tak ada guna nya melarang di situasi saat ini.


Merasa tidak nyaman, arin dan guzel bertatapan untuk mengkomunikasikan bahwa mereka ingin segera keluar dari pesta tidak jelas ini. Jadi ini pesta yang diadakan siswa sains?! Benar-benar merusak moral. Kalau ibu guzel tahu bahwa guzel menghadiri pesta tidak mendidik seperti ini, pastinya guzel akan dimarahi habis-habisan atau lebih parah lagi akan di pindah kan kembali ke turki. Dan guzel benci itu.


Baru saja hendak keluar, guzel langsung mengurungkan niat nya karena bertemu salah seorang teman lama nya yaitu teman nya saat di sekolah dasar dulu. Melihat itu arin menjaga jarak dari mereka dan membiarkan guzel berbincang dengan teman lama nya itu.


Jake yang sudah mengintai arin sejak tadi meskipun sedang melekat dengan angela langsung saja menjalankan misi nya. Misi nya untuk mencoba arin.


"Sayang sepertinya teman mu sedang sendiri, pergilah bersama nya sebentar, setidak nya kau harus menyapa nya. Kalau kalian lelah istirahat lah di ruangan sana." Ucap jake kepada angela yang membuat mereka berdua memberhentikan aktivitas nya barusan.


Oh iya benar juga, sedari tadi angela bahkan belum bertegur sapa dengan kedua sahabatnya itu.


"Bawa ini juga, berikan pada teman mu" tambah jake lagi sembari memberikan gelas yang berisi minuman kepada angela untuk diberikan kepada arin.


Angela menghampiri arin, memberikan gelas itu. Dan tanpa pikir panjang arin langsung saja meminum nya. Karena angela lah yang memberi minuman itu, karena kepercayaan nya juga pada angela, sehingga tanpa pikir panjang angela langsung meneguk gelas itu hingga tetes terakhir.


"Segar sekali! Terimakasih" ucap arin pada angela.


Sial nya setelah beberapa lama usai meneguk nya arin langsung merasa pusing. Sepertinya arin kelelahan, angela langsung mengajak arin untuk pergi ke ruangan yang di katakan oleh jake tadi jika ingin beristirahat.


Usai memasukinya ruangan, angela membaringkan arin, berpikir bahwa sepertinya arin merasa pusing karena tidak biasa berada di ruangan seperti itu.


Angela segera meninggalkan arin untuk pergi bersenang-senang lagi setelah melihat arin cukup tenang. Tak lama setelah keluar ruangan itu jake langsung saja memasuki ruangan yang sama, mengunci pintu dan memposisikan diri nya perlahan berada di atas tubuh arin yang sudah tak berdaya itu.


Arin langsung saja berteriak lemah saat merasakan sentuhan-sentuhan yang tidak biasa itu memenuhi tubuh nya. Hingga arin pun tak sadar kan diri.