![[TLS#1] Senior](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-tls-1--senior.webp)
Samuel terus saja berdecak saat Petra menunjukkan sebuah foto yang baru saja dikirim oleh Bianca. Foto di mana dua orang yang tengah terlibat pembicaraan dengan posisi yang saling berhadapan di koridor. Samuel panas. Rasanya dia ingin melayangkan pukulan pada wajah Alka saat ini.
“Gue bilang juga apa. Gercep! Liat, kan. Si Alka udah mulai nunjukin lampu hijau buat tuh, cewek!” tukas Petra. Cowok itu mengepulkan asap rokoknya hingga warung yang mereka tempati sedikit berasap.
Samuel mengusap gusar wajahnya lalu meletakkan ponsel di atas meja dengan tidak santai. “Gue bukannya mau lamban. Tapi gue takut buat ketemu dia!” Samuel medesah lelah lalu memijat pelipisnya.
Sejak di mana Petra menunjukkan foto Meira, Samuel tidak pernah berhenti memikirkan cewek itu. Rasanya, otak Samuel hanya berporos pada satu arah dan tidak ingin berganti ke arah lain.
Meira, Meira dan Meira. Cewek yang pernah mengisi hari-hari Samuel tiga tahun yang lalu sebelum dia dikirim oleh Hadi ke Amerika. Meira bukan pacar Samuel dulu, mereka hanya menjalin hubungan dekat walau sebenarnya Samuel ingin lebih dari itu. Namun saat itu, kata Meira, dia belum siap untuk menjalin hubungan lebih dari sebatas sahabat dengan Samuel.
Samuel tentu menghargai pendapat Meira. Bagaimana pun juga, hati Samuel sudah stuck di cewek itu hingga rasanya untuk menolak pun tidak bisa.
“Samuel yang gue kenal gak sepengecut ini. Datengin dia terus minta maaf!”
Suara Petra menyudahi lamunan Samuel. Cowok dengan seragam seluruh kancing terbuka hingga menampakkan kaos putih polos itu menghela nafas berat. Ini tidak segampang yang Petra katakan, karena nyatanya Samuel punya kesalahan fatal hingga untuk menampakkan wajah di depan Meira saja dia malu.
“Ini gak segampang yang lo bilang, Tra. Kesalahan gue benar-benar fatal waktu itu.”
Petra mendengus jengah. Tidak mengerti dengan jalan pikiran Samuel yang terus kacau namun tidak ingin bertemu dengan Meira untuk memperbaiki semuanya.
Petra menepuk pundak Samuel dan membiarkan tangannya hinggap di sana.
“Man, setiap orang yang berbuat salah pasti berhak buat dapat kesempatan kedua.” Suasana kantin belakang sekolah rasanya tiba-tiba berubah saat Petra berujar bijak. Cowok yang sudah selesai dengan kegiatan merokoknya itu menarik tangannya dari pundak Samuel.
“Yah, itu kalau lo berani buat minta maaf.”
Samuel menghela nafas lirih. “Tapi dulu gue hampir nodain dia, Tra,” lirihnya. Petra dapat merasakan penyesalan yang amat sangat dalam kalimat sahabatnya itu.
Petra memang tahu apa penyebab Samuel takut bertemu dengan Meira. Dulu, Samuel hampir saja merebut kehormatan Meira saat sebuah kesalahpahaman memancing amarah Samuel dan berakhir menyisakan penyesalan pada cowok itu.
Suara pergeseran kursi yang sengaja digeser menyadarkan Petra hingga dia mengernyit melihat Samuel yang mamakai boomber persatuan geng Srigala.
“Mau kemana lo?” tanya Petra mengernyitkan alis.
“Garuda.” Setelahnya Samuel berlalu setelah mengantongi ponselnya kembali.
Petra sempat diam beberapa detik mencerna ucapan Samuel sebelum matanya membulat. Petra dengan cepat berlari menyusul Samuel saat tahu kemana tujuan sahabatnya itu.
Jangan sampai Samuel berbuat keributan di Garuda. Walaupun Petra suka keributan dan aduh jotos, Petra masih bisa berpikir rasional untuk tidak membuat keributan di kandang lawan.
####
Samuel turun dari motor sport hitamnya setelah menaruh helm pada tangki motor. Dia terkekeh saat melihat kedelapan teman Alka dengan motor masing-masing berada di luar pagar entah sedang apa.
“Berubah jadi security lo semua?” tanya Samuel, mengejek. Tepat setelah Samuel mengatakan itu, Alka datang dengan seragam putih yang sudah tersampir di pundak kanan dan tasnya entah kemana sekarang.
“Ngapain lo?” tanya Alka. Berdiri di samping Devan yang tepat berada di ujung.
Jawaban Samuel yang cukup santai membuat mereka mengernyit. Bagus hendak angkat suara namun Alka lebih dulu memberinya kode bahwa ini mungkin tidak ada hubungannya dengan The Lion.
Bagus mendengus. Terlebih saat Alka menyuruh mereka pulang terlebih dahulu. Devan juga protes karena tidak ingin jika sampai Alka bertengkar dengan Samuel. Tapi, lagi-lagi mereka hanya mengangguk pasrah saat Alka mengatakan dia bisa menghadapinya sendiri.
“Kita duluan, Al. Kalau si bangs4t itu nyari gara-gara, kita ada di warung kopi sebelah, kok,” ujar Arnold.
Alka mengangguk lalu menatap teman-temannya yang sudah menjauh. Alka maju selangkah lebih dekat pada Samuel. “Nyari siapa lo?” tanya Alka, datar.
Cowok yang bersandar pada kap motornya itu bersedekap seraya mengangkat alis menatap Alka. “Gak ada hubungannya sama lo gue mau ketemu siapa.”
Alka menyeringai kecil. “Lo kira gue bakal percaya?”
“Lo kira gue butuh kepercayaan lo?”
Setelah Samuel mengatakan itu, rasanya atmosfer di luar gerbang sekolah mulai memanas. Beberapa siswa dan siswi yang kebetulan keluar dari gerbang—karena memang jam sekolah telah selesai—sempat menoleh ke arah mereka dengan tatapan berbeda-beda, dan tentunya dengan bisikan.
“Mending lo pergi dari sini, sebelum gue usir secara paksa!”
Samuel mengangkat alis lantas terkekeh. Dia ikut maju kehadapan Alka hingga akhirnya jarak keduanya semakin menipis dengan mata yang saling menyiratkan kebencian.
“Mending lo yang pergi. Sebelum satu kenyataan buat lo mati penasaran di sini.” Samuel mengucapkannya dengan desisan rendah.
Alis Alka bertaut samar. Merasa bingung dengan ucapan Samuel.
“Kak Alka!!”
Alka sempat melihat raut tegang di wajah Samuel sebelum dia berbalik menatap cewek yang baru saja meneriaki namanya tidak jauh dari gerbang.
“Kenapa lo?” tanya Alka pada cewek yang sudah berdiri di sampingnya dengan menunduk memperbaiki posisi rok abunya. Meira terlalu sibuk dengan roknya hingga dia tidak menyadari ada seseorang yang menatapnya dengan raut yang sulit dijelaskan saat ini.
“Aku tadi nyari-nyari, Kakak. Tap---“
Saat Meira mendongak dan matanya bersitubruk dengan cowok di hadapan Alka, ucapannya kontan berhenti digantikan dengan wajah terkejut yang beberapa detik kemudian berubah menjadi takut.
“S-Sam?”
.
.
.
KOMEN DI BAWAH TENTANG DUA PART INI!1!1!