
Pagi itu Ella merasakan mual, dia memuntahkan cairan bening ke dalam closet. "Apa karena aku telat makan semalam?"batin Ella. Dia juga merasa tubuhnya sering lemas akhir-akhir ini. Banyak hal yang terjadi, mungkin dia terlalu stres. Sebaiknya dia konsultasi ke dokter.
Drrrtt... Drrrtt...
Ella melihat HP nya. Daniel.
"Iya, kak,"sahut Ella menjawab telepon Daniel.
"Ku jemput depan rumah."
"Aku yang ke sana saja,"jawab Ella. Daniel baru saja sembuh, Ella tidak ingin lukanya terbuka kembali. Hari ini mereka memang ada waktu bertemu dengan dokter yang merawat luka Daniel.
"Tidak ada penolakan, la." Klik. Sambungan telepon di tutup. Ella membuang napas kasar. Sekarang sikap Daniel menjadi protektif sekali. Suka sekali memerintah. Namun Ella sekarang tidak lagi sendiri sejak kehadiran Daniel. Ella merasa tidak kesepian lagi.
"Sarapan mu sudah siap,"ujar Linda yang berpapasan dengannya di ujung tangga. Melihat wajah Linda membuat Ella kesal. Ella tahu pengeroyokan Daniel pasti ada hubungannya dengan Linda.
"Aku langsung berangkat, Bu,"kata Ella. Sehabis muntah-muntah dia menjadi tidak nafsu makan. Padahal dia sudah menghabiskan isi perutnya di closet.
"Tunggu, El,"Linda menarik lengan Ella. "Apakah kamu masih menemui Daniel?"tanya Linda. Ella tahu Linda sangat tidak suka dengan kehadiran Daniel.
"Itu bukan urusan ibu,"sahut Linda.
"Jangan bantah ibu, el. Jauhi dia!"tegas Linda. Ella hanya tersenyum.
"Mau menjebak dia lagi kalau aku tidak mau?"tanya Ella sarkas. Ella tahu semua kelakuan busuk Linda selama ini. Entah apa yang membuat Ella menjadi berani melawan Linda sekarang.
"Dasar anak sialan!"desis Linda.
"Aku tahu siapa dalang dibalik pengeroyokan Daniel."
"Siapa, heh?"ejek Linda. "Kamu seharusnya fokus dengan Kevin Pratama."
"Aku bukan boneka mu lagi!"ujar Ella dengan penuh penekanan. Linda yang melihat reaksi Ella cukup terkejut. Ella yang sekarang berani melawan dirinya.
"Itu lima tahun yang lalu, bu. Sekarang semua itu tidak akan terulang kembali."
Ella berjalan meninggalkan rumah. Daniel pasti sudah menunggu nya di luar.
Linda melihat kepergian putrinya dari balkon rumahnya. Dia melihat sebuah mobil hitam menghampiri Ella. Itu pasti Daniel. Anak sialan itu masih berani mendekati putrinya.
"Halo, aku punya pekerjaan untukmu. Habisi lelaki di foto yang aku kirimkan barusan. Segera."
"Nikmatilah hidupmu yang sebentar lagi, Daniel. Dan kamu putriku, sayang. Jangan berlagak sombong di depan ibumu sendiri." Linda tersenyum simpul.
**
Kendra melihat kepergian Ella yang dijemput sebuah mobil hitam. Dia tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam mobil tersebut.
Tidak mungkin kevin, batin Kendra.
Pasti lelaki itu.
Rencananya pagi ini dia ingin menemui Ella di rumah ayahnya. Dia merindukan wanita itu. Sudah lama sejak kejadian malam itu mereka tidak lagi bertemu. Kendra harus membuat Ella tetap berada dalam kendalinya. Tetapi kehadiran Daniel membuat rencananya gagal.
"Apa hasil penyelidikan mu tentang latar belakangnya?"tanya Kendra kepada Alvin.
"Dia dan Ella sama-sama diasuh oleh ayah kandung Ella. Daniel anak yatim piatu. Dia pernah mengalami kasus percobaan pemerkosaan kepada salah satu pegawai club lima tahun yang lalu. Namun entah mengapa kasus itu di tutup. Setelahnya Daniel pergi ke luar negeri selama lima tahun. Tidak ada informasi apa yang dilakukannya di sana. Tetapi disebutkan di sini dia bekerja sebagai bartender di salah satu klub ternama di sana,"terang Alvin panjang lebar.
"Dia terkesan biasa saja. Tempat tinggalnya juga biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Lalu bagaimana bisa dia berani melawanku?"Kendra tidak habis pikir dengan pemikiran lawannya kali ini. Seperti nya dia akan menang dengan mudah.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...