BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Suatu hari di rumah chan (3)



Cha yang sudah memilih film bersama leo dan alfin langsung memilih posisi yang pas dan nyaman untuk segera menonton. Sebelum film di mulai mereka memastikan kenapa chan dan arin belum juga tiba.


Cha sedikit tidak sabar, karena menunggu arin dan chan ia jadi tak bisa memutar film nya. Tak mungkin kan jika mereka menikmati film nya langsung tanpa menunggu dua bocah itu.


Karena sudah tidak sabar akhirnya alfin pun menyusul leo dan arin yang diduga masih berada di ruangan yang tadi. Segera alfin keluar dari sana dan belum sempat ia menuju ruangan santai itu mereka malah bertemu di dekat tangga, melihat chan dan arin membawa nampan yang lagi-lagi berisi cemilan untuk mereka nikmati selagi menonton.


Sementara itu leo dan cha yang berada di ruangan tontonan itu ...


Leo terlihat seperti ingin menyentuh tangan cha di tengah kegelapan itu. Cha yang menyadari nya langsung menarik tangan nya dengan cepat.


"Leo jangan!" ucap cha tiba-tiba yang membuat leo terkejut bercampur malu.


Leo membatin apakah karena ia terlalu terang-terangan sehingga cha jadi mengetahui perasaan nya. Baiklah leo tak akan lagi berlaku seperti itu. Tetapi tak berhenti sampai di situ saja cha malah terus berkata-kata sedikit lebih serius dari biasanya.


"Jangan sukai aku, aku tak cukup baik buat tuan muda seperti mu" ujar cha lagi.


"Aku punya tujuan yang mau tidak mau harus ku gapai untuk melanjutkan hidup ku. Jika aku membiarkan mu masuk dan bersantai sedikit saja, aku tak yakin apakah aku bisa menggapai tujuan ku itu" ucap cha yang agak tidak di mengerti oleh leo.


"Kalau memang begitu aku akan selalu ada untuk mu, untuk membantu tujuan mu itu" ucap leo akhirnya setelah mematung cukup lama mendengar perkataan cha yang serius itu.


Kemana cha yang selalu rewel dan hobi bercanda itu?


"Aku menjalani hidup yang cukup keras sejak kecil. Tidak akan cocok jika bersanding dengan mu yang dibesarkan bagai pangeran"


"Ibu ku hanya penjual kimbab, dan aku tak terlalu pandai dalam belajar. Aku sungguh hanya gadis biasa yang tak pantas kau sukai"


"Jika kau keluar sedikit dari zona nyaman mu kau akan menemukan gadis yang lebih baik dari ku, untuk sekarang fokus lah belajar dan habiskan saja waktu mu dengan ku sebagai teman"


Penjelasan dari cha itu membuat leo lagi-lagi menelan paksa kenyataan yang di ucapkan oleh cha. Sial, kini leo merasa sudah masuk ke dalam kisah yang serupa dengan chan. Mengapa gadis cantik di sekitar mereka selalu berkutat dengan status kekayaan.


Membuat leo sampai-sampai berpikir, apakah semua gadis cantik seperti cha dan arin adalah orang dari kalangan bawah?


Tak tahu sejak kapan leo mulai menaruh hati pada levicha, yang jelas sekarang ini ia hanya berniat sedikit berlaku mesra pada cha sebagai langkah awal pendekatannya. Tetapi justru cha malah langsung sadar dan menolaknya tanpa basa-basi.


Cha bahkan membeberkan tujuannya itu, tujuan yang tidak dimengerti oleh leo. Dan lagi, memang nya kenapa kalau ibu cha hanya seorang penjual kimbab? Leo tak perduli dengan itu.


Dan lagi, memang nya kenapa kalau tidak pandai belajar? Leo pasti akan sangat senang jika memiliki kesempatan belajar bersama apalagi belajar berdua saja dengan levicha.


Tetapi gadis itu, cha...


Awalnya memang leo menyukai cha pada pandangan pertama, saat cha yang pertama kali memasuki ruangan kelas sosial 11.2. Leo langsung terpanah dengan kecantikan dan keceriaan cha. Memang jika dibandingkan dengan arin, wajah cha masih kalah jauh.


Tetapi bagi leo, saat itu leo memandang cha hanya sebatas kagum saja. Tak sadar perasaan leo pada cha sudah sebesar ini. Sehingga bukan lagi hanya sekedar kagum saja, kini ada gejolak perasaan yang lebih besar yang mendorong leo untuk bisa bersama dengan cha.


Lebih lagi saat di hari pertama cha, ia dan arin yang tiba-tiba muncul untuk makan siang bersama di hari itu. Leo langsung senang kegirangan dalam hatinya, namun lagi-lagi tetap saja perasaan girang itu hanya sekedar perasaan senang saat ia berhasil makan siang bersama seorang gadis selain kezia. Itupun dulu saat di kelas sepuluh.


Cha memang tidak secantik arin, yang mau dibagaimanakan pun akan selalu terlihat manis. Pasalnya style dan dandanan cha yang jauh dari kata natural, lebih tepatnya dandanannya seperti gadis populer.


Dan benar saja ternyata cha cukup terkenal di media sosial. Leo pikir ternyata cha adalah orang yang juga 'berada' seperti siswa-siswi umumnya di EnR. Namun ternyata hidup cha lebih berat dari yang leo kira.


Saat cha muncul, leo hanya berbicara dengan alfin dan menyampaikan perasaan kagum nya terhadap cha. Dan ternyata alfin pun juga merasakan hal yang sama dengan leo, tentang perasaan kagum mereka pada cha.


Eh tunggu.... Berarti apakah sekarang ini alfin menyukai cha juga seperti perasaan suka nya pada cha?


......................


Usai menonton film horor itu mereka lanjutkan lagi dengan menonton film horor kedua dan sekarang adalah film ketiga.


Karena ruangan tontonan keluarga itu gelap, sehingga tak ada yang melihat bahwa sedari tadi chan dan arin bergandengan tangan. Sebenarnya kalau boleh jujur tentu saja sedari tadi sampai tiga film yang ditayang kan ini, mereka berdua tak benar-benar menyimak dengan baik film itu. Karena mereka yang masih mengingat-ingat ciuman yang tadi.


Begitu juga dengan leo, yang menerima kenyataan dari kata-kata milik cha tadi. Ia menjadi sedikit tak bersemangat setelah benar-benar menelan penolakan. Apa karena dulunya ia sering meledek chan ya, makanya sekarang ini ia menjadi sama seperti chan.


Huh sudahlah.


Berbeda dengan leo, cha terlihat menikmati film itu, ia bertingkah seolah-olah kejadian tadi tak pernah terjadi. Dan mendadak berubah drastis menjadi ceria seperti biasanya.


Beberapa kali ia juga bersenda gurau dengan alfin saat ada cuplikan komedi yang tayang di film itu. Sebenarnya ia juga sempat bergurau sedikit dengan leo, tetapi leo hanya merespons seadanya. Leo membatin, bagaimana bisa cha bersikap biasa saja setelah perkataan nya beberapa waktu lalu.


Seperti nya cha memang orang yang pandai menyembunyikan keluh kesah nya. Ia seperti berlindung di balik sifat nya yang ceria itu, hingga orang-orang mengira ia seperti tak memiliki beban dalam hidupnya.


Leo membatin lagi, sebenarnya apa tujuan yang dimaksud oleh cha itu?


......................


Tak terasa hari sudah semakin gelap, meskipun ini masih pukul lima sore tetapi matahari di musim dingin seperti nya tak ingin menyinari bumi lebih lama.


"Karena besok hari libur, mau menginap?"