
(Daniel POV)
Pengeroyokan yang terjadi malam itu membuat luka lamaku terbuka. Preman yang disewa Linda memang sengaja ingin membuatku mati namun tidak semudah itu. Aku terkapar di depan pintu apartemen dan membuat Shella terkejut. Aku sempat melarangnya menghubungi Ella karena takut dia menjadi panik. Aku tahu seberapa khawatir nya Ella terhadapku. Aku tidak mau menjadi beban buat dia.
Shella memanggil dokter pribadinya ke apartemen dan dia menelpon Ella di keesokan paginya. Aku sempat mendengar nada khawatir Ella di saat Shella sedang berbicara dengannya. Aku juga tahu pagi ini Shella ada urusan penting. Dia tidak bisa menjagaku. Karena nya dia meminta Ella datang ke apartemennya.
Kulihat Ella sedang memasak di dapur. Sudah sekian lama, aku merindukan saat-saat kami hidup bersama. Bersama ayah Andri tentunya. Seorang pria baik hati yang mau menerimaku sebagai putra angkatnya. Dia ingin aku bisa menjaga Ella bila dia tidak ada di rumah. Ya, ayah Andri adalah seorang pekerja keras. Setiap hari dia bekerja siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan kami. Dia tidak mengenal lelah. Semua itu demi masa depan kami. Meski demikian kami selalu hidup dengan bahagia. Karena bagi kami kebersamaan adalah kebahagiaan yang tak terkira.
Kulihat Ella sekarang sudah banyak berubah. Tidak ada lagi keceriaan di wajahnya. Dia hanya sering tampil "baik-baik" dihadapan ku. Aku tahu dia tidak bahagia. Namun, aku kalah kuat melawan Linda, ibu kandungnya. Aku pernah terjerat kasus pemerkosaan yang membuat aku sempat di penjara. Tetapi ini semua hanya akal-akalan Linda. Aku telah dijebak.
Sudah lima tahun aku mengasingkan diri ke luar negeri. Aku menitipkan segala pengawasan kepada Shella. Tetapi Shella akhir-akhir ini bilang bahwa Ella tidak seperti biasanya. Aku langsung kembali karena firasatku berkata, Ella sedang dalam masalah.
"Heh, kenapa devil itu terus menganggu,"kudengar Ella mengeluh. Aku yang berpura-pura tidur menjadi penasaran siapa yang sedang disembunyikan Ella saat ini. Bahkan Shella Tidak mendapat informasi apapun.
Kudengar suara langkah kaki Ella meninggalkan kamarku. Seperti nya dia akan menemui seseorang itu. Aku bergegas bangun begitu mendengar pintu apartemen tertutup. Aku harus mengikuti nya dan mencari tahu siapa seseorang itu.
Kulihat dia kembali ke butiknya. Beberapa saat kemudian dia keluar dan berjalan sedikit menjauhi butiknya. Tampak mobil hitam menunggunya. Ella langsung masuk ke dalam mobil. Seorang lelaki. Pantas Ella bersikap aneh. Aku ikut mengawasi sampai kulihat lelaki itu memaksa Ella. Ini tidak bisa kudiamkan lagi. Aku bergegas menuju mobil. Benar, lelaki itu mencium Ella secara paksa.
Ku pukul-pukul kaca pintu mobilnya. Lelaki itu tampak gusar. Tindakanku membuat amarahnya tersulut dan dia memukulku terlebih dahulu.
Namun dia bukanlah lawan yang sepadan denganku.
"Daniel, sudah,"pelukan Ella dibelakang ku membuatku berhenti. Aku tidak mau pergerakan ku membuat Ella kenapa-napa.
Kulihat dia juga dilerai oleh orang kepercayaan nya. Dia, bukankah Kendra putra Steven, anak kandung Steven Daniswara, ayah tiri Ella. Kurang ajar. Apa dia melampiaskan dendamnya kepada Ella karena Ella putri Linda. Aku tidak akan pernah mengampuni nya kalau memang benar seperti itu kejadiannya.
**
"Kak, kamu tidak apa-apa,"Ella tampak khawatir memegang pipi Daniel yang memar karena pukulan Kendra. Sikap Ella lagi-lagi membuat Kendra geram. Bagaimana wanita itu sebegitu perhatiannya dengan lelaki itu.
"Pembicaraan kita belum selesai, El,"Kendra menarik tangan ella namun Daniel memegang tangan Ella yang satunya. Kini Ella menjadi perebutan kedua pria itu.
"Tidak! Sudah cukup! Kamu tidak berhak melecehkan nya seperti itu!"tegas Daniel tanpa takut.
"Siapa kamu berani berkata seperti itu kepadaku!"ujar Kendra dengan tatapan dinginnya. Ella dibuat merinding melihat tatapan sengit kedua lelaki itu. Ia yang berada diantara mereka mendorong keduanya melepaskan tangan.
"Cukup!"Kendra dan Daniel menatap Ella bersamaan.
"Kendra pembicaraan kita cukup disini,"Ella menatap Kendra dan ditanggapi oleh kernyitan didahinya. "Semudah itu kau pikir,"ujar Kendra perlahan namun mengintimidasi Ella. Melihat Ella terdesak, Daniel segera maju melindungi Ella.
"Urusanmu dengannya sudah selesai,"kata Daniel.
"Dia adik tiriku sekarang, aku berhak berbicara dengannya,"tutur Kendra.
"Hahaha,"Daniel tertawa membuat Kendra bingung.
"Aku tidak takut padamu, putra steven. Selama aku di sini, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti nya. Lepaskan dia,"Daniel memaksa tangan Kendra melepaskan Ella.
"Kau!"kendra hendak memukul Daniel namun tangannya ditangkap Daniel terlebih dahulu.
"Kuperingatkan, jangan pernah menyakiti Ella selama aku ada di sini, aku tidak akan ragu-ragu melawanmu meskipun kamu iblis sekalipun." Daniel menghempaskan tangan Kendra dan menarik Ella untuk pergi dari tempat itu. Dia sudah hampir tidak bisa menahan lagi amarahnya menghadapi putra tunggal Steven itu.
"Hahahaha! Seperti apa caramu melindunginya, bahkan dia diperkosa pun kau tidak tahu."
Ucapan Kendra sukses membuat Daniel berhenti. Terkejut sekaligus meradang. Apa yang baru saja di dengarnya. Dirinya seakan hancur mendengar hal itu. Apakah yang disembunyikan Ella adalah masalah ini. Kenapa dia tidak mengatakan apa-apa padanya. Dilihatnya Ella hanya menunduk sambil menahan tangisnya.
"Benarkah itu?"Daniel menarik Ella sehingga berhadapan langsung dengannya. Ella hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaan Daniel.
"Siapa yang melakukan hal itu padamu!"teriak Daniel. Ella hanya terdiam sambil terus menangis. Teriakan Daniel membuat Ella takut. Daniel tidak pernah membentakku selama ini.
"Bagaimana dia bisa menceritakan nya bahkan dia menikmatinya,"jawaban kendra membuat Daniel tahu siapa yang sudah melakukan hal itu kepada Ella.
"Brengsek kau Kendra!"
"Jangan, kak! Sudah cukup!"Ella menarik tubuh Daniel yang hendak menghampiri Kendra. Ella melihat dibelakang Alvin berdiri beberapa anak buah Kendra. Kalau Daniel menyerang sekarang Lukanya akan terbuka kembali.
"Sudah Kak, Ayo kembali saja,"ujar Ella sambil menangis memeluk Daniel yang kemarahannya sudah Tak terbendung. Tentu dia tahu Daniel tidak menyangka akan tahu Hal ini dari orang lain.
"Hahaha,lucu,katanya kamu melindunginya, bahkan kamu tidak tahu apa-apa, ironis sekali!"ejek Kendra. Ia sangat geram melihat Ella yang memeluk erat lengan Daniel seakan-akan lelaki itu hendak meninggalkannya. Siapa yang akan mau dengan wanita sisa seperti mu, El. Daniel pasti akan membuangmu, kata hati Kendra pasti.
Daniel menatap Ella kasian. Selama Lima tahun dia sudah membiarkan Ella dalam bahaya. Kali ini meski nyawa taruhannya, dia akan tetap disisi Ella.
"Ayo, pulang,"Daniel memeluk Ella yang masih menangis. Ella mendongak menatap Daniel yang menatapnya dengan penuh kasih. "Kak..."
"Maaf, aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi,"Daniel memeluk Ella yang tampak Tak berdaya. Gadis kecilnya itu pasti sudah mengalami kesakitan selama dia meninggalkan nya.
"Sial,"desis Kendra melihat mereka berdua berpelukan. Aku tidak akan menyerah kepadamu, El. Tidak akan.
...***...
Salam cinta dari author ❤️