
Hari ini toko cukup ramai. Banyak sekali antrian orang yang cetak foto dan foto copy. Nindya begitu lincah menyelesaikan cetakan foto dan Ridho menyelesaikan foto copyan yang menumpuk.
Pelanggan yang datang dari kalangan pelajar, ibu-ibu dan bapak-bapak. Kenapa bapak-bapak dan ibu-ibu juga nongkrong di toko seperti ini?? jawabannya adalah, karena saat mereka mendapat bantuan atau mau membeli keperluan yang bersubsidi dari pemerintah yang artinya murah, maka mereka harus membawa kartu keluarga.
sedangkan pelajar yang membawa raport untuk di foto copy dan foto untuk dicetak, karena mereka akan mengurus beasiswa. Adapula yang diminta oleh orang tuanya karena melengkapi berkas untuk memperoleh bantuan sosial.
Saat sedang ramai-ramainya, seorang perempuan berdandan cukup mencolok dengan bedak lumayan tebal menerobos antrian dan masuk ke toko.
"He... Kaniya, kamu itu jadi wanita kenapa gatal sekali sih menggoda suami saya. Dasar perawan tua tidak laku. Saking tidak lakunya, suami orang pun diembat" tanpa salam, perempuan itu langsung memaki Kaniya di depan banyak orang.
Kaniya yang sedang sibuk mengetik di laptopnya, langsung menghentikannya dan mendongak menatap perempuan di depan.
Kaniya merasa tidak kenal dengan perempuan ini. lalu dia mengamati sekitar, dan melihat wajah-wajah penasaran dari pengunjung toko. Malu? tentu saja. Masalahnya, dia bingung, kenapa bisa dianggap pelakor dan siapa suami perempuan ini. Trus namanya yang disebut, tapi kenapa dia menunjuk Nindya.
Nindya yang sedari tadi sibuk mencetak foto pun mendongak dan terkejut melihat perempuan itu menunjuk-nunjuknya dengan marah.
'Ini kok, aku ditunjuk-tunjuk gini yah, dituduh pelakor, disebut perawan tua pula, memang aku setua itu yah??' Nindya menyentuh wajahnya, dan dengan cepat mengambil HP nya lalu bercermin. 'wajahku masih cantik dan muda, meskipun memang mirip tante sih. tapi kan...' Nindya masih terpaku dengan pikirannya sendiri sampai mendengar suara Ridho yang berbicara.
"Maaf yah Nek?? dia ini adik saya, namanya Nindya, Tante kalau bertamu itu yang pertama ucap salam dulu, pake adab, jangan kayak orang gila begini, kan malu sama orang-orang disini. Nenek juga, perhatikan penampilan, tuh rambutnya mencuat kemana-mana"
"Nenek...? kamu panggil saya nenek? saya itu masih muda, usia saya masih 25 tahun, anak saya masih kecil belum menikah, masa kamu samakan saya dengan nenek-nenek" ketus perempuan tersebut, tak terima dengan panggilan yang diberikan Ridho
"Habisnya, nenek panggil Nindya perawan tua sih. Nindya saja masih 18 tahun, wajar kalau masih perawan. ngapain dia menggoda suami nenek" Ridho masih kekeh dengan panggilannya.
pelanggan yang sedang antri mulai kasak kusuk, ada juga yang tak bisa menahan tawa karena perkataan Ridho.
Kaniya yang dari tadi hanya terpaku memperhatikan si perempuan, akhirnya angkat bicara.
"Ibu mencari saya?" si perempuan langsung menatap Kaniya dan terkejut, lalu melihat foto di ponselnya. Dia lalu kembali menatap Nindya, lalu Kaniya lagi. Akhirnya dia sadar telah salah orang. Karena tidak ingin malu salah mengenali orang, akhirnya dia pun menyerang Kaniya.
"Ohh.. Jadi kamu yang bernama Kaniya?. Kamu perempuan gatal yang sudah menggoda suami saya hingga jarang pulang? tega sekali kamu, bahkan suami saya mengirimkan uang padamu dengan jumlah yang banyak. Saya saja belum pernah diberikan uang sebanyak itu perbulannya" Dengan berapi-api, perempuan itu berusaha menyudutkan Kaniya.
"Maaf Bu, kalau boleh tahu siapa nama suami ibu, dan mana buktinya yang selingkuh dengannya?" Kaniya berusaha tenang. apalagi disini sangat banyak orang, dia tidak ingin mereka salah paham.
"ini... foto kalian duduk berdua di depan toko ini, lalu ini bukti kiriman uang dari suami saya" perempuan itu menyodorkan foto saat Kaniya berbicara dengan suaminya di depan toko. Dan memperlihatkan bukti transfer ke Adinda Putri Kaniya.
Orang-orang antri yang dari tadi penasaran berusaha melihat foto yang juga di perlihatkan ke mereka. Mereka menatap Kaniya dengan berbagai makna. Kaniya merasa terpojok tapi cukup bisa menahan diri dan dia kenal dengan laki-laki itu, salah satu mahasiswa yang sedang menyelesaikan S1nya karena tuntutan pekerjaan.
Dia segera mengirim pesan agar laki-laki itu datang ke toko. Dia tak mau kalau sampai nama baiknya rusak.
"Kok bisa sih Bu Kaniya selingkuh dengan suami orang??" salah seorang ibu-ibu yang menunggu foto copynya langsung bertanya dengan nada menuduh.
Yang lain, menunggu dengan penasaran jawaban dari Kaniya.
***
***