
Usai melihat daftar itu arin senang bukan main karena jika dihitung ternyata ranking nya naik tujuh tingkat yang membuatnya bangga pada diri sendiri. Ia langsung melihat chan yang juga senang bukan main dengan pencapaian kekasihnya itu.
Bukan nya mencari namanya terlebih dahulu, justru chan malah langsung mencari-cari di urutan mana arin berada. Yah tak ada guna nya sih mencari nama chan. Sudah pasti nama Chaiden Mitchello Givenchen itu berada di urutan paling atas.
Omong-omong posisi juara 3 besar tak berubah sama sekali ya. Oh Leo juga meningkat! Ia juga meningkat 6 ranking. Wah leo hebat juga! Bisa mengalahkan naoki dan kairi.
"Baiklah karena sudah melihat urutannya sekarang waktu nya miss juga akan mengumumkan urutan prestasi dari tim belajar" ucap miss deana yang membuat siswa-siswi langsung memperhatikan mereka.
"Jadi yang memiliki skor penilaian tertinggi adalah tim dari martino dan trixie! Ayo kita beri tepuk tangan" ucap miss deana sedikit heboh untuk mengundang peserta didik nya itu ikut bertepuk tangan bersamanya.
Sesuai janji miss deana hari itu, martino dan trixie diberi hadiah saat itu juga. Waktu itu mereka berada di ranking tengah, martino yang berada di urutan 15 dan trixie yang berada di urutan 16. Kini ranking mereka benar-benar naik, karena itu juga makanya mereka memperoleh skor terbaik untuk tim belajar.
Hanya hadiah kecil-kecilan yang diberi Miss deana, yang mana hadiah itu tentu saja sangat bisa jika dibeli langsung oleh martino dan trixie. Tetapi mendapat nya dengan cara ini lebih baik pikir mereka, sehingga mereka berdua merasa sangat senang hari ini.
Terlihat dari senyuman yang terukir di wajah mereka. Oh iya sepertinya mereka berdua juga cinlok nih. Karena tim belajar ini juga sepertinya membuat beberapa tim menjadi kasmaran satu sama lain. Apa ini 'bersahabat' yang dimaksud oleh miss deana?
Ternyata ranking alfino juga meningkat, sepertinya ranking mereka benar-benar meningkat semua kecuali chan yang tetap dalam posisi yang sama. Oh tentu saja setelah dilihat kembali, cha!
Ternyata cha berada di tingkat terakhir menggantikan posisi arin. Ada sedikit rasa tawa yang ditahan arin, ternyata cha juga tidak terlalu pandai dalam belajar. Sama sepertinya.
Tetapi ia tarik lagi tawanya itu saat melihat cha yang duduk sendirian itu menjadi sedikit murung.
Kasihan!
Tiba-tiba suara bel berbunyi yang mengumumkan kepada setiap guru untuk segera ke ruang rapat. Sehingga itu membuat miss deana segera buru-buru untuk meninggalkan ruang kelas.
"Anak-anak sepertinya pembagian tempat duduk untuk tim belajar yang baru, kita lakukan hari senin saja ya, karena miss akan pergi ke ruang rapat sekarang"
"Semangat semua! Apapun yang kalian dapat hari ini jangan putus asa ya, karena apa?" tanya miss deana tentang slogan kelas mereka.
"IKAN TIDAK BISA MEMANJAT, DAN LALAT TAK BISA BERENANG" ucap penghuni kelas secara serempak.
Yah miss deana memang suka memberi semamgat dan slogan-slogan unik untuk menambah semangat pada siswanya. Agar siswanya itu dan merasa mudah gundah karena harus belajar berjam-jam di sekolah.
Setelah miss memberi semangat pada siswa nya itu, ia pun langsung pergi meninggalkan kelas untuk menuju ruang rapat.
.....
Melihat cha yang agak murung itu, arin pun langsung menghampiri cha ke tempat duduknya. Cha yang merasa didatangi oleh arin langsung saja menjulurkan kedua tangannya, seolah tak sabar ingin memeluk arin dan meluapkan kesedihannya itu.
"Arin, ternyata sulit juga berada di sekolah ini, aku jadi tahu perasaan mu sekarang" ucap cha akhirnya yang berhasil menyandarkan tubuh nya pada arin.
"Kalau kau ranking terakhir juga tidak buruk kok, tenang saja nanti kau akan satu tim dengan chan! Pasti ranking mu akan meningkat jika satu tim dengannya, lihat saja aku" ucap arin yang berusaha menghibur cha soal permasalahan ranking itu.
Karena memang peringkat arin dan alfin yang meningkat itu semua diperoleh karena bantuan dari chan yang selalu mengajari mereka bahkan jika sudah lelah setelah les sekalipun. Kalau leo sih, bagaimana ya cara bilangnya. Leo itu memang sudah pintar, sebelas dua belas dengan chan.
Hanya saja belum bisa menyaingi chan. Jangankan chan, menyaingi kezia saja ia belum bisa. Tetapi tetap saja, tanpa bantuan chan pun, leo tetap bisa mengikuti kelas dan pelajaran. Tidak seperti arin dan alfin yang akan runtuh seketika tanpa bantuan chan.
...
Berbicara dengan tentang ranking, berarti kali ini arin sudah tak satu tim dengan chan lagi. Lalu dengan siapa ia akan duduk?
Arin langsung mencari-cari lagi di daftar rangking untuk melihat siapa yang kemungkinan akan satu tim bersamanya.
Sepertinya kali ini ia akan satu tim bersama darren sampai semester ini berakhir. Syukur-syukur jika tim belajar ini hanya berjalan selama satu bulan saja. Tetapi tetap saja satu bulan bersama darren pun rasanya akan muak juga.
......................
Karena ini adalah jam kosong, jadi beberapa penghuni kelas terlihat keluar dari ruangan. Yah seperti biasa ada yang membeli cemilan atau bahkan ada yang pergi ke teater bersama grup pertemanannya.
Melihat tiga gadis itu naura, calista dan hana mendadak arin jadi mengingat dengan guzel dan angela. Mereka yang juga sering membolos dan menghabiskan waktu ke teater.
Padahal mereka masih berada di sekolah yang sama, meskipun berbeda kelas tetapi rasanya semakin jauh saja dengan kedua teman lama nya itu.
Arin jadi sedikit penasaran dengan angela dan guzel. Apa nilai mereka juga meningkat? Atau malah tetap berada di urutan bawah seperti saat di kelas 10.
Baru saja melamun sebentar, tak sengaja arin yang sedang menjadi sandaran cha bertemu pandang dengan darren. Darren terlihat sedang menatap nya intens. Tetapi dengan cepat arin melarikan pandangannya.
Sial!
Alfino mendatangi mereka, cha dan arin. Memamerkan ranking nya yang juga naik pesat. Alfin bercerita ia tak sabar ingin segera menunjukkan itu pada ibu nya. Dan ia juga berterimakasih pada chan yang sudah banyak membantunya.
Yah baik arin maupun alfin, mereka berdua merasakan hal yang sama. Yaitu merasa kenaikan pesat ranking mereka ini merupakan campur tangan dari chan yang dengan tulus mengajari mereka.
......................
Hari senin...
"Bagaimana rasanya berpisah dengan si jangkung payah itu?" ucap darren memulai percakapan dengan arin.
Kini mereka berada di satu meja yang sama sebagai tim belajar yang baru.