
"Cukup, berhenti."ella menghentikan langkah kendra dan daniel. Ella maju ke arah kendra, melihat hal itu kendra tersenyum penuh kemenangan sambil menatap daniel.
"Kamu pulanglah membawa mobilku, aku akan pulang dengan kak daniel saja."
Mendengar perkataan ella membuat hati daniel bahagia.
"Tidak, kamu pulang denganku,"sahut kendra sambil menarik tangan ella. Daniel tidak tinggal diam,"dia bersamaku."
Ella sekarang menjadi perebutan dua lelaki yang sama-sama menarik tangannya.
"Cukup!" Ella menghempaskan kedua tangannya. Melepaskan kedua tangan dua lelaki yang sedang memperebutkannya.
"Hentikan kalian berdua. Aku pulang sendiri,"ella meninggalkan dua lelaki di sana dan bergegas menuju mobil. Daripada harus memilih lebih baik dia pulang sendiri. Ini adil.
"Berhentilah mengganggunya,"ujar daniel. Kendra menatap daniel sengit,"siapa dirimu mengaturku."
"Aku peringatkan yang terakhir kalinya,"ujar daniel menatapnya tajam. Kendra tidak terima dengan ucapan daniel. Siapa dia berani mengancam seorang kendra daniswara.
"Aku tidak suka diancam,"kendra menarik kerah baju daniel.
"Jadi kamu ingin apa?"tanya daniel meremehkan.
"Ini yang kuinginkan,"kendra melayangkan tinjunya ke atrah daniel namun daniel mampu menghindar. Perkelahian pun terjadi diantara mereka.
**
Ella menghela napas panjang setibanya di garasi keluarga daniswara. Nanti dia akan menghubungi daniel. Ella tidak menyangka daniel tiba-tiba bisa muncul di saat dia bersama kendra. Bukan suatu kebetulan tentunya.
Ella cukup lelah, dia segera menuju ke kamar tidurnya. Dia melihat Linda masih terjaga, dia melihat kehadiran ella dan menghentikan langkah ella ke kamar.
"Bagaimana pestanya?"tanya linda.
"Baik."
"Tunggu,"linda menarik lengan ella. "Apa maksud mu datang bersama kendra? Kalian memiliki hubungan khusus?"
"Aku tidak datang bersamanya, kami kebetulan bertemu di sana."
"Tapi bagaimana bisa kalian pulang bersama?"Linda menatap ella penuh selidik. Ella menunjukkan wajah tenangnya. Dia tahu linda pasti menyuruh orang menguntitnya.
"Kami berpisah di jalan,"ujar ella santai.
"Karena ada daniel?"kali ini linda mulai geram. Dia tidak menyangka putrinya masih saja berhubungan lelaki yang tidak jelas asal usulnya itu. Sama seperti andri, mereka berdua hanya benalu.
"Ya, asal kamu mau menjadi menantu keluarga pratama."
"Itu tidak mungkin,"sahut ella.
"Kenapa tidak? Kevin menyukaimu begitu juga dengan keluarganya."
"Itu karena...." ella terdiam, bagaimana mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.
"Aku hanya menganggap kevin sebagai sahabat,"jawab ella.
"Tidak, dia harus menjadi suamimu,"tekan linda.
"Kevin tahu sebatas mana hubungan diantara kita."
"Apa?"
Plak!
Linda menampar pipi ella sehingga menimbulkan rasa panas di pipi ella.
"Aku sungguh melahirkan anak yang bodoh!"
Ella menahan air matanya. Dia tidak boleh menangis di depan Linda. Selama ini wanita itu tidak pernah menjadi seorang ibu yang baik untuknya.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti iti kepada kevin. Kamu benar-benar bodoh, el! Sia-sia aku mendidikmu selama ini. Kamu sama sekali tidak berguna."
"Aku tidak mau melukai perasaan kevin,"ujar ella.
"Cukup! Kamu memang anak pembawa sial. Otakmu bukan untuk berpikir. Kamu lemah seperti ayahmu, andri. Seharusnya dari awal aku membuangmu. Kamu tidak berguna sebagai putriku. Aku menyesal melahirkanmu. Kamu sama sekali tidak mewarisi sifatku. Kamu lemah!"
"Kamu menyakitiku, bu,"kata ella dengan menahan perasaan sakit. Ucapan linda membuat hati ella sebagai anak hancur. Dia bahkan tidak diharapkan oleh ibu kandungnya.
"Kamu pantas mendapatkannya. Kamu bodoh."
Ella berlari menuju kamarnya. Dia sudah tidak tahan ada di satu ruangan dengan ibunya. Ucapan penolakan ibunya terhadap kehadirannya telah menunjukkan bahwa ibunya tidak pernah menginginkan kehadirannya selama ini. Itu menyakitkan bagi ella. Air matanya pun tumpah.
Ibu sebenci itukah kamu kepadaku? Padahal aku selalu merindukanmu sewaktu aku kecil. Bahkan aku selalu merengek pada ayah untuk bisa bertemu denganmu. Mungkin perpisahan kita dulu adalah jalan terbaik. Aku menyesal kini bertemu denganmu. Karena kamu selalu menyakitiku.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...