BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Tak ada yang spesial



Hari senin...


Sesuai janji miss deana di hari jumat lalu, hari ini adalah pertukaran tempat duduk baru. Dan seperti yang sudah-sudah, perwakilan dari tim belajar yang baru diminta untuk mencabut undian untuk mengetahui tempat duduknya dan pasangannya.


Darren, sebagai pasangan narin, ia langsung maju lebih dulu tanpa berdiskusi dahulu dengan arin. Tapi itu tak masalah sih bagi arin karena ia juga tak ada niat untuk mengambil nomor undian itu.


Sepertinya keberuntungan arin habis terpakai untuk menaikkan rangking. Sehingga kali ini, keberuntungan seolah tak ingin menghampirinya lagi. Pasalnya bagaimana mungkin ia benar-benar berada jauh dari teman-temannya.


Lagi-lagi ia mendapat posisi duduk paling belakang, bersama darren pula. Tangan darren sepertinya membawa kesialan! Mengambil nomor undian saja tak becus.


Usai semua perwakilan mengambil nomor dan sudah mengetahui urutan tempat duduknya, semuanya langung bergegas untuk pindah ke tempat duduk yang baru bersama pasangan tim belajar yang baru juga.


Cha sebagai ranking terakhir itu kini berpasangan dengan chan, yang duduk di posisi nomor 2 dari depan di sudut. Leo duduk bersama tasanee ploy di nomor urut pertama di sudut juga, tepatnya di depan chan dan cha. Oh di sana juga ada alfin yang duduk bersama malivalaya, tetapi kini ia berada di nomor urut 2 di tengah, tepatnya di sebelah chan dan cha.


Arin benar-benar terpisah dari mereka berempat. Ingin rasanya arin kembali menjadi ranking terakhir saja. Eh tidak, tidak!


Arin tarik kembali perkataan itu, tentu saja arin ingin prestasi nya meningkat pesat seperti sekarang ini. Tetapi arin hanya benar-benar tak menyangka bahwa peningkatan ranking nya itu membuatnya menjadi terjebak dengan darren.


"Bagaimana rasanya berpisah dengan si jangkung payah itu?" ucap darren memulai percakapan dengan arin.


Arin hanya memandangnya sebentar lalu kembali fokus pada catatan pelajaran yang diberikan chan.


Melihat reaksi arin, darren langsung merasa sedikit kesal dan berusaha untuk menarik perhatian arin lagi.


"Wow, ternyata kau sudah rajin belajar ya sekarang. Kalau begitu mengapa tak dari dulu saat berada di kelompok ku kau giat seperti ini?" ucap darren menyinggung arin yang masih sibuk membaca catatan.


Melihat arin yang sepertinya tak ada niatan untuk merespon nya, darren pun menyerah dan ikut membaca buku yang di baca oleh arin. Arin yang merasa tak keberatan, langsung saja meletakkan catatan yang sedang dibacanya itu di tengah-tengah, agar darren juga bisa membacanya bersamaan.


"Mereka terlihat serasi kan kai?" tanya hugo pada kairi yang sedang sibuk membenahi ransel nya.


Hugo yang melihat keakraban arin dan darren membuat jiwa-jiwa detektif cinta nya bergejolak. Yah hugo memang di kenal suka membaca buku komik romantis yang terkesan norak itu sih. Sehingga melihat arin dan darren membuat nya meneliti langsung seberapa cocok darren dan arin.


"Huh bikin geli saja kau wibu" ucap kairi menjawab pertanyaan hugo barusan.


"Lebih baik kau belajar saja, aku jadi semakin kesal jika kau membahas hal bodoh seperti itu lagi" tambah kairi lagi.


Kairi menjadi gampang emosi akhir-akhir ini karena bukan tanpa alasan. Tentu saja rangking nya yang turunlah menjadi alasan untuk membuat nya seperti itu. Sebelumnya ia dipasangkan dengan adelard pada tim belajar yang lalu.


Adelard di kenal sebagai berandalan sosial 11.2, karena ia yang sering tak masuk kelas saat jam pembelajaran berlangsung. Dan juga adelard sendiri termasuk dalam geng anak-anak nakal di sekolah.


Sehingga kairi menganggap bahwa satu tim bersama adelard lah yang membuat prestasinya menjadi merosot. Ditambah lagi sekarang ia malah satu tim dengan wibu ini. Apakah bisa ia meningkatkan prestasi nya jika berada satu tim dengan wibu penggila komik romantis ini?


...


Meskipun saat ini arin tak suka dengan posisi darren yang lebih dekat dengannya, namun arin tetap menahannya. Karena sekarang ia tak berniat untuk bertengkar dengan darren.


Tetapi apa-apaan si darren itu, kenapa malah ikut bersama arin membaca catatan yang diberikan chan. Apakah juga ingin mendapat ilmu dari chan, lewat catatan chan?


Agar ranking nya yang merosot itu juga ikut naik?


Yah arin tak terlalu perduli sih jika memang benar begitu adanya, pasalnya arin juga tak berambisi sebesar itu dalam meningkatkan ranking. Dan juga tak terlalu perduli jika memang darren ingin mendapatkan ilmu chan melalui arin.


Sehingga sekarang arin malah memindahkan buku catatan milik chan itu di tengah agar darren bisa ikut juga membaca catatan itu. Dan tak disangka ternyata si darren ini menjadi tenang dan lebih serius.


Yah darren memang termasuk urutan siswa yang pandai sih, karena itu meskipun sikapnya berengsek, namun tak bisa dipungkiri jika darren itu sangat pandai. Karena itu saat berada di awal kelas sebelas, berada di kelompok yang sama dengan darren sangat berguna bagi arin yang masih malas belajar saat itu.


Ditambah lagi di kelompok itu dulunya juga ada naomi dan hana. Yah dua gadis itu juga sangat pandai dalam belajar. Dan juga hana, sudah menjadi rahasia umum kalau hana menyukai darren. Ia bahkan rela, terkadang menyelesaikan tugas kelompok sendirian jika itu adalah permintaan darren yang terkadang malas belajar atau memiliki kesibukan.


Siapa lagi yang akan di suruh darren jika bukan hana. Arin? Haha apasih yang bisa diharapkan dari arin kala itu?


Naoki? Tentu saja gadis pembela keadilan itu tak akan mau jika harus bekerja sendirian, tetapi membagi nilai dengan orang yang tak ikut andil dalam kerja kelompok.


Yah begitulah kehidupan sekolah ini berlangsung.


Selesai membaca catatan yang pertama, kini arin pergi kepada chan untuk meminta catatan lagi yang bisa dibacanya. Tentu saja chan akan sangat senang hati membantu kekasihnya itu.


"Chan! Sudah selesai" ucap arin yang kini sudah tiba di tempat duduk chan dan cha.


Chan yang merasa didatangi oleh kekasihnya itu langsung saja menghentikan aktivitasnya yang sedang mengajari cha.


"Cepat juga, kalau nanti aku tanya tentang materi ini, kau harus sudah bisa menjawabnya ya" ucap chan sambil tersenyum menggoda kecil kekasihnya itu.


Cha yang melihat pemandangan itu, pemandangan saat chan yang bertatapan dengan arin itu, merasa ada yang janggal. Seperti ada latar berbunga-bunga yang memenuhi chan dan arin saat ini.


Langsung saja chan memberi catatan yang khusus dirangkum nya untuk arin dari tempat les nya. Dan itu membuat arin meninggalkan nya dan kembali ke tempat duduk.


Baru saja arin membuka catatan itu, si darren ini langsung ikut membaca lagi catatan itu. Dan kini membuat posisi tubuh nya semakin dekat dengan arin.


Tunggu apakah di darren berengsek ini ingin mendekati arin lagi?


"Huh bikin merinding saja" batin arin.