You Are My Everything

You Are My Everything
Presdir Baru



"Selamat presdir,"Kendra menoleh dan mendapati papanya dengan senyum kemenangan menghampiri dirinya.


"Terimakasih, pa,"ucap Kendra sambil balik memeluk papanya.


"Papa bangga padamu, nak,"ucap Steven dengan berbisik kepada putra satu-satunya itu. Kendra juga merasa sedikit bahagia mendengar ucapan tulus yang diberikan Steven kepadanya.


"Selanjutnya, perusahaan ini bergantung padamu, nak,"ujar Steven. Dia merasa lega akhirnya Kendra Daniswara lah yang memimpin perusahaan. Meskipun diantara mereka berdua ada ketidakcocokan namun Steven tahu betul karakter putranya. Perusahaan lebih aman bersama Kendra.


"Selamat Kendra,"suara Kevin Pratama membuat keduanya menoleh. Kendra menjabat uluran tangan temannya tersebut.


"Terimakasih dukungannya,"ucap Kendra.


"Sebagai gantinya, kamu harus membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk perusahaan ini,"kata Kevin. Kendra hanya mengangguk menjawab permintaan Kevin.


"Kalian berbincang lah dahulu, saya permisi,"pamit steven kepada kedua pemuda di hadapannya.


"Baik, paman,"ucap Kevin dengan sopan.


"Nanti kita bicara lagi, nak,"ujar Steven.


"Baik, pa."


Kendra dan Kevin melihat kepergian Steven diikuti Jack di belakangnya.


"Aku melihat Ella bersama dengan seorang dari keluarga Wiraatmadja, siapa dia?"tanya Kevin kepada Kendra.


"Oh, dia tunangan Ella,"jawab kendra.


"O ya?"Kevin tampak kaget mendengar jawaban kendra. "Apakah dia salah seorang kepercayaan keluarga Wiraatmadja?"


"Ya, lebih tepatnya dia adik kandung Marcell Wiraatmadja."


Jawaban Kendra sukses membuat Kevin semakin tidak percaya. Selama ini lelaki itu tampak biasa saja. Kenapa mendadak menjadi luar biasa.


Kendra melihat dari kejauhan tampak ketegangan antara Linda, Ella, Steven dan juga Daniel. Kendra melihat kepergian Linda dengan kesal sedangkan Steven masih mengejar Linda meskipun Linda tidak memilih Kendra. Sungguh Kendra tidak mau banyak berpikir. Hanya saja dia melihat Ella tampak panik dan Daniel berusaha menenangkannya.


"Biarkan saja, jangan khawatir,"ucap daniel sambil membelai punggung Ella. Sedangkan Ella mencoba tenang. Satu permasalahan baru saja selesai. Kini langsung dihadapkam dengan persoalan baru.


"Aku tidak apa-apa kok, kak,"ujar Ella.


Drrtttt....Drrrttt....


Sebuah pesan masuk ke handphone Daniel.


Jangan lupakan janjimu.


Daniel menatap sekeliling nya. Tidak ditemukan keberadaan lelaki itu.


"Mencari siapa, kak?"tanya Ella melihat Daniel seperti sedang mencari seseorang setelah menerima pesan.


"Tidak ada, ayo pulang, sayang,"Daniel mengajak Ella meninggalkan perusahaan. Toh, urusan mereka di sana telah selesai. Daniel meminta anak buahnya segera menyelesaikan persiapan pernikahan dirinya dan juga Ella. Pernikahan ini harus segera dilakukan.


**


"Bagaimana kondisi nya?"tanya daniel ketika Shella keluar dari kamar Ella.


"Dia sudah tenang, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Shella penasaran. Ella sedang hamil tentu sedikit stres bisa membuatnya tertekan dan itu berpengaruh terhadap bayinya.


"Kami bertemu Linda di sana."


"Apa! Bagaimana bisa? bukankah kata mu linda dikurung oleh Steven sampai selesai pemilihan?"


"Dia melarikan diri dan Steven menutupinya dari kami,"jawab Daniel.


"Lalu apa yang dilakukannya kepada Ella sehingga membuat dia merasa tertekan?"tanya Shella penasaran.


"Dia mengancam Ella dan juga diriku, heh...,"Daniel merasa jenuh menghadapi musuh yang sama berulang kali.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"Shella khawatir dengan kondisi Ella.


"Akan lebih mudah kalau kami segera menikah. Persiapkan Minggu depan pernikahan kami. Tolong bantulah kami,"ujar Daniel memohon kepada Shella karena dia adalah sahabat baik Ella selama ini.


"Baiklah, jika itu yang terbaik. Dia akan jauh lebih aman jika bersamamu."


***


Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️