
Bel istirahat berbunyi, menandakan waktu makan siang untuk seluruh penghuni sekolah. Jam makan siang ini adalah waktunya bagi arin untuk terlepas dari darren setelah setengah hari menghabiskan waktu.
Jam ini juga adalah kesempatan bagi arin untuk berkumpul bersama teman-temannya itu. Siapa lagi kalau bukan tiga serangkai dan cha. Cha yang mendengar bel makan siang berbunyi langsung saja meninggalkan chan yang lagi-lagi duduk di posisi sudut itu.
Cha langsung berlari menghampiri arin yang sedang mengemasi sedikit buku-buku pelajarannya.
"Ayo kita makan bersama, aku sangat merindukanmu" ucap cha yang langsung menggandeng arin dan menyenderkan kepala nya di bahu arin.
......................
Belum satu hari arin duduk bersama darren, rasanya sudah sangat menjengkelkan. Padahal saat awal kelas 11 dimulai rasanya tidak semenyebalkan ini saat satu kelompok bersama darren.
Apalagi tadi darren dengan sok akrab nya malah bergabung membaca bersama catatan yang diberikan chan. Diingat-ingat bikin kesal saja!
Yah meskipun tadi arin hanya diam dan menuruti darren saja sih, karena memang arin tidak ada tenaga untuk berdebat di pagi hari. Melihat itu arin langsung saja.
Yah tapi syukurlah, jam makan siang ini pada akhirnya tiba juga, sehingga ia bisa langsung berkumpul bersama teman-teman nya.
Eum... Dan juga kekasihnya.
Baru sebentar saja mereka duduk di meja yang sama untuk makan siang, tiba-tiba darren menghampiri mereka. Dengan santainya ia duduk di meja itu dan menikmati makan siangnya. Entahlah apa ia benar-benar menikmati makan siang nya atau tidak.
"Aku tidak punya teman untuk makan bersama, santai saja aku tidak akan berbicara dan mengganggu" ucap darren usai mengunyah satu suapan.
"Selesai makan aku akan langsung pergi" tambah darren lagi, sambil menunduk.
Meskipun memang benar begitu tetap saja sangat tak nyaman jika ada darren, batin mereka berlima. Apalagi mereka tak sedekat itu dengan darren untuk bisa makan bersama.
"Apasih menggangu saja, jangan pura-pura dekat, tadi pagi aku membiarkan mu karena malas berdebat. Bukan karena senang didekati oleh mu" ucap arin yang tak diminta darren untuk menjawab.
Akhirnya mereka berlima, oh bukan mungkin berenam menikmati makan siangnya. Entahlah apa mereka benar-benar menikmati makan siangnya.
"Hey Darren! Memangnya mengapa tak bergabung dengan naoki dan hana saja? Kau kan dekat dengan mereka!" ucap cha tiba-tiba usai benar-benar tak bisa menahan lagi rasa tak nyamannya.
"Si naoki yang lembut itu mencampakkan mu ya?!" tanya cha lagi yang kini menutup kedua mulutnya seolah-olah terkejut dengan pernyataan dan dugaannya sendiri.
Astaga benar juga.
Karena dari kabar yang ada, mereka bertiga terlibat cinta segitiga. Hana yang menyukai darren, dan darren yang malah menaruh hati pada naoki.Tetapi tentu saja itu tak benar sepenuhnya. Karena bagian yang benar hanya pada hana yang menyukai darren saja.
Karena darren kan menyukai arin.
"Anak baru tak bisa makan saja? Tak baik berbicara sambil makan" jawab darren yang berhasil membuat cha semakin dongkol.
"YA! AKU TAK BISA MAKAN JIKA ADA KAU, JADI PERGI KE TEMPAT LAIN DONG DASAR BEDEBAH!!" ucap cha dengan nada yang sedikit keras sehingga perhatian para penghuni cafetaria mengarah kepada mereka berlima, oh maksudnya mereka berenam.
"Mulai hari ini aku adalah rekan belajar arin di tim yang sama. Memang apa salahnya makan siang bersama rekan sendiri" jawab darren lagi tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Darren langsung melanjutkan makan nya lagi, dan benar saja ia selesai lebih dulu dan segera meninggalkan meja itu.
Cha yang sebelumnya merasa sesak langsung saja menghentikan aksinya yang sedang makan itu dan langsung bersandar di kursinya.
"Huh! Aku jadi tak selera makan, sepertinya ini saat yang pas untuk mendukung diet ku" ucap cha.
Arin pun juga melepaskan sendok dan garpu dari tangannya dan menatap tak selera pada makan siangnya itu.
Baru satu hari, tidak belum ada satu hari rasanya sudah sangat menyesakkan jika bersama darren. Bagaimana untuk sebulan ke depan?
Apakah arin bisa bertahan?
......................
Karena menjadi tak berselera menikmati menu cafetaria, sehingga mereka berlima memutuskan untuk memesan fast food lewat delivery saja. Kebetulan masih ada waktu sebelum pelajaran berikutnya. Dan ini adalah waktunya memeras rekening milik chan.
Sebenarnya bukan mereka berlima sih yang merencanakan ini, tetapi hanya mereka berempat saja. Karena cha yang sedang diet katanya.
Tentu saja lagi-lagi karena pekerjaan model nya itu. Sehingga terkadang membuat cha terlalu memaksakan diri agar terlihat sempurna di kamera. Awalnya Arin sempat khawatir dengan kondisi cha, tetapi cha bilang pekerjaan ini membuatnya sangat bersemangat. Karena cha merasa sudah seperti model terkenal yang ada di BW Ent.
Yang mana para model harus rela menahan lapar agar tetap menjaga tubuh dan wajahnya tetap ramping dan tegas. Dan cha menikmati itu semua.
Sehingga jadilah sekarang ini, pizza yang sudah tiba, hanya mereka berempat yang menikmatinya. Dan cha hanya menikmati salad organik saja sendirian ditemani dengan minuman bakteri baik.
Sesekali alfin mencoba menggoda cha dengan sepotong pizza itu. Yang mana alfin menyodorkan pizza beef itu kepada cha. Dan itu membuat cha sedikit kesal karena cha menjadi tak bisa menahan untuk tidak makan pizza. Padahal kan Cha ingin tampil sempurna di kamera.
"Baiklah satu suap saja" ucap cha pada dirinya sendiri, dan tentu saja terdengar oleh teman-temannya.
Cha langsung membuka mulut, memberi kode kepada arin, agar arin menyuapi nya dengan sepotong pizza.
Dan tentu saja setelah itu cha benar-benar tak bisa menahan lagi, dan langsung melahap habis suapan dari arin. Kini cha juga mencoba pizza kismis yang sedang di pegang leo. Sepertinya cha benar-benar gagal diet hari ini.
"Dietnya besok saja" ucap cha dengan mulut yang penuh dengan pizza.
Leo yang melihat sikap cha hanya tersenyum tipis, dan semakin menyukai cha. Haha bisa-bisanya ada gadis yang menggemaskan seperti cha. Tetapi tidak boleh ya, karena leo tak boleh menyukainya atas permintaan cha.
Usai puas menikmati pizza yang kini hanya sisa beberapa saja, mereka berlima akhirnya kembali ke kelas. Tak lupa juga salad cha yang masih bersisa banyak karena belum sempat ia habiskan akibat tergoda pizza.
Cha menutup salad itu rapat-rapat dan menyimpannya untuk dimakan nanti saat pulang sekolah sebelum pergi ke studio foto.