
FLASHBACK ON
Saat itu kak Paulus menghilang karena ia setelah selesai kuliah kedua orangtua nya langsung menyerahkan rumah sakit ini untuk kak Paulus, rupanya selama ini ia juga mengawasi aku dari kejauhuan, ia tiba - tiba menghilang karena dia sangat sibuk dan ia juga memberikan aku waktu untuk memikirkan tentang perasaan kami berdua. Saat ia tau aku telah menyelesaikan kuliah dan akan kembali ke Indonesia, kak Paulus langsung menyuruh kak Vicky untuk membujuk Seny dan aku untuk bekerja di sini supaya kak Paulus bisa memperbaki hubungan kami.
" Maaf karena aku telah tiba - tiba hilang setahunan ini.." kata kak Paulus dengan wajah yang nunduk.
" Aku butuh alasan kenapa kak tiba - tiba menghilang dan gak bisa di hubungi.." tanya Vina.
" Kak tau kalau kak salah, kak menghilang karena kak tau saat itu kamu belum ada perasaan buat kak, dan kak waktu itu di paksa sama orangtua kak untuk mengurus rumah sakit ini, jadi kak sibuk tetapi biarpun kak sibuk kak selalu memikirkan kamu Vin. Kak diam - diam mengawasi kamu dari jauh, akan tetapi saat kak mendengar kalau setelah kamu selesai kuliah kamu akan kembali dan bekerja di Indonesia saat itu kak sangat sedih, rasanya kak ingin pergi ke apartemen kamu untuk melihat mu sebentar, tapi gak jadi karena kak membujuk Vicky untuk bicara sama Seny dan kamu supaya mau bekerja di sini..." Jawab kak Paulus.
" Kenapa kak gak mau kasih tau ke aku yang sebenar nya biar aku gak kepikiran kenapa kak tiba - tiba menghilang dan gak bisa di hubungi, asal kak tau setahuan ini aku sangat merindukan mu kak.." kak Vina dengan kedua mata yang sudah berkaca - kaca menahan agar air mata nya tidak turun.
" Kak benar - benar minta maaf sama kamu Vin, asal kamu tau kak juga sangat merindukan kamu Vin. Kak gak mau jauh - jauh lagi dengan kamu, kak mohon mulai hari ini dan seterusnya kita harus selalu bersama - sama ya.." kata kak Paulus.
Setelah semua kata - kata dan perasaan yang selama ini Paulus dan Vina pendam akhir nya mereka saling menyampaikan perasaan mereka masing - masing. Setelah sudah mendengarkan semua, Paulus langsung memeluk dan mencium kening Vina dengan penuh kasih sayang.
Setelah dari kejadian beberapa hari yang lalu, hubungan Paulus dan Vina mulai seperti dulu lagi, mereka kembali dekat dan itu sangat membuat para suster dan dokter cantik yang bekerja disana cemburu dan iri dengan kedekatan Paulus dan Vina. Mereka sering makan berdua di jam istirahat kerja dan terkadang Paulus temani Vina saat sip malam di rumah sakit.
" Kak gak pulang? Bukannya tugas kak sudah selesai ya?.." tanya Vina.
" Kak mau temani kamu Vin.." jawab kak Paulus.
" Gak apa - apa kok, kak pulang aja lagian Vina juga sudah terbiasa sip malam.." kata Vina.
" Gak mau ah Vin, kak masih mau dekat dengan kamu, salahkah kak mau dekat sama kamu?.." tanya kak Paulus.
" Hm.. yaudah deh terserah kak, asal itu bisa buat kak bahagia.." jawab Vina.
Saat mendengar Vina bilang seperti itu Paulus pun benar - benar merasa bahagia karena bisa temani orang yang ia sayang. Hari - hari berikutnya pun sama seperti itu dan semakin hari mereka berdua semakin dekat.
" Vin nanti malam kamu ada waktu gak?.." tanya Kak Paulus.
" Ada kayak nya kak, memang nya kenapa kak?.." kata Vina.
" Gimana kalau ntar malam kita keluar, ada yang mau kak sampaikan ke kamu Vin.." kata kak Paulus.
" Boleh kak, ntar malam jam berapa kak?.." tanya Vina.
" Nanti malam jam 7 aja Vin sekalian kak jemput ya.." kata kak Paulus.
" Oke kak.." jawab Vina.
" Yaudah aku keruanganku dulu ya kak, kak juga pasti banyak kerjaan kan.." kata Vina.
" Iya Vin, sampai nanti malam ya.." kata kak Paulus kemudian senyum bahagia ke Vina.
Saat ini Paulus sedang menyelesaikan semua berkas yang perlu di tanda tangani dan semua urusan nya karena malam ini ia mau keluar dinner sama gadisnya. Tak terasa waktu pun menunjukan jam pulang kerja, Paulus pun keluar ruangannya dan berjalan ke parkiran mobil. Setelah itu ia malajukan mobilnya untuk pulang kerumah dan bersiap - siap untuk jemput Vina pergi ke tempat tujuan mereka.
1 jam kemudian..
Paulus telah selesai bersiap - siap saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Vina untuk menjemput vina. Selama di dalam perjalanan Paulus sibuk memikirkan kata - kata yang bagus untuk mengungkapkan perasaan nya buat gadis yang ia sukai. Gak kerasa sekarang Paulus telah sampai di depan apartemen Vina, dan ia pun mengirim wa ke Vina kalau ia sudah di bawah.
" Vin, kak sudah di bawah ya.." kata kak Paulus.
" Iya kak, bentar lagi aku turun.." jawab Vina.
" Oke kak tunggu.." kata Paulus.
5 menit kemudian Vina pun turun sampai depan mobil nya kak Paulus, kak Paulus pun keluar untuk membukakan pintu buat Vina masuk. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah restaurant Perch yang merupakan salah satu restaurant milik keluarga kak Paulus. Selama di jalan Vina mulai membuka suara karena dari tadi sunyi tanpa ada yang bicara.