
Beberapa saat sebelum nya...
Jake mengambil segelas lemonade dan segera mencampur serbuk tidur ke dalam nya. Meskipun ia sedang berdempetan dengan angela tentu saja itu tak menghalanginya. Pokoknya ia harus bisa mendapatkan arin malam ini, hanya itu yang dipikirkan nya.
Senyum licik nya muncul saat melihat arin yang sudah di tinggal oleh teman nya guzel itu. Ini saat yang tepat, langsung saja ia menyuruh angela, gadis yang pura-pura dikencani nya itu untuk memberikan minuman itu pada arin.
Dan semakin puas nya jake saat melihat kedua gadis itu angela dan arin memasuki ruangan yang sudah direncanakan nya itu. Sempurna! Benar-benar seperti dugaan.
"Jake seperti nya dia sudah masuk, cepat lah kau cicipi dia" ujar salah seorang pemuda yang ada di pesta itu pada jake yang sedang menunggu timing yang pas.
"Kau pancing saja angela untuk keluar, setelah itu kita bergantian mencumbu arin" Balas jake yang sudah tidak sabar.
Benar saja lelaki bernama jacob itu dengan trik nya memancing angela untuk segera keluar dari ruangan. Setelah keluar angela mencari-cari keberadaan jake, tetapi tidak dapat di temui nya sama sekali. Menyadari itu jacob dan kedua teman nya mencoba membuat angela melupakan jake sejenak.
Tak ada salah nya juga bercumbu dengan gadis ini pikir jacob. Baru saja tangan nya hendak menyentuh angela, angela langsung menepis sentuhan jacob yang belum sempat menyentuh nya itu.
Tentu saja angela hanya bisa memberikan tubuh nya hanya pada lelaki yang disukai nya saja. Angela yang sedikit tidak nyaman langsung pergi mencari guzel namun tidak berhasil menemukan guzel. Menyadari angela yang akan segera pergi, jacob langsung dengan sigap mengatasinya.
Jacob dan kedua teman nya itu mencoba menahan angela dengan sedikit paksaan, membuat angela tak bisa menghindar dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Guzel yang semula sedikit jijik dengan keadaan pesta ini perlahan menikmati pesta karena teman lama nya yang cukup asik membuat nya terbuai dengan suasana.
Sedangkan arin? Arin yang malang itu kini terbaring tak berdaya di atas sofa berwarna cream.
Mereka bertiga benar-benar berpisah, siapa sangka tak sekedar berpisah sementara, tetapi mereka benar-benar berpisah untuk seterusnya. Kejadian ini benar-benar menyebabkan perpisahan yang menyakitkan untuk mereka bertiga.
...
Jake yang sudah tiba di dalam ruangan tempat arin berada itu langsung saja mengunci pintu dan memposisikan diri nya perlahan berada di atas tubuh arin yang sudah tak berdaya itu.
Arin langsung saja berteriak lemah saat merasakan sentuhan-sentuhan yang tidak biasa itu memenuhi tubuh nya. Arin mencoba meronta tetapi sungguh tubuh nya saat ini benar-benar tak bertenaga dan merasakan kantuk yang luar biasa.
Air mata membasahi pipi arin, yang semula hanya beberapa tetes, kini menjadi aliran deras tak berhenti saat menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukan nya di situasi nya saat ini.
Arin mencoba melawan lagi tetapi tetap saja tubuh nya yang lemah itu akan kalah dengan jake. Jake yang sudah semakin terangsang oleh arin langsung melepaskan cardigan milik arin dan menahan kedua tangan arin di atas kepala nya.
Setelah melepas cardigan itu, bahu arin yang tajam itu sangat mempesona, dan juga dalaman yang digunakan arin bertali tipis itu membuat belahan dada nya terlihat sedikit. Sangat menggoda hingga jake benar-benar kehilangan akal sehat nya.
Jake membuat tanda kepemilikan nya di tubuh arin tepatnya pada leher, baju dan juga bagian dada milik arin. Hal itu benar benar menakutkan dan membuat arin hampir gila dan stress berkepanjangan.
Hanya sampai situ yang diingat arin, setelah nya arin pingsan karena rangsangan obat tidur yang sudah tercampur dengan lemonade miliknya semakin tak tertahankan.
Flashback off
Tapi tunggu sebentar bukannya barusan ia bilang 'kejadian yang tidak sempat ia lakukan?'
Apa itu berarti arin benar-benar belum berhasil disentuh oleh jake?
Tetapi kenapa orang-orang memperlakukan nya seperti gadis murahan yang sudah tak suci lagi karena menjual diri? Ini benar-benar tidak adil.
Ketidakadilan ini membuat dada aron terasa sesak, ingin rasanya memaki lelaki berengsek yang berada di depan nya saat ini.
"Enyahlah sialan!"
Akhirnya hanya dua kata itu saja yang sanggup dilontarkan arin. Arin benar-benar kehilangan pikirannya karena bertemu bedebah jake itu, membuatnya tak bisa berpikir jernih.
Tanpa pikir panjang lagi, arin yang semula masih membeku langsung melepas genggaman jake dan berlari keluar dari tenda streetfood itu. Menjauh dari sana membuat arin menjadi kebasahan oleh hujan.
Tetapi arin yang sudah tak bisa berpikir jernih hanya melanjutkan tindakannya tanpa berpikir panjang. Yang penting ia bisa menjauh dari bedebah itu, hanya itu saja yang ada di pikirannya.
Rasa sesak yang tak bisa lepaskan itu membuat arin menangis sejadi-jadinya. Menangis di antara air hujan itu membuatnya benar-benar seperti orang yang menyedihkan.
Sungguh sakit rasanya, setelah apa yang dialaminya dan cemooh yang selalu diterimanya bagai tak bisa menolak. Sedangkan pelaku seperti jake bisa dengan mudah bebas begitu saja setelah melakukan hal keji terhadap nya.
Dan bahkan sekarang bedebah jake itu dengan sangat bangga menemuinya dan berbicara hal yang membuatnya mengingat masa lalu nya yang sangat kelam itu.
"Jake berengsek, mati sajalah kau" gumam arin terus-terusan.
Dan karena hanya itu sajalah yang bisa dilakukan nya. Ia tak memiliki kuasa untuk melawan orang bermateri seperti jake, sudah pasti ayah nya yang berprofesi sebagai jaksa itu akan melakukan segala cara untuk membela putranya sekali pun putra nya lah yang bersalah.
Jadi hingga kini arin hanya bisa menerima semuanya dengan perasaan sesak yang menyakiti nya. karena memang...
...memang tak ada yang bisa dilakukannya.
Arin menangis lagi, menangis dan menangis.
Bertemu dengan jake si berengsek itu tak bisa membuatnya berhenti dengan kenangan buruk yang dialaminya di masa lalu.
Guyuran air hujan yang bagai menghantam dan menerjang itu seolah tak terasa bagi nya, karena saat ini tak ada yang dirasakan nya akibat kenangan buruk itu.
Setelah cukup lama menangis diantara guyuran hujan itu, chan langsung berdiri di depan arin, memayungi arin untuk melindungi tubuhnya yang sudah terlanjur kebasahan itu.
Arin yang merasa seperti ada yang mendekati nya langsung memastikan dengan mata sembab dan wajah yang basah karena hujan dan air mata itu. Setelah memastikan bahwa itu adalah chan barulah ia sedikit merasa tenang.
"Kenapa lama sekali!" ucap arin lirih menahan sesenggukan dan tangisannya yang tak lagi terbendung.