
"Halo, Marco, aku butuh bantuanmu. Hancurkan Danu Soetomo."
"Baik."
Linda mematikan ponselnya. Dia tersenyum menyeringai. "Kau pikir kau menang melawan siapa Danu? Aku saja bisa menyingkirkan kakak tersayang mu itu, apa kau pikir aku tidak bisa menyingkirkan mu?"
Linda melajukan mobilnya ke tempat psikiater yang telah direkomendasikan Steven. Dia tidak mau kehilangan kepercayaan Steven kali ini.
**
"Tuan, ada masalah,"Alvin berlari masuk ke dalam ruangan kendra.
"Ada apa?"tanya kendra melihat Alvin tampak panik.
"Ini, bacalah,"Alvin menyodorkan sebuah berita yang sedang viral.
"Angela putri Santoso nekat melakukan percobaan bunuh diri karena diduga mengalami stres. Hal ini menyebabkan keluarga Santoso meradang dan mencari siapa yang telah menghamili putri kedua mereka. Peristiwa ini tela mencoreng nama besar keluaga Santoso."
"Angela benar-benar nekat,"gumam kendra.
"Masalahnya ada salah satu media yang mengaitkanmu dengan masalah ini. Mereka mendapatkan foto Angela keluar dari kantor sambil menangis,"Alvin kembali menyodorkan sumber berita kepada kendra.
"Menurutmu ini ada hubungannya dengan Danu Soetomo?"tanya Alvin kepada Kendra.
"Siapa lagi kalau bukan dia yang memberikan keberanian kepada Angela,"jawab Kendra.
"Dia benar-benar bergerak cepat,"tukas Alvin.
"Siapkan berita balasan,"perintah kendra.
"Baik, tuan." Alvin undur diri untuk menyiapkan berita balasan untuk Danu Soetomo yang telah terang-terangan menyerang kendra.
"Danu Soetomo, sebegitu inginkah kamu melawan keponakan mu sendiri?"
**
"Bagaimana dengan berita yang sedang beredar?"
"Bagus, dengan berita ini para wartawan akan menyudutkan Kendra Daniswara. Keponakanku itu harus tahu dia berurusan dengan siapa, hahaha."
"Kamu ini tidak pernah berubah, selalu ambisius."
"Dia berani melawandan meremehkan ku. Apa yang harus kubanggakan dari putra Steven itu. Kesombongan nya sama persis dengan si Steven. Memang dia masih satu dara denganku karena putra Nadia Soetomo. Tetapi dia juga memiliki hubungan darah denga Steven Daniswara. Orang yang sangat kubenci."
"Tenang saja, aku akan membantumu mengatasi masalah keuangan di perusahaanmu."
"Baiklah, aku pegang kata-katamu."
**
"Putri keluarga Santoso melakukan percobaan bunuh diri?"
"Benar tuan."
"Di sini juga disebutkan hal ini ada hubungannya dengan Kendra Daniwara. Bagaimana bisa?"Steven sungguh terkejut melihat berita yang menyudutkan putra satu-satunya. Apalagi sebentar lagi ada rapat pemegang saham. Bila reputasi Kendra jelek maka Kendra bisa gagal dipilih dalam rapat nanti.
"Apa hubungan mereka selama ini?"tanya Steven kepada asistennya.
"Akan ada klarifikasi dari pihak tuan muda Kendra, tuan."
"Jadi dia sudah bergerak mengatasi masalah ini. Baguslah. Semoga saja masalah ini tidak berdampak buruk nantinya. Aku tidak menyangka putri keluarga ternama akan bertindak seperti ini. Benar rupanya dulu aku tidak memaksa Kendra menikahi salah satu putri keluarga mereka."
"Laporkan padaku apa saja yang dilakukan Kendra,"perintah Steven.
"Baik, tuan."
Sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel Steven. Ada foto Linda yang sedang melakukan proses pemeriksaan. Steven tersenyum melihat linda bersedia melakukan terapi. Dia ingin Linda bisa sembuh dari trauma yang pernah dia alami.
"Semua ini kulakukan untuk kebaikan mu, sayang,"gumam Steven.
**
Ella merenggangkan tubuhnya untuk mengurangi rasa pegal. Sudah berapa lama dia tertidur. Setelah menumpahkan segala kepenatan dirinya dengan mudahnya dia bisa tertidur. Sepertinya Daniel membawanya ke kamar tidur setelah dia tertidur di sofa ruang keluarga tadi.
"Hai, kamu sudah bangun?" Daniel masuk ke dalam kamar sambil membawa makanan. Ella tampak menelan ludahnya melihat apa yang dibawa Daniel. Rupanya dia sendiri juga sedang menahan lapar.
"Makasih, sudah membawaku ke kamar. Pasti merepotkan."
"Tidak,"jawab daniel singkat. "Ayo makan, pasti lapar, aku suapi ya,"Ella mengangguk. Daniel tersenyum manis melihat reaksi Ella.
Mereka berdua bertingkah seperti dua orang yang sedang dilanda kasmaran. Ella berharap kebahagiaan ini akan terus ada selamanya. Begitu juga Daniel. Dia selalu mengharap kan kehangatan suasana seperti ini bersama dengan Ella, selamanya.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...