BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Usai ujian



Setelah berkutat sendiri dengan pikirannya tadi malam, tak terasa kini sudah pukul 8 pagi. Arin terbangun karena suara pintu yang berisik akibat kepulangan ibunya.


Arin ingin segera beranjak dari tempat tidur lalu menyiapkan sarapan yang lezat untuk disantapnya nanti bersama chan. Tetapi entah mengapa rasa malasnya lebih besar dan berakhir membuatnya hanya berbaring saja di atas tempat tidur.


...


Ibu arin mencoba memanggil arin beberapa kali tetapi sepertinya arin sedang berada di mood yang tidak baik sehingga ia hanya mengabaikan panggilan itu bersikap seolah-olah masih tertidur. Ibu arin pun menyiapkan sarapan sedikit, dengan bahan seadanya yang baru saja dibeli di supermarket.


Karena arin mengatakan bahwa hari ini chan akan datang untuk belajar bersama. Tentu saja ibu arin menyambut baik hal itu. karena chan jugalah yang telah membantu putrinya, terutama dalam pelajaran di sekolah.


Ibu arin berniat untuk mengundang chan makan malam bersama, untuk merayakan nilai UTS arin yang meningkat itu. Tetapi hingga kini akan menyambut ujian semester pun, niat itu belum juga dilakukan karena ibu arin yang sibuk bekerja.


Mendengar suara piring dan juga wajan yang bergesekan membuat arin terbangun segera. Sudah pasti ibunya itu sedang membuat sarapan, setidaknya arin harus membantu, karena ibunya pasti sudah kelelahan usia bekerja semalaman.


"Aku saja yang memasaknya, ibu ganti baju saja" ucap arin pada ibunya yang masih mengenakan baju mininya itu.


Yah alasan lain arin tentu saja karena ia tak ingin kejadian yang lalu terulang lagi, kejadian saat chan datang dan ibunya yang masih berpakaian tidak senonoh itu.


Ibu arin menurutinya dan segera berganti pakaian.


...


Arin menyiapkan 3 porsi sarapan saat ini, tak ada yang spesial hanya beberapa ham dan juga telur yang dihiasi dengan sayuran segar untuk lalapan. Setelah sekian lama arin baru tahu bahwa ternyata chan menyukai selada es yang dicampur dengan jamur setengah matang.


Sehingga karena itu juga arin meminta ibunya untuk membeli jamur dan selada es. Karena arin berniat untuk membuat sarapan dengan menu kesukaan chan. Agar sesekali tidak hanya chan saja yang terus memberinya sarapan.


Usai menyiapkannya dengan sempurna, Arin langsung membenahi meja dan kompor agar terlihat bersih. Mencuci piring kotor dan menyiapkan minuman.


Setelah selesai dengan urusan dapur, arin segera melakukan ritual di pagi hari yaitu mandi dan mencuci rambut. Sialnya ini sudah hari ke lima ia tak mencuci rambut karena cuaca yang terlalu dingin.


...


Usai mandi dan berdandan sedikit, arin langsung memeriksa ponselnya untuk memastikan kabar dari chan. Dering ponsel yang berbunyi tak lama setelahnya membuat arin langsung menerka-nerka pesan itu pasti dari chan. Benar saja chan mengabari bahwa ia akan segera berangkat menuju kediaman arin untuk belajar bersama sesuai janji kemarin.


Karena mendapat kabar demikian, arin sekali lagi langsung memeriksa keadaan rumahnya mulai dari dapur, ruang tamu hingga kamar mandi. Sempurna! Semuanya sudah beres.


Usai itu arin kembali lagi ke kamarnya, menyiapkan buku pelajaran dan alat tulisnya sembari menunggu chan. Tak lupa arin juga membawa sarapan mereka berdua ke dalam kamar, karena tak memungkinkan untuk sarapan di dapur yang tak ada penghangat itu. Karena di rumah arin, hanya ada dua penghangat dan pendingin yaitu di kamar nya dan di kamar ibunya.


...


Ketokan pintu dari luar membuyarkan arin dari pikirannya, sudah pasti itu chan pikir arin. Arin langsung berjalan menuju pintu dan mempersilahkan chan untuk masuk. Keduanya saling tersenyum satu sama lain, seperti tak ada lagi kecanggungan di antara mereka.


Yah benar saja, karena banyak waktu yang mereka habiskan bersama membuat mereka semakin dekat tentunya. Chan saja tak menyangka bahwa mereka sudah berada pada tahap sedekat ini.


Mengingat betapa angkuhnya arin yang dulu yang selalu menatapnya dengan tatapan kesal. Kini tatapan itu justru berubah menjadi tatapan lembut yang memandang chan dengan tulus dan gembira. Seperti saat ini saja, chan mendapati arin menyambutnya dengan tatapan lembut dan senyuman termanis yang pernah dilihatnya.


Ah sial melihat itu chan ingin segera meleleh seperti lilin saja. Karena sungguh arin saat ini yang dilihatnya terlihat begitu indah.


“Chan! Kita sarapan dulu aku sudah memasak tadi, hanya sarapan sederhana” ucap arin yang masih saja belum menghilangkan senyumannya.


“Tentu saja” jawab chan setuju.


Mereka menikmati ham serta salad segar yang dibuat oleh arin tadi. Sambil berbincang-bincang sedikit tentang pelajaran, oh iya dan juga tentang cha dan leo.


Entah bagaimana kelanjutan hubungan mereka, tetapi yang pasti alfin mendapatkan cita-cita baru akhir-akhir ini. Yang mana alfin berniat membangun bisnis tentang kebutuhan hewan peliharaan terutama anjing, setelah lulus sekolah.


...


Usai menyelesaikan sarapannya, mereka langsung saja melanjutkan pembelajaran untuk ujian besok. Yah hari senin ada dua mata pelajaran yang akan diujiankan yaitu sosiologi dan pendidikan kewarganegaraan. Karena ini adalah mata pelajaran yang memerlukan ingatan, jadi chan sudah meringkaskan materi yang sekiranya akan keluar di ujian nanti, agar dihafalkan saja oleh arin.


Tentu saja karena arin yang sibuk menghafal dan chan yang juga sibuk mencari di mesin pencari untuk menyelesaikan latihan soal, membuat mereka berdua lebih banyak diam. Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan jam untuk makan siang, sehingga mereka menyudahi dahulu dan memesan makanan dari aplikasi pesan antar.


.....


Hari ini adalah hari senin, hari pertama ujian berlangsung. Karena ini adalah ujian semester, jadi setiap siswa dan siswi sudah diberi nomor ujian masing-masing, yang mana setiap kelas hanya terisi oleh 20 siswa saja. Hal itu membuat chan dan arin terpisah kali ini. Tapi tak masalah toh dalam masa ujian seperti ini tak mungkin kan ada interaksi jadi berpisah seperti ini tak masalah.


Karena hal itu, ruang kelas sosial 11.2 terbagi menjadi dua, yang mana ruangan pertama berisi 15 siswa yang berakhir di Levicha dan ruangan kedua yang berakhir di Trixie Xevaqui. Sialnya karena kelas sosial 11.2 berjumlah 31 siswa, membuat Yogo Balthasar menjadi terasingkan di ruangan yang bersisi siswa dan siswi dari sosial 11.3.


....


Waktu demi waktu berlalu hingga tak terasa ini adalah hari terakhir ujian. Ujian ini ditutup dengan ujian mata pelajaran etika bisnis. Usai menyelesaikan ujiannya para siswa dan siswi langsung saja berlarian dan berhamburan untuk keluar kelas dan menuju tempat yang ingin dituju.


Ada yang menuju rumah, ataupun jalan-jalan menikmati liburan musim dingin ini. Begitu juga dengan 5 serangkai ini, seperti janji yang sudah mereka kumandangkan hari itu. Yang mana mereka akan menghabiskan liburan kali ini di villa milik keluarga chan.