You Are My Everything

You Are My Everything
Part 3 FLASHBACK



15 menit kemudian...


Pesanan semua sudah pada datang, mereka semua makan pesanan masing - masing. Di saat makan Vicky mulai bertanya sama Vina.


" Vin kamu asalnya dari mana?.." tanya kak Vicky


" Aku asal nya dari Indonesia kak Vicky.." jawabku yang masih lanjut makan.


" Jauh juga ya, jadi kapan kamu akan kembali ke Indonesia Vin?.." tanya kak Vicky lagi.


" Setelah selesai kuliah kak, aku berencana mau lanjut kerja di RS yang ada di indonesia.." jawab Vina.


" Kenapa kamu gak mau bekerja di sini dulu? Siapa tau nanti kamu pulang ke Indonesia langsung bawa calon.." tanya kak Vicky sambil senyum - senyum melihat ke arah kak Paulus.


" Kalau masalah kerja di sini ya nanti aku pikirin lagi deh kak. Hehe.. kalau dapat calon nya kak, kalau gak dapat gimana?.." jawabku kemudian senyum.


" Ada kok Vin, ini di sebelah aku dia nya single loh, dan ia juga kayak nya tertarik deh sama kamu.." jawab kak Vicky sambil menepuk pundak kak Paulus sampai membuat kak Paulus tersedak dengan minumannya.


" Iya benar Vin, kak Paulus mau mengenal kamu lebih jauh lagi tuh, kamu mau gak?.." tanya Seny kemudian senyum - senyum ke arahku.


" Benar kan bro kalau kamu mau mengenal Vina lebih jauh lagi?.." tanya kak Vicky kepada kak Paulus.


" Iya kalau ia mengizinkan aku untuk mengenal dirinya lebih jauh aku mau kok.." jawab kak Paulus sambil senyum lihat ke arah Vina.


Disaat Vina mendengar kak Paulus menjawab seperti itu ia hanya diam - diam senyum sendiri.


Beberapa waktu kemudian mereka semua telah menyelesaikan makanan mereka, dan mereka pergi membayar makanan yang telah mereka makan. Selesai membayar mereka pergi menuju ke kelas masing - masing karena masih ada mata kuliah terakhir.


Di saat dalam perjalanan menuju ke kelas masing - masing kak Vicky memulai berbicara.


" Setelah mata kuliah selesai biasanya kalian ngapain?.." tanya kak Vicky.


" Biasa nya kami jalan ke mall ataupun biasa main apartemennya Vina.." jawab Seny.


" Kalau habis ini kita berempat ke mall yuk.." tanya kak Vicky kepada kami berdua.


" Gimana Vin kamu mau gak habis ini ke mall?.." tanya Seny.


" Yaudah aku tunggu kalian di perpus aja ya soalnya mata kuliah aku hari ini sudah selesai.." kata kak Paulus.


Kami bertiga bersamaan menjawab iya menyetujui pendapat kak Paulus. Dan kami pun berpisah di depan perpus dan kami bertiga langsung masing - masing menuju ke kelas.


2 jam kemudian...


Kami bertiga telah menyelesaikan kelas kami masing - masing dan kemudian kami berjalan menuju ke perpus untuk mencari kak Paulus. Sesampai kami di dalam perpus, aku melihat kak Paulus yang lagi asik baca buku tanpa menyadari kedatangan kami bertiga.


" Serius amat baca buku nya, sampai kami sudah di depan aja nggak sadar.." tanya kak Vicky.


" Aaahh.. kalian sudah selesai ya mata kuliah nya?.." tanya balik kak Paulus.


" Kalau kami belum selesai nggak mungkin kami di sini Lus.." jawab kak Vicky.


" Yaudah yuk kita berangkat biar gak terlalu malam pulang nya.." kata kak Paulus.


" Yuk tapi pakai mobil masing - masing ya Lus, soalnya habis dari mall aku mau mengajak Seny pergi ke rumah ortuku.." kata kak Vicky.


" Ngapain kak kerumah ortu kak?.." tanya Seny dengan sedikit gugup.


" Ya ketemu kedua orangtua ku lah Sen, memang nya kamu gak mau ketemu mereka ya?.." tanya kak Vicky.


" Ya maulah kak tapi kan aku mau siap - siap, coba kak lihat penampilanku saat ini.." jawab Seny.


" Gak perlu berdandan kamu kayak gini juga sudah cantik kok Sen.." jawab kak Vicky dan itu berhasil membuat kedua pipi Seny merona.


" Jadi nanti aku sama Seny dan kamu sama Vina ya Lus.." kata kak Vicky.


" Aku sih oke - oke aja tapi Vina nya mau apa nggak berdua sama aku?.." jawab kak Paulus sambil melihat ke Vina yang dari tadi cuman diam.


" Gimana Vin kamu mau gak berdua sama kak Paulus?.. tanya Seny.


" Yaudah deh yuk kita berangkat.." jawab Vina .


Dan mereka berempat menuju ke mobil masing - masing. Pas sampai di depan mobil mereka, kak Paulus langsung membukakan pintu mobil nya untuk Vina masuk. Dan mereka pun melanjutkan untuk pergi ke mall yang telah mereka sepakati bersama. Selama dalam perjalanan kak Paulus dan Vina saling diam tanpa ada yang berbicara duluan karena mereka sama - sama bingung mau bicara apa karena nggak ada topik.