
Naomi Aurora adalah salah satu artis international berdarah Tionghoa yang terkenal di beberapa negara Asia. Aurora juga adalah teman kecil Nio ketika ia tinggal di Kanada sampai usia remaja. Karena sering bersama, Aurora memiliki perasaan khusus pada sahabat lelakinya itu. Saat mereka beranjak dewasa dengan melangkah ke jalan berbeda, perasaan Aurora tak pernah berubah hingga sekarang.
Wanita bermata kecil itu terkejut saat tahu Nio telah menikah dengan wanita yang bahkan cocok menjadi adiknya. Ia sempat patah hati, tetapi Samantha mengatakan bahwa istri dari anak lelakinya itu wanita egois yang hanya memikirkan hidupnya tanpa memikirkan anak dan suaminya, hingga Aurora seakan memiliki kesempatan untuk memiliki Nio kembali.
Bukan Nio tak tahu Aurora mencintainya, ia hanya tak ingin persahabatan dengan gadis cantik itu hancur jika ia menolaknya untuk menjadi pendamping hidup. Karena itulah ia selalu menghindar dari Artis cantik tersebut.
Zoya sendiri tahu siapa Aurora. Di kehidupan sebelumnya, sosok Aurora terkesan anggun, berkarakter kuat dan sangat memesona. Karena sikapnya yang buruk pada Nio, Aurora masuk ke kehidupan suaminya dan menjadi salah satu orang kepercayaan Nio. Kini, Zoya tak boleh diam ketika wanita cantik itu mencoba mendekati suaminya. Ia tak mau hubungan yang baru saja mau dimulai justru hancur gara-gara datangnya satu pelakor kelas paus itu.
Nio menggandeng Zoya menuju ruang tamu. Tangannya tak lepas menggenggam tangan istrinya. Sesekali ia menoleh dan memberikan senyuman termanisnya pada sang istri.
"Wah, rumah ini sungguh beruntung didatangi aktris ternama Asia," ujar Nio ketika melihat Aurora yang duduk bersama sang ibu.
"Oh, hai Arsenio. Apa kabar?" Wanita bergaun seksi itu beranjak menghampiri Nio lalu memeluk dan mencium pipi kanan kiri lelaki itu.
"I'm fine. Kamu semakin memesona," sahut Nio ramah.
"Ah, kamu bisa saja. Kau sendiri tampak lebih dewasa, Nio. Aku sudah bertemu anakmu. Dia sangat tampan dan menggemaskan," jawab Aurora tersenyum dengan sangat anggun.
Melihat itu Zoya mendelik pada sang suami. Bisa-bisanya dia memeluk wanita lain di depannya. Tangan Nio pun diremas Zoya hingga lelaki itu mengatupkan bibir menahan sakit. Lelaki itu menoleh dan memberi kedipan satu mata pada istrinya.
"Oh ya, kau belum kenal dengan istriku, 'kan? Kenalkan, dia Zoya. The love of my life," ujar Nio menatap Zoya penuh dengan cinta.
"Oh, hi. Aku Naomi Aurora. Senang berkenalan denganmu, Zoya Maharani Lavani. Betul, 'kan? Aku tahu tentangmu," ujar wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu tersenyum ramah.
"Nice to meet you, Aurora. Aku tidak menyangka ternyata suamiku memiliki teman seorang artis ternama." Zoya tersenyum mengusap lengan sang suami.
"Alah, sejak kapan kamu menganggap anakku suamimu!" sahut Samantha sinis.
"Ma, jangan mulai," tegur Nio pada sang mama yang dibalas cibiran.
"Mmahh! Maahh!" Saat melihat ibunya, Rasya langsung meminta gendong. Saat Zoya hendak mengambil, justru Samantha kembali menjauhkan cucunya.
"Ma, jangan mulai. Kasihan itu Rasya." kembali Nio menegyr mamanya yang seperti bocah bertemu musuh bebuyutan melihat Zoya.
Dengan kesal akhirnya Samantha memberikan sang cucu pada menantu tak berakhlak itu.
Mereka pun duduk bersama di ruang tamu. Awalnya Samantha melarang Zoya ikut duduk, tetapi Nio berkata bahwa sang istri adalah nyonya di rumahnya, jadi, ia berhak duduk bersama tamu yang berkunjung.
"Aku menerima tawaran film yang kamu ajukan pada managerku. Jadi, aku datang ke sini untuk memberitahu secara langsung. Sekalian ingin bertemu sahabat lamaku," jawab Aurora yang ditanya tumben main ke rumah Nio.
"Kamu serius?" tanya Nio berbinar. "Ah, terima kasih. Aku sangat bahagia mendengarnya. Film ini sudah aku rencanakan dari beberapa tahun dan selalu berharap kamu yang memerankan karena karakternya cocok untukmu. Thanks, Rora, karena sudah mau menerima," ujar Nio tulus.
"Aku mengambil naskah ini juga karena tertarik dengan alur ceritanya. Genre Action-Romance ini benar-benar beda dengan yang biasa disuguhkan. Apalagi ada sentuhan komedi yang pasti membuat film ini digandrungi banyak usia. So, I really excited untuk memulai prosesnya. Karena itulah, aku akan tinggal di kota ini selama proses film."
"Dan Mama ingin Aurora tinggal di sini. Kamu tahu sendiri kan Aurora tak memiliki siapa-siapa di sini. Kasihan jika dia harus tinggal di hotel atau sewa apartemen. Belum lagi keamanannya. Kamu tahu sendiri Aurora bukan artis sembarangan," sahut Samantha yang membuat Zoya memutar bola mata malas.
Ia tahu betul dengan adegan ini karena di kehidupan sebelumnya juga Aurora tinggal bersama mereka dan karena wanita itu juga hubungan Zoya juga Nio semakin renggang.
"Tidak perlu, Tante. Daddy sudah menyiapkan segalanya selama aku di sini. Dari transportasi, keamanan dan tempat tinggal. Tante tidak perlu khawatir karena Daddy sudah memberikan pengawalan yang sangat ketat," sahut Aurora yang membuat Zoya terkejut.
"Ah, begitu rupanya. Padahal Tante maunya kamu tinggal di sini saja, lumayan kan ada teman," ucap Samantha sedikit kecewa.
"Nanti aku akan sering main. Lagipula nanti syuting pindah-pindah lokasi juga akan jarang di rumah. Jadi, aku lebih memilih tinggal di dekat kantor Nio agar semuanya mudah," sahut Aurora dengan ramah.
"Kamu ini benar-benar wanita yang luar biasa. Tante bangga padamu," ucap wanita paruh baya itu sembari menatap sinis mantunya.
Sejak tadi memang Samantha terus membandingkan antara Aurora dan Zoya. Entah dari prilaku ataupun kariernya. Ibu dua anak itu meremehkan karier Zoya yang rusak karena kelakuan buruknya. Andai dulu ia tak memiliki affair dengan Jordan mungkin ia bisa kembali ke dunia hiburan sama seperti suaminya yang berjuang kembali dari nol membangun rumah produksi filmnya.
Zoya sudah terlanjur kecewa dengan orang-orang sekitarnya, bahkan Jingga—orang yang dipercaya—meninggalkannya begitu saja. Para penggemar, teman-temannya di dunia hiburan pun menjauh tak tersisa apalagi keluarganya. Di saat ia membutuhkan support system, tak ada yang mendekat hingga akhirnya ia bertemu Jordan. Lelaki itu seorang penyanyi yang tak begitu terkenal, tetapi saat pertama kali mereka jumpa di salah satu klub malam, Jordan memperlakukan Zoya dengan penuh perhatian hingga akhirnya mereka dekat dan skandal pun berterbaran.
Sejak saat itu nama baiknya sudah benar-benar hancur dan Zoya tak memedulikannya. Namun sekarang, ia sungguh ingin kembali ke dunia yang membesarkan namanya itu.
Setelah Aurora dan Samantha pamit, Zoya dan Nio juga Rasya berkumpul di kamar Zoya. Hari itu Nio memang memutuskan untuk tak ke kantor sebab merayakan hubungannya dengan sang istri. Mareka seharian berada dalam kamar bermain bersama anaknya sampai batita itu terlelap.
Zoya yang sejak tadi diam pun membuat perhatian Nio tertuju padanya. Wanita cantik itu terlihat sendu ketika mereka membahas film. Nio tahu, pasti istrinya begitu ingin kembali ke dunia hiburan. Namun, Zoya selalu tak berani sebab ia selalu berpikir bahwa orang-orang sudah tak mau melihatnya lagi.
Nio beranjak, lalu mengajak Zoya ke ruang kerjanya. Lelaki itu menyuruh sang istri untuk duduk di kursi, sedangkan dirinya berjalan menuju rak buku dan mengambil satu buku di sana. Setelah itu ia berjalan mendekati sang istri. Ia putar kursi yang diduduki Zoya hingga keduanya kini berhadapan. Nio membungkuk, menyentuh rahang istrinya, lalu mengecup bibir Zoya dengan lembut.
"Ih, Mas! Cium gak izin dulu," gerutu Zoya dengan menyentuh bibirnya, membuat Nio terkekeh.
"Oke, aku ulang. Zoya, aku mau menciummu." Tanpa menunggu jawaban sang empunya, kembali Nio mencium bibir Zoya, bahkan kali ini ia sesap dengan begitu lembut membuat sang wanita meremang.
Setelah itu si lelaki melepas pungutannya. Ia usap bibir istrinya yang basah.
"Ini, bacalah." Nio memberikan sebuah buku pada istrinya.
"Apa ini?" tanya Zoya.
"Itu buku, Zoya. Kamu pikir itu spaghetti," kelakar Nio.
"Aku tahu ini buku, tapi apa maksudnya Mas kasih ini?" tanya Zoya.
"Kamu baca, setelah selesai kasih tahu aku tentang alur dari cerita dalam buku ini."
Zoya menatap sebuah buku novel yang kini di tangannya. Judulnya cukup menarik perhatian Zoya.
"Aku malas membaca buku ini, jadi aku mau kamu menceritakan alurnya," ujar Nio yang membuat Zoya memukul perut suaminya dengan buku itu.
"Setelah kamu memberitahu isi dalam buku ini, aku akan memberikan hadiah untukmu," bisik Nio sembari kembali mengecup lembut bibir Zoya.
"Mas! Daritadi cium-cium terus!" gerutu Zoya yang salah tingkah. Bukan ia mau menolak, tetapi ia sangat malu. Sejak tadi sikap Nio sangatlah berbeda padanya. Zoya seakan menemukan sosok lain di diri suaminya. Ia berubah menjadi lelaki yang memesona dengan sikap lembutnya. Jika begini terus, hatinya pasti akan tunduk pada pesona Arsenio Bagaskara.
Bonus visual cast Naomi Aurora