BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Kartu dan gadis blonde



Apa benar semudah itu ibu meninggalkan pekerjaan itu, kalau begitu kenapa tidak dari dulu.


"Ibu akan berhenti jika kau berhasil menjadi lulusan dari sekolah itu. Karena ibu dengar lulusan sekolah mu lebih mudah mendapat pekerjaan yang stabil. Setelah mendapat pekerjaan dan setidak nya bisa menghidupi diri mu sendir, maka ibu akan berhenti" jelas ibu nya panjang lebar.


"huh sudah kuduga" ucap arin dalam hati.


"Kalau ibu tidak berhenti aku pun juga tidak akan berhenti bekerja, biar saja aku tidur hanya empat jam atau bahkan dua jam karena harus bekerja dan sekolah. Yang penting apa yang ku hasilkan ada dari pekerjaan yang baik, tidak seperti ibu." jelas arin menggebu-gebu.


Sesak rasanya, membayang kan apa yang harus di kerjakan ibu arin setiap malam hingga pagi, hanya demi tuntutan hidup. Padahal bagi arin bersekolah di sekolah biasa pun tidak masalah, tetapi ibu nya selalu menegaskan untuk bersekolah di sekolah elit seperti itu dengan harapan lebih.


Dengan harapan, arin akan menjalani hidup yang lebih baik jika berhasil menyelesai kan sekolah nya dari sekolah elit tersebut.


Arin yang sudah tidak nafsu makan langsung saja pergi meninggalkan ibu nya seorang diri yang sedang menikmati onion ring itu, entah apa benar ibu nya benar-benar menikmati hidangan itu. Siapa yang tahu?!


Arin segera keluar dari southland dan bergegas pergi ke tempat kerja nya. Meskipun ini belum waktu nya, tetapi sungguh ia tak mempunyai tempat lain untuk berdiam diri.


Ia mencari-cari halte bus, ternyata perlu berjalan 1 kilometer lagi mengitari pagar southland. Karena halte bus berada di pintu masuk utama, sementara sekarang ia berada di pintu keluar.


Baru sebentar ia berjalan langsung saja ada dua orang pria menghentikan nya. Dua pria ini seperti berada di usia pertengahan 30-an atau 20-an ya, begitulah sekira nya.


Salah satu dari mereka memberikan kartu nama kepada arin. Arin menerima nya dan menemukan maksud tersirat dari kedua pria itu.


"Maaf, saya tidak berminat" ujar arin terang-terangan, berharap usaha kedua pria itu terhenti.


Namun tak semudah itu, bagaimana bisa kedua pria dari agensi terkenal itu melepaskan bibit-bibit seorang bintang seperti arin.


"Hei nak, tidak perlu terlalu terburu-buru, hubungi nomor yang tertera di kartu ini jika kamu berubah pikiran" Jelas salah seorang dari pria itu, namun tetap saja tidak bisa merubah keputusan arin.


"Begini tuan-tuan sekalian, ibu saya adalah seorang wanita malam, akan sangat sulit di masa depan jika mempertahan kan orang yang mempunyai skandal besar seperti saya ini" ucap arin terang-terangan.


Arin segera menundukkan kepala nya dan mengucap kan salam perpisahan. Menuju halte bus untuk pergi ke the florist. Di dalam bis ia hanya menyandarkan kepala nya dan mencoba untuk tertidur. Butuh waktu 45 menit untuk sampai pikir nya, masih ada waktu untuk terlelap sejenak.


Tak sadar arin terlelap sambil memegang kartu agensi yang diberikan kedua pria tadi. Baru saja arin terlelap, masuk lah seorang gadis yang berpenampilan lebih fashionable dan tanpa basa-basi langsung duduk di sebelah arin yang sedang terlelap.


Sepertinya gadis itu juga merupakan seorang pelajar. Penampilan nya yang seperti gadis famous, di tambah lagi rambut nya yang di cat berwarna blonde dengan gradasi pink di bagian poni nya. Pelajar mana yang berpenampilan seperti itu, yah kecuali di sekolah khusus untuk persiapan selebriti sih.


Oh apa mungkin bisa saja gadis blonde ini merupakan seseorang yang sedang bersiap untuk menjadi selebriti?


Gadis berambut blonde dengan gradasi pink itu bercermin dan memperbaiki riasan nya yang berantakan sedikit. Usai bercermin ia langsung memposisikan diri nya untuk duduk yang lebih nyaman.


Tak sengaja ia melihat kartu nama yang di pegang oleh arin yang tertidur lelap. Seperti kenal dengan kartu itu, gadis itu langsung mengambil nya pelan-pelan dari arin.


Agensi Berrywest memang populer karena aktris dan aktor serta idol yang di naungi oleh mereka memiliki popularitas yang sangat hebat. Sehingga berlomba-lomba para anak muda yang ingin berkecimpung dalam dunia entertainment mengikuti audisi jika agensi itu mengadakan audisi terbuka.


Namun, meskipun begitu BW entertainment tak sembarangan untuk memilih seseorang yang akan di jadikan trainee pada audisi itu. Dan tentu saja tak sembarangan orang yang ditawari langsung dengan diberi kartu seperti ini secara langsung.


Jika benar ini merupakan kartu BW ent dan bukan penipuan, ada dua pilihan. Antara bakat nya bersinar atau....


Tiba-tiba Arin terbangun, memastikan sudah sampai mana ia berada ia segera mengecek ponsel nya dan ternyata masih ada waktu 25 menit lagi. Sial lagi-lagi terbangun terlalu cepat pikirnya. Arin segera mengangkat kepala nya menyisihkan rambut yang menutupi wajah nya dan kini wajah nya...


Wajah nya yang bersinar?


Sedikit takjub gadis blonde itu melihat wajah arin yang terangkat setelah menunduk sedari tadi karena terlelap.


Wah gila, pantas saja di berikan kartu secara langsung, ternyata memang benar-benar bibit selebriti.


Gadis blonde yang takjub di sebelah nya itu langsung saja angkat bicara dan mencoba mengobrol dengan arin yang bagaikan bidadari itu. Hatinya terus menggumam kan apa benar ada orang biasa secantik ini.


"Hey! Jadi kapan kau akan ke gedung?" tanya nya tanpa basa basi membuat arin kebingungan.


"Maksud ku ke gedung BW untuk membicarakan kontrak mu" jelas gadis blonde itu lagi sambil menunjukkan kartu agensi itu lagi.


"Sejak kapan kartu itu ada bersama nya?" pikir arin.


Gadis blonde yang tersadar akan situasi langsung dengan cepat mengatasi nya.


"Ah aku tidak bermaksud, aku mengambil nya saat terjatuh tadi, kupikir ini milik mu" jelas nya dengan santai, dan tentu saja itu semua adalah kebohongan.


"Omong-omong nama ku Levicha, panggil cha saja biar cepat akrab" jelas gadis blonde itu memperkenal kan diri dan santai.


Cha ingin lebih dekat dengan arin, kapan lagi bisa berteman dengan calon selebriti pikir nya. Mengingat cha yang merupakan seorang selebgram, akan sangat menguntungkan jika kelak mempunyai hubungan dekat dengan seorang bintang.


Arin yang terdiam berpikir lama bagaimana mungkin ada yang mengajak nya bicara lebih dulu, terlebih lagi gadis modis di samping nya ini sangat ramah pada nya.


"Baiklah cha, panggil saja aku arin" balas arin dengan senyuman nya yang membuat levicha terpesona kagum.


"Cantik nya" ucap levicha terkagum-kagum.


Begitu pun dengan arin yang juga mengagumi cha.


"Cantik sekali seperti aktris" batin arin.