You Are My Everything

You Are My Everything
Apakah Kamu Lala?



"Papa harap kamu bisa hadir nanti malam di sini,"ujar steven kepada Kendra saat sarapan bersama pagi ini.


"Memang ada acara apa?"tanya kendra dengan sikap acuhnya.


"Keluarga Wiraatmadja akan datang kesini untuk melamar adikmu, Ella."


Kendra melirik Ella sejenak lalu berpaling kepada makanan di piringnya,"aku tidak bisa, pa. Aku masih ada urusan di perusahaan."


Steven menghela napas,"baiklah, kalau memang kamu tidak bisa, papa juga tidak memaksa. Setidaknya berilah ucapan selamat kepada adikmu."


"Selamat untuk kalian,"ucap Kendra yang hanya dijawab anggukan oleh Ella. Steven melihat sikap dingin kedua anaknya.


"Aku pergi dulu, pa,"Kendra menyelesaikan makannya dan beranjak berangkat ke kantor.


"Hati-hati, nak." Namun Kendra telah berlalu tanpa menjawab pesan Steven.


"Persiapan nanti malam sudah papa atur, kamu tenang saja,"ujar Steven kepada Ella.


"Ya, pa."


**


"Ya, aku bahagia."


Kendra menatap lekat wajah Ella dan tidak ada keraguan dari jawabannya barusan. Kendra melepaskan tangan ella yang sedari tadi dipegangnya.


"Apakah kamu Lala?"tanya Kendra membuat Ella terkejut dan diam seketika. Apakah dia sudah tahu jati diriku sebenarnya?


"Apakah kamu Lala?"ulang Kendra sambil menatap Ella lekat.


"Ella....namaku Ella,"ucap Ella dan segera berlalu dari hadapan Kendra namun lagi-lagi Kendra menahannya. Bagaimana ini?


"Aku bilang aku....." Ella seketika terdiam ketika Kendra memeluknya dan dahi Kendra bersandar di bahunya.


"Jika kamu bukan Lala sekalipun, aku mohon diamlah sebentar saja."


Ella terdiam. Tampak frustasi yang sedang dialami Kendra. Dia tidak pernah berkata dengan lembut sebelumnya.


"Kenapa kamu mirip dengannya? Namun jika kamu adalah dia, kenapa kamu tidak mengenaliku?" Itu karena aku tidak mau kamu tersakiti karena aku putri Linda, orang yang kamu benci.


Kendra melepaskan pelukannya dan mengecup kening Ella sejenak lalu bergegas pergi meninggalkan Ella sendirian.


"Maafkan aku, aku hanya tahu cara ini sebagai jalan terbaik untuk kita semua. Semoga kamu bisa berbahagia dengan orang lain." Air mata yang sedari tadi Ella tahan pun kini mengalir deras. Ella juga merasakan sakit saat melihat kepergian Kendra dengan perasaan putus asa nya.


Steven sedari tadi melihat apa yang telah terjadi diantara kedua anaknya. Dia lagi-lagi telah kehilangan banyak hal bahkan dia tidak tahu jika putranya sendiri memiliki perasaan spesial untuk Ella, adik tirinya.


"Oh, tuhan, sungguh aku orang tua yang buta. Apa yang telah kulewatkan selama ini. Apa yang harus kulakukan sekarang, Tuhan."


Sekarang Steven baru mengerti kenapa waktu itu kendra begitu perhatian kepada Ella saat Ella sakit demam. Kecurigaan Steven ternyata benar. Putranya memiliki perasaan spesial kepada Ella.


"Tapi tidak bisa, mereka adalah saudara sekarang. Bagaimana mungkin mereka akan bersama,"ujar Steven. Mungkin inilah yang membuat Ella setuju menikah dengan daniel Wiraatmadja karena dia ingin menghindari Kendra.


"Baiklah, untuk kebaikan bersama, aku akan segera menikahkan Ella dengan Daniel. Dengan begitu Kendra tidak akan menggangu Ella lagi."


**


Kendra menutup matanya dengan sebelah tangannya. Percakapan nya dengan Ella semalam membuatnya banyak berpikir. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Dia seperti tidak rela kalau Daniel dan Ella menikah. Apakah ini semata karena dendam? Atau ada hal lain?


"Tuan."


Sebuah panggilan membuat Kendra membuka matanya. Alvin datang sambil membawa beberap berkas yang harus dia tanda tangani.


"Tuan, baik-baik saja?"tanya Alvin.


"Taruh saja di situ nanti akan ku tanda tangani,"jawab kendra mengacuhkan pertanyaan Alvin barusan.


"Baik, tuan. Oya Irawan sudah sadar dan dia sudah bisa ditemui,"lapor alvin.


"Suruh perketat penjagaan dan laki-laki yang hendak membunuhnya apa sudah buka mulut siapa yang menyuruhnya?"


"Belum, dia masih saja bungkam."


"Sepertinya aku harus turun tangan,"ujar Kendra dengan tatapan tajam.


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...