BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
Mengingat kembali (1)



Flashback on


Setelah pesta perayaan musim dingin hari itu arin langsung dilarikan ke rumah sakit dan segera ditangani dengan prosedur medis. Dari hasil pemeriksaan yang ada, ternyata arin pingsan karena kadar dosis obat tidur yang tinggi, di darahnya.


Usai tersadar arin yang mendapati dirinya sudah berada di rumah sakit mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi. Hal itu membuat nya langsung teringat tentang perlakuan jake yang sangat kurang ajar itu padanya.


Karena mengingat itu, ia lagi-lagi arin menangis, dan tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Arin mencoba menghubungi guzel dan angela, tetapi nihil. Kedua gadis itu tak menjawab panggilan darinya.


Suara tangisan arin membuat pasien di sebelahnya khawatir dan menanyakan kondisinya, takut-takut jika arin tiba-tiba merasakan kesakitan.


"Hei nak, kau tak apa? Apa ada yang sakit? Sebentar lagi suster akan datang bertahanlah sebentar" ucap pasien yang sepertinya berada di usia pertengahan 30an itu pada arin, usai ia memencet tombol untuk memanggil perawat.


Tak lama perawat pun tiba dan memeriksa arin, tetapi arin ingin segera pulang saja.


Awalnya agak sulit bagi arin untuk segera pulang mengingat bahwa arin tak memiliki wali. Ia juga tak berniat untuk memanggil ibunya, karena pasti ibunya akan sangat khawatir padanya.


Namun ternyata biaya perawatan arin sudah dibayar lunas oleh seseorang. Sebenarnya arin juga ingin tahu siapa pahlawan yang sedang bermurah hati itu. Tetapi kini ia hanya ingin segera pulang karena sudah sangat kelelahan.


......................


Usai menghabiskan akhir pekan dengan ingatan suram kemarin, tak terasa ini sudah hari senin. Ada keraguan di hati arin untuk bersekolah hari ini, rasanya ia ingin membolos saja untuk hari ini. Tetapi justru berada di rumah malah membuatnya semakin teringat jelas kejadian malam itu.


Sehingga ia berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi untuk pergi ke sekolah. Arin juga bertujuan untuk berbicara dengan guzel dan juga angela, pasalnya baik pesan mau panggilan, tak ada yang digubris satupun oleh mereka.


....


Usai sampai ke sekolah arin semakin terkejut dengan perlakuan orang-orang terhadap nya. Bagaimana tidak, baik anak perempuan maupun anak laki-laki memandang nya bagaikan tontonan, yang membuat arin semakin risih.


Arin bertanya-tanya dalam isi kepalanya, sebenarnya kenapa ia diperhatikan sampai segitunya. Tetapi ia tak mendapat jawabannya.


Arin segera buru-buru ke kelas untuk bertanya kepada angela dan guzel. Tetapi lagi-lagi ia tak bisa mendapatkan jawaban semudah itu pasalnya angela dan guzel tak hadir hari ini.


Akhirnya arin pun duduk saja, dan tak lama salah seorang anak laki-laki dari kelas nya itu, memperlihatkan sebuah foto. Foto itu memperlihatkan arin yang tak berdaya hari itu. Yang mana foto arin yang sudah terkulai lemas, dan entah bagaimana caranya dress panjang yang ia kenakan itu terlihat telah terangkat hingga memperlihatkan paha nya.


Arin terkejut bukan main saat melihat foto-foto itu tersebar, bagaimana cara nya foto itu tersebar?


Tidak, tidak. Kapan foto itu diambil, seingat nya meskipun sudah sangat lemah hari itu, ia masih bisa melawan sedikit perlakuan jake. Apa itu berarti foto-foto itu diambil saat ia pingsan.


Kalau begitu...


Kepala arin menjadi pusing kembali, ia tak tahu harus bertanya kepada siapa untuk meneriman jawaban yang jelas akan seluruh pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya saat ini.


Sekarang, orang-orang bahkan menatapnya sebagai gadis murahan. Terlihat jelas dari pandangan mereka yang terang-terangan menatap arin dengan tatapan jijik.


Tak sedikit pula lelaki yang menatapnya penuh fantasi, yang juga ingin mencobanya seperti yang di lakukan arin di foto itu.


Hancur sudah....


Dugaan-dugaan kotor yang memenuhi pikiran arin saat ini, membuatnya semakin ingin berteriak. Kemana lagi ia harus memastikan kejadian itu.


Arin bahkan pergi ke kediaman guzel dan angela, namun ia malah disuruh kembali saja oleh pelayan di sana, karena angela dan guzel juga tak ada di rumah.


Arin tahu itu bohong, pasti sekarang mereka berdua itu sedang bersembunyi dibalik selimut. Arin tak masalah dengan itu, tetapi setidaknya apa tidak bisa memberi penjelasan sedikit saja dan saling merangkul. Karena mereka bertiga hanya mempunyai satu sama lain.


......................


Sudah tiga hari sejak kejadian itu, kini arin sudah benar-benar paham. Dan mengikuti saja alur yang terjadi tanpa menepis sedikitpun. Karena sialnya pada alur yang diciptakan oleh si berengsek jake itu, justru ia lah yang menjadi bulan-bulanan.


Tak ada gunanya meluruskan kesalahpahaman ini, orang berkuasa seperti jake lah yang akan di dengar sampai akhir. Jadi mulai hari ini, arin bersekolah seadanya tanpa bersosialisasi dengan siapapun. Termasuk dengan angela dan guzel.


...


Guzel bertemu tatap dengan arin, yang mana langsung ia alihkan. Guzel pikir arin akan mendatangi nya dan meminta penjelasan, atau bahkan malah mengacau. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, arin justru juga memalingkan pandangannya.


Dilihat sekali lagi oleh guzel, kini tatapan arin yang lembut itu menjadi datar dan tak berekspresi sekali lagi.


Tak banyak yang dilakukan arin, saat makan siang, ia langsung pergi saja tanpa menunggu guzel dan angela. Saat jam makan siang pun beberapa anak laki-laki mencoba menganggu arin terang-terangan. mencoba mengajak arin untuk tidur bersama mereka.


Tetapi mereka semua langsung beranjak, saat jake menghampiri posisi duduk arin. Seolah mengatakan bahwa arin itu kini adalah miliknya.


Arin tak memberi respon apa pun saat jake menghampiri nya, ia terus melanjutkan makanan nya.


"Bagaimana, foto yang ku ambil itu? Bagus kan?" tanya jake yang tentunya tidak mendapat respon sama sekali dari arin.


Arin masih sama, tetap melanjutkan makan siang nya tanpa berkata apapun untuk membalas jake. Ia sudah lelah, dan akan menerima saja perlakuan orang-orang yang menyebutnya sebagai gadis murahan.


Karena tak ada gunanya juga memberi penjelasan. Mana ada yang akan percaya padanya. Bahkan teman nya sendiri, angela dan guzel kini juga menjauhi nya.


Ia benar-benar sudah muak. Sudah sangat lelah dengan semua drama ini.


...


Angela yang baru saja tiba di cafetaria, pandangannya langsung tertuju pada jake dan arin di sana. Ia tak tahu apakah itu masih kekasih nya atau sudah menjadi mantan kekasih. Tetapi yang pasti jake berengsek itu benar-benar sampah.


Jauh di dalam hati kecil angela, sejujurnya ia iri pada arin. Yang disukai jake sampai segitunya, sementara ia, ia hanya digunakan sebentar lalu dibuang tanpa peringatan.


Dan sekarang melihat jake yang kini sedang menikmati makan siangnya berdua dengan arin membuatnya semakin kesal terhadap arin. Karena rasanya angela bagai tak bisa membenci jake, meskipun sudah tahu semua ini adalah perbuatan jake. Sepertinya ia benar-benar sudah dibutakan dengan cinta sesaat dari jake itu.