
Ella meringkuk sendirian di kamar. Dia menangis tersedu-sedu setelah mendengar kabar dari pengurus panti asuhan kalau ayahnya Andri Alamsyah telah meninggal dunia akibat kecelakaan.
Ella hanya bisa menangis tanpa bisa menghadiri upacara pemakaman sang ayah. Karena ibu kandungnya justru mengirim dia ke sebuah panti asuhan. Sedangkan sang ibu justru sedang asyik berkencan dengan mantan kekasihnya.
Ella tidak menyangka sang ibu justru akan memperlakukan nya seperti ini. Ella selama ini selalu protes kepada sang ayah karena tidak mengijinkannya menemui sang ibu.
Ella bahkan sering ngambek dengan Andri, ayahnya, karena keinginan nya tidak dituruti oleh sang ayah. Ella hanya ingin bertemu ibu dan tinggal beberapa hari dengannya. Namun, Andri selalu bilang kalau ibunya sibuk dan tidak bisa menemuinya.
Ella seringkali menyalahkan Andri karena melarangnya bertemu dengan sang ibu. Sekarang Ella menyesali perbuatannya tersebut. Seharusnya dia menuruti keinginan sang ayah. Bahwa tujuan ayahnya itu justru untuk kebaikan diri Ella sendiri.
Sang ibu, Linda, tidak pernah berbelas kasih kepadanya. Jika Linda bersikap baik, itu hanya semata-mata ada maksud yang lain. Linda hanya menganggap dirinya sampah yang seharusnya tidak terlahir sejak dulu.
Ella masih ingat bagaimana perlakuan buruk ibunya saat dirinya ada di rumah Linda. Malam itu Ella meringkuk sendiri di sebuah kamar kecil yang disediakan Linda untuknya. Hujan turun dengan derasnya. Ella tampak memegangi perutnya yang sedang sakit.
Bukan karena apa dia merasakan sakit itu. Tetapi karena Linda tidak memberinya makan sejak siang. Ibunya itu pergi entah kemana sampai semalam ini belum juga kembali. Ella akhirnya nekad pergi ke dapur untuk menemukan apapun yang bisa di makan.
Akhirnya dia melihat sepotong roti di kulkas. Ella pun mengambil roti tersebut dan memakannya dengan rakus. Karena dia sangat kelaparan sekali malam itu. Ella tidak diijinkan keluar dari rumah tersebut oleh Linda. Bahkan Ella dikunci dari luar oleh Linda ketika dia pergi meninggalkan rumah tadi.
Ella juga tidak pernah diberi uang oleh Linda. Sehingga dia ketika tinggal di rumah Linda hanya bisa berdiam diri di rumah.
Tiba-tiba Ella mendengar suara deru mobil berhenti di depan halaman rumah tersebut. Ella buru-buru memakan rotinya dan bergegas meneguk segelas air mineral. Dia tidak mau sampai Linda melihatnya sedang makan di dapur. Dia bisa-bisa marah besar kepadanya nanti.
Ella bergegas naik ke kamarnya di lantai dua. Dia melihat dari jendela kamarnya yang kebetulan menghadap ke arah halaman rumah sang ibu.
Ella melihat sang ibu bersama dengan seorang lelaki. Tampaknya sang ibu begitu mencintai lelaki itu. Setiap hari mereka pulang bersama dan selalu bercinta di rumah itu. Ella tidak menyangka sang ibu bisa melakukan itu padahal dia masih berstatus istri dari sang ayah, Andri Alamsyah.
Ella selaku bertanya-tanya apakah sang ayah tidak pernah merasa cemburu dengan perlakuan sang ibu kepadanya.
Ella masih menangis di dalam kamarnya. Dia mengurunh dirinya di kamar sejak ibu panti asuhan mengatakan perihal kematian sang ayah. Ella tidak kuasa melihat kepergian ayahnya yang sedang dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya.
Seorang anak lelaki datang menghampirinya. Dia memanggil-manggil nama Ella namun Ella tidak pernah menjawab panggilan tersebut.
"Ella,"anak lelaki itu jongkok di hadapan Ella yang sedang meringkuk di samping ranjangnya. Anak lelaki itu merengkuh tubuh mungil Ella dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Kakak..."Ella menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Daniel. Dia memeluk erat tubuh daniel sambil terisak-isak.
Daniel membiarkan Ella menangis seperti itu agar dia merasa lega dan tidak membebani perasaannya begitu berat. Daniel mengelus-elus punggung Ella dengan lembut. Sekarang Ella hanya memilikinya. Daniel berjanji akan menjaga Ella seumur hidupnya. Apapun yang terjadi dengan gadis ini, Daniel akan selalu berada di sisinya dan menerima nya apa adanya. Itulah janji Daniel di samping makam Andri, ayah kandung Ella dan juga ayah angkatnya.
**
Untuk melancarkan rencananya maka Linda harus memisahkan Daniel dengan Ella bagaimana pun caranya. Steven merasa bersalah dengan kematian yang menimpa Andri. Maka dia meminta Linda membawa putrinya dengan Andri untuk tinggal di rumah mewahnya. Steven ingin memberikan apa yang tidak bisa Andri berikan kepada putrinya.
Steven tampak begitu menyayangi Ella. Maka ini kesempatan bagi Linda untuk mendapatkan hati Steven sepenuhnya. Ella yang saat itu sudah berada di bangku SMA dipaksa oleh Linda untuk tinggal dengan dirinya dan juga steven. Namun, Ella menolak. Dia tidak mau tinggal dengan lelaki yang merupakan kekasih Linda tersebut. Ella lebih nyaman tinggal berdua dengan Daniel.
"Aku tidak bisa tinggal dengan kalian, Bu, tolong jangan paksa aku lagi,"ujar Ella masih dengan menahan dirinya dari amukan sang ibu.
"Baiklah, kalau itu maumu. Jangan salahkan aku jika sesuatu akan menimpa Daniel, lelaki kesayanganmua itu. Dia yang akan mendapatkan akibatnya karena keras kepalamu itu,"ancam Linda setelah itu pergi meninggalkan putrinya.
Ella hanya bisa menangis sambil berdoa tidak terjadi sesuatu dengan Daniel. Dia sangat menyayangi Daniel dan tidak bisa jika harus melihat Daniel terluka. Linda bisa berbuat nekad dan Ella tahu Linda akan benar-benar melaksanakan ancamannya tersebut.
Dan benar saja, sore harinya Ella mendapat telepon dari kantor kepolisian. Daniel ditahan karena kasus pemerkosaan. Ella bergegas pergi ke kantor polisi untuk melihat kondisi Daniel. Dia tidak bisa jika harus melihat daniel yang tidak bersalah harus meringkuk di dalam penjara.
Setelah melihat keadaan Daniel di kantor polisi akhirnya Ella pergi menemui Linda. Melihat kedatangan sang putri dalam hati Linda tersenyum. Dia tahu rencananya berhasil. Apa yang tidak bisa Linda lakukan saat ini. Dia sudah menjadi seorang nyonya Daniswara. Menggantikan wanita lemah yang melankolis itu, nadia Soetomo.
"Jadi kamu akhirnya datang juga,"ujar Linda sambil tersenyum mengejek.
"Jangan coba-coba melawan ibumu jika kamu masih ingin melihat dia hidup,"ancam Linda kepada sang putri. Ella hanya bisa menangis setelah menemui sang ibu dan melakukan perjanjian dengan ibunya tersebut.
Ella menunggu kedatangan sang kakak, Daniel Alamsyah. Begitu pintu rumah mereka terbuka, Ella segera menyambut kedatangan sang kakak dengan pelukan erat. Dia merasa sangat bahagia melihat Daniel kembali terbebas namun tidak demikian dengan daniel. Dia tahu kebebasannya itu tidak mungkin semudah itu saja. Dia tahu Ella mungkin telah meminta bantuan dari ibunya, Linda Daniswara.
"Kakak...."Ella memeluk tubuh daniel yang marah karena mengetahui bahwa Ella benar-benar telah menemui sang ibu.
"Kenapa kamu melakukan itu, la? Kenapa?"tanya Daniel dengan nada frustasi, dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Ella dengan baik.
"Kak, itu bukan salah kakak, aku lebih tidak bisa kehilangan kamu kak, aku tidak bisa,"ujar Ella dengan terisak. Daniel tidak tega dengan ella. Dia berbalik dan memeluk tubuh Ella yang masih saja menangis.
Ella memeluk erat tubuh daniel.
"Aku menyayangimu, kak,"ujar Ella membuat debar jantung Daniel berdetak kencang dengan pernyataan cinta dari Ella tersebut.
"Aku juga....mencintaimu, la,"ucap Daniel sambil memeluk Ella.
Mendengar ucapan Daniel membuat Ella merenggangkan pelukannya. Dia menatap wajah daniel dalam keremangan cahaya di rumahnya. Dia menyentuh pipi Daniel. Sedangkan Daniel hanya memejamkan mata saat Ella menyentuh wajahnya. Dia menikmati sentuhan lembut Ella.
Entah siapa yang memulai, tiba-tiba keduanya sudah saling mengecup. Lalu kecupan-kecupan itu berubah menjadi ciuman yang menuntut. Ella dan daniel sama-sama tidak bisa mengendalikan diri mereka. Hanya rasa saling mencintai dan memiliki yang sedang menguasai mereka saat ini.
Aku akan segera kembali, sayang. Apapun yang terjadi, aku akan menikahimu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.
***
Iklan Author
Setelah baca, klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 😄