You Are My Everything

You Are My Everything
Saat Penentuan



"Pemerolehan suara untuk tuan Danu Soetomo dan tuan Kendra Daniswara sampai saat ini masih imbang. Tinggal satu lembar kertas suara tersisa. Baiklah, saya akan membukanya,"ujar Jack sebagai moderator.


Semua peserta rapat tampak tegang mengikuti rapat tersebut. Semua menanti nama siapa yang tertulis di dalam kertas suara yang sedang dipegang Jack.


"Kertas suara terakhir bertuliskan...."


Kendra dan Danu sama-sama menantikan nama siapa yang akan disebut.


"Kosong."


Semua yang ada di ruang rapat kembali berbisik-bisik karena lembar terakhir yang mereka nantikan kosong. Berarti posisi Danu dan Kendra sama-sama kuat. Kini kembali terjadi ketegangan karena belum menemukan titik temu siapa yang akan menjadi pemimpin pengganti Steven Daniswara. Melihat hal tersebut akhirnya Steven mulai bersuara.


"Mohon perhatian nya, bapak dan ibu pemegang saham, karena kita belum menemukan salah satu pemenang dalam pemilihan ini maka langkah selanjutnya adalah penghitungan besar saham yang dimiliki pendukung salah satu calon. Silakan menuliskan nama di kandidat di lembar kertas yang telah bertuliskan nama para pemegang saham. Kami akan menghitungnya melalui banyak saham yang bapak dan ibu miliki di sini lalu kami jumlahkan. Jumlah terbanyak lah yang akan menjadi pemenang."


Semua anggota rapat mulai sibuk mengisi nama kandidat yang mereka pilih. Lalu kertas tersebut dikumpulkan kembali dan akan dibacakan di depan semua anggota rapat.


Sementara Danu Soetomo mendapat dukungan sebesar 25% sedangkan Kendra masih 20%.


"Selanjutnya keluarga Wiraatmadja memilih Kendra Daniswara."


Danu terkejut mendengar nama Kendra yang lebih dipilih oleh Wiraatmadja, padahal dia sudah berusaha mendekati Marcell Wiraatmadja.


Steven tampak menahan amarahnya mendengar nama Linda yang lebih memilih adik iparnya tersebut. Steven tak habis pikir ternyata selama ini Linda kabur ke tempat Danu Soetomo. Dan menjadi pendukungnya sekarang.


"Tinggal satu lagi kertas suara disini, sementara kedudukan kembali imbang. Tuan Danu Soetomo mendapat perolehan 45% dan tuan Kendra Daniswara medapat perolehan 45%. Satu suara ini akan kembali menentukan siapa yang akan memimpin perusahaan ini. Dan nama yang tertulis dari keluarga Handoko adalah Kendra Daniswara."


Suara tepuk tangan bergemuruh mendengar sebuah nama akhirnya menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut. Kendra berdiri dan mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham. Namun, di meja seberang tampak wajah Danu Soetomo merasa kesal karena dia kembali kalah melawan keturunan Daniswara.


Tak berbeda dengan Linda, mendengar kemenangan ada di pihak Kendra Daniswara membuatnya merasa geram. Dia merasa kesal dengan wajah bahagia Steven yang memeluk putranya dengan penuh kebanggaan.


Ella dan Daniel tampak lega karena pemilihan berjalan sesuai dengan yang mereka harapkan. Meskipun Ella merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam yang diberikan Linda kepadanya. Namun, Daniel berusaha menenangkan dirinya sedari tadi.


"Baiklah, selamat kepada tuan Kendra Daniswara yang telah memenangkan pemilihan ini. Selanjutnya pidato awal dari pemimpin baru kita, kepada Tuan Kendra Daniswara dipersilakan maju ke depan."


Suara tepuk tangan kembali terdengar saat Kendra Daniswara maju menuju mimbar untuk menyampaikan pidato kemenangan nya sekaligus pidato pertamanya sebagai pemimpin.


"Pertama saya ucapkan terimakasih kepada para pemegang saham yang telah hadir mengikuti jalannya pemilihan kali ini. Saya akan berusaha untuk lebih memajukan perusahaan ini. Semoga kita bisa bekerja bersama-sama. Demikian pidato singkat saya."


***


Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️