BE MY GIRLFRIEND PLEASE

BE MY GIRLFRIEND PLEASE
H-3 seatap



Dengan persetujuan chan akhirnya mereka menentukan tanggal kapan mereka akan pergi ke sana. Dan setelah bersepakat tanggal 19 adalah waktu yang pas dan diakhiri tanggal 24 desember, karena mereka kan masih punya keluarga untuk merayakan malam natal bersama-sama.


“Hei alfin kedua gadis mu itu tak ikut? Ajak saja mereka!” ucap cha dengan semangat usai menyadari hal itu.


Tentu saja planning kali ini cha lah yang paling semangat.


Akhirnya alfin menjelaskan bahwa malivalaya dan tasanee tak bisa ikut karena akan segera berlibur ke bangkok untuk merayakan natal dan tahun baru di sana.


“Padahal kan kita bisa pulang tanggal 24 nya, ajak lagi dong alfin kan makin ramai makin seru” ucap cha dengan ekspresi sendu.


Berbeda dengan cha yang sangat semangat leo justru terlihat lesu sedari tadi, entah karena cha yang menyuekinya sejak selesai ujian itu atau karena hal lain. Posisi duduk cha berada tepat di samping leo dan itu membuat cha dengan mudah bertanya kepada leo untuk jawaban ujian pilihan ganda. Leo yang sudah jatuh hati pada cha tentunya akan memberikan kesan terbaik dan tentu saja memberitahukan jawaban adalah salah satunya. Salah satu usaha agar cha memandangnya sebagai lelaki.


Leo baru tahu akhir-akhir ini bahwa cha menyukai lelaki yang atletis, hal itu membuat leo ingin segera memasuki kursus atau semacam tempat latihan bela diri untuk membangun tubuhnya agar terlihat lebih bugar dan atletis.


Namun sampai sekarang leo belum memutuskan ingin mengikuti kelas bela diri atau kelas olahraga apa. Karena memang beberapa minggu ini ia hanya menyibukkan diri untuk ujian semester ganjil. Dan sekarangpun sama karena sebentar lagi mereka akan berlibur bersama dan tentunya secara tak langsung liburan ini membuatnya menginap di bawah atap yang sama dengan cha.


Leo semakin tak sabar saja!


“Karena ini adalah hari terakhir, bagaimana jika kita merayakannya dengan pesta ayam sekarang” ajak cha dengan mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan untuk mengajak keempat temannya itu setuju dengan idenya.


Leo langsung saja mengangguk dengan cepat dan membuat ketiga temannya itu mau tak mau langsung setuju dengan ajakan cha.


Kebetulan sekali tasanee dan malivalaya bertemu melewati posisi mereka saat ini. Cha langsung bertingkah manis dengan memeluk mereka berdua.


"Kami akan ke villa chan 3 hari lagi, kalian ikut ya!" ajak cha yang masih memeluk mali dan asa.


Hal itu membuat kedua gadis itu tertarik dengan ajakan cha dan langsung mengiyakan ajakan itu.


"Dasar alfin! Kau bilang mereka tak bisa ikut" ucap cha menatap alfin dengan sorot mata yang seolah marah.


Melihat itu asa langsung menjelaskan pada tahun menjelaskan pada cha agar tak semakin salah paham pada alfin.


"Ya kami memang akan pergi merayakan natal dengan keluarga besar di bangkok, tetapi karena cha mengajak kami tentu saja kami akan ikut, yakan Mali?!" ucap asa.


"Kami bisa pulang sehari sebelum kalian pulang, agar bisa tepat waktu sampai di rumah. Hehe kapan lagi bisa berlibur bersama teman begini" tambah asa lagi yang diakhiri dengan senyuman senang.


"Baiklah karena sudah setuju ayo kita makan ayam!!!" ucap cha lagi dan diikuti oleh ke enam teman-temannya itu.


"AYO!" ucap mereka serempak.


......................


Sesampainya di rumah, cha langsung saja menyiapkan berbagai keperluannya untuk berlibur 3 hari mendatang. Cha melakukan list untuk hal-hal yang diperlukan namun tak ia miliki saat ini, sehingga ia bisa pergi keluar dan membelinya segera.


Ayam goreng tadi membuatnya begitu kekenyangan, dan itu membuat cha khawatir tiba-tiba saat melihat perutnya yang terasa membesar di pantulan cermin.


"Besok ada pemotretan, matilah aku" ucap cha sedikit panik.


"Tidak boleh, aku akan olahraga setelah membeli kebutuhan ini dan tidak akan makan sampai esok hari" ucap cha meyakinkan dirinya sendiri.


....


From : Chayang ❤️


Aku ada di South market, datang ke sini dong


Ting!


Dering ponsel leo berbunyi, dan leo langsung memastikan isi pesan itu setelah tertegun sebentar melihat nama cha yang mengirimnya pesan pada layar notifikasi.


South market?


Langsung saja tanpa pikir panjang leo langsung mengambil mantelnya, memakai parfum andalannya dan menyisir rambutnya yang berwarna keemasan itu.


Leo langsung bergegas turun ke bawah dengan sedikit berlari kecil. Dengan bantuan supir pribadi keluarga alonso, tibalah leo di sana.


Leo langsung saja turun dan mencari-cari cha, oh itu dia gadis dengan mantel abu-abu itu. Leo langsung menghampiri cha yang masih sibuk memilih masker wajah itu.


Meletakkan barang ke dalam keranjang belanjaannya, langsung membuat cha tersadar bahwa leo sudah berada di belakangnya.


"Astaga kapan kau tiba?!" tanya cha sedikit terkejut.


Entah apa yang merasuki cha, kini ia tersenyum menyambut kedatangan leo. Dan itu membuat leo sangat senang.


Leo tak berusaha untuk tak salah tingkah karena hal itu, dan memutuskan untuk mengikuti cha berjalan dari belakang.


Rasanya seperti sudah ....


Maksudnya kegiatan yang dilakukan nya saat ini pernah ia lihat saat ia masih kecil dulu. Yang mana ibunya berjalan di depan dan ayahnya mengikuti dari belakang sambil mendorong keranjang belanjaan.


Hal itu membuat leo merasa seperti sudah berumah tangga bersama cha. Ah sial leo tak tahan lagi, ia ingin langsung terbang dari sini.


Pikirannya sendiri yang membuatnya selalu saja begitu, padahal cha hanya diam sedari tadi melihat-lihat belanjaan yang akan dibelinya.


"Ada apa? Kau sakit lagi?" tanya cha akhirnya yang merasa leo yang grasak grusuk sedari tadi.


Leo hanya membalasnya dengan senyuman dan gelengan kepala yang mengartikan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan oleh cha.


Yah cha melanjutkan lagi kegiatannya, yang kali ini memilih sabun mandi cair untuk di pakai bersama saat liburan nanti.


"Coba kau cium, aroma mana yang lebih baik?" tanya cha dan menyodorkan kedua sabun cair itu.


Yang satu beraroma vanilla dan satu lagi beraroma buah peach.


Leo memberikan pilihan pada sabun beraroma vanilla itu. Tetapi cha malah memilih sabun peach pada akhirnya. Leo hanya menggeleng tertawa melihat tingkah cha.


Begitu pun dengan hal lainnya, apa yang dipilih oleh leo, cha justru mengambil yang sebaliknya, yang berlawanan dengan pilihan leo.