
Setelah kepergian suaminya Zoya kembali ke kamar. Wanita cantik itu berbaring di samping anaknya yang tengah terlelap. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Nio memang mengambil penerbangan malam untuk beristirahat sebelum esok pagi memulai melihat jalannya syuting.
Zoya tersenyum menatap anak tampan yang memiliki wajah perpaduan dirinya juga Nio. Batita itu Masih sedikit demam terbukti tubuhnya yang sedikit hangat dari suhu normal. Zoya kecup pipi bocah gembul itu dengan gemas. Ia tak menyangka bahwa dirinya bisa begitu mencintai Rasya sampai separah ini, seakan anak tunggalnya itu bayi terlucu di dunia.
Wanita cantik itu menghela napas berat. Dadanya bergemuruh saat tiba-tiba bayangan Rasya tak bernyawa melewat begitu saja. Bagaimana tubuh bayi itu menjadi kaku dan sangat dingin membuat hati Zoya sangat hancur. Tak terasa air matanya terjatuh. Ia peluk bocah itu dengan rasa bersalah yang besar.
"Maafin Mama ya, Sya. Mama jahat banget sama kamu, padahal kamu gak salah apa-apa." Ia kecup seluruh wajah sang anak hingga membuat bocah itu menggeliat tetapi masih melanjutkan tidurnya.
Zoya berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menyerahkan hidupnya pada sang anak. Ia akan menjaga dan merawat Rasya dengan baik, juga akan membuat anaknya merasa cinta di dunia ini hanya untuknya.
Zoya masih menatap batita itu dengan rasa sayang. Ia mainkan poni lucu sang anak. Sesekali ia cubit pelan pipinya dengan terus mengucapkan kata cinta.
Hingga tiba-tiba ponselnya berdenting. Ia raih benda pipih itu dan tersenyum melihat siapa yang mengirimnya pesan.
Cheriè, aku sudah sampai di hotel.
Apa kamu masih terjaga?
Aku merindukanmu.
Zoya tersenyum melihat pesan yang dikirimkan sang suami. Ia bersyukur bahwa Nio sampai di Singapura dengan selamat.
Syukurlah jika sudah sampai.
Aku belum tidur, Mas. Aku tidak bisa tidur.
Merindukanku? Heeemmm tapi aku tidak merindukan Mas.
Zoya membalas pesan sang suami dengan senyuman yang mengembang.
Bohong sekali kalau kamu tidak merindukanku. Buktinya tidak bisa tidur.
Wanita cantik itu tertawa pelan melihat balasan sang suami.
Sepanjang malam keduanya berbalas pesan hingga tengah malam. Karena merasa kasihan pada istrinya yang pasti kini mengantuk, Nio pun mengakhiri pesan singkatnya dan berkata bahwa mungkin esok hari ia akan sibuk. Zoya pun mencoba mengerti dengan kesibukan sang suami.
Nio tersenyum menatap wallpaper ponselnya yang adalah foto Zoya bersama Rasya yang difoto oleh Jessica diam-diam. Wanita itu tampak tertawa melihat tingkah anaknya yang menggemaskan. Nio pun selalu ikut tersenyum saat melihat wajah ayu istrinya. Ah, baru beberapa jam berpisah rasanya ia begitu merindukan Zoya. Selama dua minggu ini ia memiliki kebiasaan baru yaitu memeluk tubuh semapai ibu anaknya sepanjang malam. Namun, kini ia harus bersabar diri sebab tak bisa melakukan itu untuk tiga malam ke depan.
"Zoya, kamu benar-benar membuatku gila." Nio tertawa kecil mengingat dirinya begitu ketergantungan pada sang istri.
**
Pagi pun datang. Setelah sarapan Nio berangkat ke area One Fullerton di mana patung Merlion berdiri. Hari ini para artisnya akan syuting adegan action di sana. Tema film yang dibintangi Aurora itu adalah mafia. Chandrika yang adalah seorang gadis biasa dengan kehidupan membosankan tiba-tiba bertemua lelaki paruh baya yang ternyata ayah kandungnya. Bukan sembarang orang, ayahnya adalah pemimpin sebuah anggota bawah tanah.
Sejak ia tahu tentang ayahnya, hidupnya pun berubah menjadi menegangkan. Ia selalu mendapat serangan dari musuh-musuh ayahnya sehingga ia harus pergi ke berbagai tempat untuk bersembunyi, termasuk negara Singapura. Memang Ada beberapa negara yang dipilih Nio untuk syuting film terbarunya ini seperti Singapura, London, Peru dan Yunani. Namun Nio hanya akan melihat jalannya syuting di Singapura saja sebab ia tak ingin meninggalkan anak-istrinya.
Semua kru berdiri menyambut CEO sekaligus produser eksekutif itu dengan ramah. Sutradara pun menghampiri dan berbincang menganai jalannya syuting. Tak lupa juga Nio menyapa para artis termasuk Aurora.
"Apa semua baik-baik saja?" tanya Nio pada sahabatnya itu.
"Tidak baik-baik saja setelah kamu memposting foto wanita menyebalkan itu," gerutu Aurora yang membuat Nio tergelak. "Aku heran padamu, Nio. Kenapa bisa kamu mencintai wanita yang sudah mengkhianatimu! Aku tidak habis thinking padamu. Padahal apa kurangnya aku dari bocah itu?"
Nio masih tertawa dengan mengusap kepala Aurora. "Cinta itu adalah hadiah. Kita tidak bisa Kan request pada Tuhan karena rasa itu selalu datang tanpa kita tahu pada siapa akan berlabuh dan yang pasti, cinta itu kuat, sedangkan aku terlalu lemah untuk melawan cinta."
"Disgusting!"
Nio tertawa mendengar umpatan sahabatnya itu.
***
Berbeda dengan Nio, Zoya di rumahnya membuat huru hara dengan tiba-tiba membawa anak harimau putih. Para pelayan histeris karena merasa takut dengan piaraan baru sang nyonya. Sejak satu bulan ini memang halaman samping disulap menjadi sebuah kandang. Para pelayan pikir Zoya ingin memelihara sepasang burung merak sebab mantan artis itu memang beberapa kali berbicara ingin sekali memiliki burung memesona itu.
"Astaga, orang kaya ada-ada saja, ya. Yang lain memelihara kucing, Nyonya kita memelihara Raja Kucing," ujar salah satu pelayan menatap Zoya yang begitu antusias melihat piaraan barunya. Sesekali wanita itu menunjuk dengan terus berbicara pada sang anak.
"Dia akan menjadi temanmu, Sayang," ujar Zoya pada sang anak. "Kita beri nama siapa ya? Hhmmm apa kita tunggu Papa dulu untuk memutuskan mau dikasih nama apa?" tanyanya pada bocah yang sama girangnya dengan sang ibu.
Tak lama seorang petugas menghampiri Zoya.
"Nyonya, semua sudah selesai dan dia cukup nyaman dengan rumah barunya. Kemungkinan harimau putihnya masih harus beradaptasi agar tak stres," ujar petugas satwa.
"Baiklah. Apakah orang yang merawatnya juga sudah ada?" tanya Zoya.
"Ah, soal itu. Saya sudah membawa orangnya, Nyonya," ujar lelaki berseragam cokelat itu. Ia menoleh ke belakang, lalu memanggil seseorang. "Ke marilah."
Tak lama seseorang maju dengan menundukkan kepala.
"Selamat pagi, Nyonya. Perkenalkan, nama saya Shenna, saya adalah perawat hewan yang akan merawat Si Putih," ujar wanita berambut pendek itu sopan.
"Oh, hallo Shenna. Senang bertemu denganmu." Zoya menjulurkan tangan yang diterima sopan oleh Shenna.
"Senang bertemu dengan Anda juga, Nyonya Zoya," jawab Shenna dengan ramah.
"Nanti Shenna akan melakukan segalanya, 'kan? Masalahnya saya ini mau memelihara saja, tapi tidak tahu apa-apa tentang merawat seekor harimau," ujar Zoya tertawa kecil.
"Betul, Nyonya. Beliau ini adalah seorang dokter hewan juga. Jadi, selain merawat dan memberi makan, Dokter Shenna akan menjaga kesehatan harimau putih Anda," jawab petugas satwa.
"Syukurlah. Selamat datang di hunian kami. Semoga Dokter Shenna betah," sambut Zoya tersenyum.
"Panggil Shenna saja, Nyonya," jawab wanita cantik itu tersenyum yang dibalas jawaban oke oleh ibu satu anak tersebut.
"Ah, ya. Kenalkan. Ini adalah Jessica. Dia adalah kepala pelayan di sini. Jika kamu membutuhkan sesuatu, katakan saja pada Jessica."
Kedua wanita itu pun saling menjabat tangan.
Setelah petugas satwa berbincang membahas pemeliharaan harimau itu, ia juga memberikan surat izin pemelihara satwa langka itu. Yang pasti semua legal dan sudah melalui proses cukup panjang.
Jessica pun mengantar sang dokter hewan menuju kamarnya di paviliun. Shenna memang akan tinggal di sana sebab ia harus berjaga agar ketika butuh bisa langsung eksekusi. Merawat seekor harimau tak sesimple merawat kucing angora. Karena itulah Zoya meminta petugas yang bisa melakukan banyak hal dan yang terpilih adalah dokter muda itu.
Jangan ditanya berapa gaji yang diterima Shenna, yang pasti sangatlah besar.
Segitu cintanya Nio pada sang istri. Ketika wanita itu meminta memelihara seorang harimau, detik itu juga Nio meminta Langit untuk mencari informasi tentang bagaimana memelihara seekor harimau. Langit sendiri hanya menggeleng melihat segitu bucinnya sang tuan pada istrinya.
Zoya tampak begitu bahagia sebab salah satu mimpi mustahilnya terwujud. Zoya memang suka jenis bintang kucing tersebut. Namun, ia tak tertarik memelihara seekor kucing angora karena menurutnys terlalu biasa. Memelihara Raja Hutan baru luar biasa.
Sepanjang hari itu Zoya sibuk di rumah baru peliharaannya. Bahkan ia dengan berani ikut masuk merawat harima putih itu dan meminta Shenna mengajarkan bagaimana merawat dan melatihnya. Bahkan Zoya sampai melupakan sang suami yang sejak Siang mencoba menghubungi tapi tak bisa juga. Hingga akhirnya Nio menelepon Jessica karena merasa khawatir terjadi sesuatu pada istri tercintanya.
"Nyonya sedang berada di kandang harimau, Tuan," jawab Jessica saat Nio menghubungi. "Nyonya sangat antusias dan bersemangat."
"Astaga, punya mainan baru, suaminya dilupakan," gumam Nio kesal. Tak lama panggilan telepon dirubah ke panggilan video. "Berikan ponselmu pada anak nakal itu."
"Baik, Tuan." Jessica pun berjalan mendekati sang nyonya.
*Zoya Maharani Lavani! Berani sekali ya mengabaikan suamimu!" teriak Nio yang membuat istrinya terkejut setengah mati.
-----
Kasih nama siapa ya? Ada yang punya ide?