![[TLS#1] Senior](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-tls-1--senior.webp)
Meira duduk termenung di bangkunya. Menatap kosong pada roti dan air mineral yang Dita dan Bella berikan sebelum dua sahabatnya itu berlalu ke kantin. Meninggalkannya yang lebih memilih berdiam diri di kelas yang hanya dirinya di sana.
Meira bingung. Bingung akan hatinya yang menolak otaknya untuk menyerah dan melupakan Alka. Meira lelah, dia sudah cukup sabar selama ini dengan sikap Alka yang membuatnya seolah diterbangkan ke langit ketuju dan dalam beberapa saat terhempas ke dasar lautan.
Ingin bertahan, tapi hati sudah terlalu sakit. Ingin menyerah, tapi dia seolah memberi harapan.
Menghela nafas, Meira menepikan roti dan air mineralnya ke tepi meja lantas menidurkan kepala di atas meja tersebut.
Sekeras apapun dia memaksa hatinya untuk melupakan Alka, dia akan tetap kalah. Kalah dengan cintanya yang sudah membeludak pada cowok berkepribadian ganda itu.
Saat Meira hendak memejamkan mata, tiba-tiba pintu kelas dibuka dengan kasar oleh seseorang dibarengi dengan suara gerutuan orang lain.
Meira mengangkat wajah. Menatap Dita yang berlari ke arahnya dengan raut wajah khawatir dan Bella yang menggerutu seraya merapikan rambut curly-nya.
"Lo, sih, Ta! Ngapain lari-lari coba? Berantakan nih rambut gue!" sembur Bella, cewek itu masih sibuk merapikan rambutnya.
Dita memutar mata malas lalu memilih mengabaikan Bella. Dia kemudian duduk di kursi Bella—tepat di hadapan Meira yang sejak tadi menatapnya bingung.
"Dita kenapa buka pintu kencang-kencang kayak tadi?" tanya Meira.
Dita terlihat beberapa kali menggigit bibir bawahnya. Dia tidak ingin melihat Meira sedih jika mendengar berita yang dia dapat dari Bagus beberapa menit lalu.
Menghela nafas berat, Dita menatap Bella sekilas yang mengangguk padanya. Seolah meyakinkan bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.
"Kak Alka masuk rumah sakit, Mei. Tadi malam dia operasi pengangkatan peluru di perutnya."
####
Meira berlari menyusuri koridor rumah sakit. Sesekali menyatukan tangannya di depan dada saat menabrak pengunjung lain. Dia kalut, sejak di mana Dita memberitahukan berita menyesakkan ini, Meira langsung keluar dari kelas. Menyuruh Bella dan Dita untuk beralasan pada Guru yang mengajar bahwa dia sedang sakit perut.
Persetan dengan semua kebohongannya, saat ini Meira benar-benar khawatir hingga melupakan kebimbangannya.
Bertahan atau menyerah.
Meira berhenti, saat kedua kaki bersepatu converse merah maroon itu sampai di depan pintu berkusen putih. Menghela nafas, Meira memutar knop pintu dengan pelan.
Hati Meira mencelos seketika pintu itu terbuka. Cowok bertubuh jangkung yang biasa melindunginya kini terbaring lemah di atas brankar dengan berbagai macam alat medis di tubuhnya.
Meira melangkah masuk dengan pelan sembari menyeka air matanya. Di menatap seisi ruangan, tidak ada yang menjaga cowok itu saat ini. Dengan hati yang berdetak sesak serta airmata yang menggenang, Meira duduk di kursi putar yang telah di sediakan di sisi brankar.
Tangan terinfus itu Meira ambil untuk digenggam. Menyalurkan kehangatan tangannya pada tangan Alka yang dingin. Dia kemudian beralih menatap wajah damai cowok itu.
Polos seperti bayi. Raut dingin, datar dan tajam yang selalu mewarnai hari-hari Meira kini tidak terlihat.
"Kakak kenapa bisa kayak gini? Kakak selalu bilang sama aku buat jaga diri tapi Kakak sendiri gak bisa jaga diri." Meira mendekatkan tangan Alka pada pipinya.
Bodoamat dengan kenyataan bahwa sebenarnya Alka bisa merasakan dan mendengarnya.
"Kakak selalu jagain aku tapi Kakak sendiri gak bisa jaga diri Kakak."
Meira menatap sendu pada wajah itu. Wajah yang membuatnya merasa kehilangan untuk kedua kalinya setelah Gilang.
Meira tidak ingin Alka seperti Gilang yang masih pulas walau satu tahun telah berlalu begitu lama.
Merasa lelah, Meira mengecup punggung tangan Alka cukup lama lalu menidurkan kepalanya dan memejamkan mata di lengan cowok berbaju khas rumah sakit itu. Berharap, ini semua hanyalah mimpi buruk dan akan berakhir saat dia terbangun nantinya.
.
.
.
BIASAKAN LIKE DULU SEBELUM BACA PART BERIKUTNYA!!!!