You Are My Everything

You Are My Everything
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan



Kendra terusik tidurnya karena cahaya mentari yang masuk ke kamar ella. Kendra menggeliat dan melihat ella masih tertidur pulas. Kendra tersenyum,"sungguh dia tidak takut aku berbuat macam-macam padanya. Apa dia sudah lupa apa yang pernah kulakukan padanya."


Kendra membenarkan selimut ella. Melihat wajah tenang ella saat tidur membuat hatinya ikut tenang. Kendra mendekatkan wajahnya ke wajah ella. Sebuah kecupan ringan di kening dan kendra benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya. Terlepas dari dendam karena ella adalah putri seseorang yang telah menghancurkan keluarganya. Keinginan untuk melindungi itu kuat. "Andaikan saja kamu bukan putri nya. Aku mungkin telah jatuh hati padamu."


Drrtt.... drttt....


Kendra mengambil handphonenya. Alvin. Sepagi ini?


"Ada apa?"


"Aku sudah menemukannya."


Kendra mengerutkan dahinya. Siapa yang dimaksud? Dia?


"Benar-benar dia?"tanya kendra memastikan.


"Iya, tuan. Lala."


"Setengah jam lagi aku sampai kantor." Kendra menutup teleponnya. Sudah sekian lama dia mencari kabar gadis kecilnya itu. Setelah bertahun-tahun dia menunggu akhirnya dia bisa menemukan kabar beritanya.


Kendra bergegas bangun dan berjalan keluar dari kamar ella. Dia kembali ke kamarnya dan bersiap-siap. Untungnya di rumah steven ini dia masih meninggalkan sedikit bajunya jadi dia bisa berganti baju.


"Tuan muda sudah akan pergi?"tanya pelayan yang sudah melayani keluarga steven sejak kendra masih kecil.


"Iya, bik. Oya, paksa ella buat makan sesuatu. Dia semalam demam."


"Baik tuan muda."


Kendra bergegas mengendarai mobilnya dan menuju ke kantor.


Steven ternyata sudah terbangun dan mendengar percakapan kendra dengan pembantunya.


"Kendra sudah pergi?"tanya steven kepada pembantunya.


"Iya tuan besar."


"Sepagi ini ada masalah apa sampai membuatnya tergesa-gesa?"gumam steven sendiri. Dia juga sempat mendengar ella demam. Dia baru tahu kalau kendra perhatian juga kepada ella diam-diam. Dia bahkan meminta bibik memaksa ella makan. Kendra daniswara tidak pernah lagi perhatian kepada orang lain sejak kematian ibunya. Steven menepis segala kemungkinan yang sedang bergulat di pikirannya.


**


"Apa yang kamu temukan?"kendra mengintrogasi alvin, asisten pribadinya, sekaligus sahabatnya sejak di bangku sekolah.


"Ini." Alvin menyodorkan beberapa foto. Kendra melihat foto-foto lala.


"Lalu dimana dia sekarang?"tanya kendra penuh harap. Dia sudah ingin sekali bertemu dengan lala.


"Dia...dia..."alvin mulai ragu mengatakannya.


"Dia kenapa?"tanya kendra gusar.


"Lala sudah meninggal dunia." Sebuah tamparan bagi kendra yang mendengar berita ini. Kemungkinan yang tidak ingin dia dengar. Dia berharap ini tidak pernah terjadi. Namun kenyataan selalu membuatnya kecewa.


"Apakah sudah kau pastikan dengan benar?"kendra menatap alvin memastikan.


Alvin mengangguk. "Aku sudah melihat sendiri tempat peristirahatan terakhir lala."


"Apa penyebab kematiannya?"


"Dia mengalami luka bakar yang parah hampir seluruh tubuhnya. Karena keterbatasan biaya, tidak ada yang sanggup merawatnya karena tidak ada keluarga yang bertanggung jawab terhadapnya. Maka pihak rumah sakit memutuskan perawatannya dihentikan. Lala tidak bisa bertahan setelah penghentian pengobatan itu. Dia pun meninggal dunia setelahnya."


Kendra melihat foto masa kecil lala yang tersenyum manis. Sekilas senyumnya mirip dengan ella. Sempat dia berpikir mereka adalah orang yang sama. Tetapi itu tidak benar setelah kendra tahu sejak kecil ella hidup bersama ayahnya. Sedangkan lala, dia ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Dia dibuang oleh ibunya sendiri ke sebuah panti asuhan. Saat itu nasib mereka berdua sama. Sama-sama dibuang.


Kendra melihatnya dan berdiri. "Aku pergi dulu."


Alvin hanya diam. Alvin tahu kendra terpukul mendengar berita ini. Mungkin dia juga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi berita seperti ini karena sekian tahun lamanya mereka berpisah. Dan itu terjadi karena peristiwa kebakaran yang ada di panti asuhan, tempat mereka bersama-sama dahulu. Tetapi harapan bahwa lala masih hidup memang besar dalam diri kendra. Dia selalu berusaha menemukan keberadaan lala.


"Maafkan aku, tetapi semakin cepat kamu tahu semakin baik buat dirimu di masa depan,"gumam alvin melihat kepergian sahabatnya. Dia juga ikut bersedih melihatnya. Tetapi siapa yang bisa melawan takdir Tuhan.


**


"Jadi kamu memberitahukan semuanya?"


"Ya. Dia percaya."


"Baguslah."


"Apa rencanamu selanjutnya?"


"Membawa ella pergi dari keluarga daniswara."


"Itu tidak mudah."


"Aku tahu. Aku akan menikahinya."


"Apa?"


"Aku serius. Untuk itu, aku membutuhkan bantuanmu, kak."


"Apa itu?"


"Perusahaan di Indonesia. Aku ambil alih."


"Kamu yakin?"


"Ya."


"Baiklah. Tapi kau tahu apa konsekuensinya bila bekerja sama denganku."


"Aku tahu."


"Tunggu,"shella masih belum mengerti dengan kedua saudara ini. "Cel, kau perlakukan adikmu seperti ini?" Dia tahu seperti apa sikap marcell. Dia bos mafia terkenal. Dan hanya sedikit orang yang tahu tentangnya. Orang lain hanya mengenal para asistennya saja. Mencari seorang marcell tidaklah mudah.


"Ini bisnis. Aku tidak mau jatuh bangkrut, sayang." Mendengar marcell menyebutnya sayang membuat shella mual.


"Masih untung aku tidak mematahkan asisten putra daniswara itu. Jangan mencoba menghentikan langkahku. Atau bocah itu dapat imbasnya,"seringai marcell. Shella bergidik ngeri. Kenapa dia mau saja menjadi kekasih lelaki gila ini. Alvin jauh lebih romantis daripada lelaki ini.


Plak!


"Aduh!" Shella mengusap dahinya yang dipukul marcell.


"Kau gila!"bentak shella.


"Aku tahu kau membandingkan aku dengan lelaki itu!" Ujar marcell dengan geram. Shella tidak menyangka, marcell seperti cenayang saja tahu pikiran seseorang.


Daniel tersenyum melihat kelakuan dua orang ini. Tidak pernah akur tetapi daniel tahu keduanya saling mencintai satu sama lain. Dia berharap ella bisa menerimanya. Meski cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan. Daniel ingin membahagiakan ella. Dan melepaskan ella dari jeratan ibunya.


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...