You Are My Everything

You Are My Everything
Hamil?



"Kamu yakin tidak ingin ke rumah sakit?"tanya alvin sambil mengobati luka di wajah kendra.


"Tidak." Kendra menahan sakit di bibirnya bekas tonjokan daniel. Akibat perkelahian mereka kemarin, keduanya memiliki bekas luka.


"Kenapa sampai berkelahi? Kalian kekanakan,"gerutu alvin.


"Diamlah, jangan mengomel terus,"kendra mendorong tubuh alvin dan membaringkan tubuhnya di sofa panjang. Beberapa bagian tubuhnya terasa sakit, itu pasti lebam. Sial! Daniel kuat juga ternyata. Apa yang dia lakukan selama ini, dia lebih mirip preman daripada seorang pekerja di bar.


"Apakah kamu melampiaskan semua ini karena kesedihanmu atas kepergian lala?"tanya alvin. Kendra hanya terdiam, dia memejamkan mata sambil meletakkan tangan kanannya di atas dahi. Dia malas membalas pertanyaan alvin. Dia merasa lelah. Mungkin benar kalau berita kematian lala membuat emosinya tidak stabil.


Alvin duduk di sofa samping kendra tiduran,"Aku awalnya menganggap ella adalah lala." Ucapan alvin membuat kendra membuka matanya.


"Kenapa bisa begitu?"tanya kendra penasaran.


Alvin melirik ke arah kendra. "Lelaki bernama daniel adalah anak lelaki yang menyelamatkan lala dari kebakaran di panti."


"Apa!" Kendra langsung bangun dari sofa. Dia menatap alvin tidak percaya. "Kenapa kamu tidak cerita padaku?"


"Maafkan aku, aku hanya ingin mencari info lengkap sebelum melaporkannya padamu."


"Lalu info kematian lala apakah dari daniel juga?"


"Bukan. Ini dari salah seorang yang juga selamat dari kebakaran itu, namanya shella."


"Dia anak panti juga?"


"Ya, dan dia kenal lala."


"Lalu apa hubungan lala dengan daniel ?"


"Daniel ternyata juga anak panti asuhan tersebut, apakah kamu tidak mengenalnya?"tanya alvin. Kendra menggeleng. Dia hanya 3 bulan di sana, bagaimana dia mengenal semua anak di sana.


"Apakah kamu tidak pernah melihat ada anak lelaki yang mendekati lala sewaktu di panti?"tanya alvin.


"Tidak ada. Lala sangat tertutup orangnya. Dia tidak memiliki teman."


"Aku awalnya mengira ella adalah lala. Karena aku pernah mendengar shella memanggil ella dengan sebutan lala."


"Lalu?"kendra semakin penasaran dengan keterangan alvin.


"Aku berusaha mendekati shella selama ini. Aku mengorek informasi tentang kejadian di panti. Dan alasan kenapa dia memanggil ella dengan sebutan lala karena keduanya mirip. Nama mereka juga memiliki akhiran yang sama. Shella mengenal ella karena dia adalah saudara angkat daniel. Aku juga mencari tahu info tentang ella. Tapi tidak ada yang menyebutkan dia pernah tinggal di panti."


Kendra merenungkan informasi yang diberikan alvin.


"Bisa saja shella berbohong."


"Kalau benar ella itu lala...."


"Kenapa ella tidak mengenalimu kalau memang dia adalah lala?"ucap alvin memotong perkataan kendra.


"Tidak, kamu harus menyelidiki lagi," perintah kendra.


"Aku menceritakan hal ini untuk memberitahumu agar rasa penasaranmu selama ini kalau ella adalah lala segera hilang,"terang alvin.


"Ada hal buruk yang pernah aku lakukan pada ella, aku pernah memperkosanya."


"Apa! Kamu gila, ken!"


"Aku melakukan itu karena aku dendam dengan Linda."


"Tapi bukan kepada ella harusnya kamu melakukan nya. Dendam mu pada linda, dialah yang merusak rumah tangga kedua orang tuamu. Kenapa kamu melampiaskannya kepada ella."


"Itulah, aku juga menyesal saat melihatnya menangis di pelukan daniel saat itu." Alvin tertegun mendengar kata menyesal yang baru saja diucapkan kendra. Dia tidak pernah melihat kendra sefrustasi ini.


"Kamu telah menghancurkan hidupnya,"kata alvin.


"Pantas saja dia menolak saat di dekati oleh kevin."


"Menolak?"kendra tidak menyangka ella menolak kevin. Padahal di pesta tadi dia melihat ella dan kevin tampak akrab.


"Ella telah menolaknya. Itu yang kutahu dari asisten kevin."


Kendra terdiam mendengar perkataan alvin. "Kalian bersaudara, karena tuan steven adalah suami dari ibu ella. Lalu kalau terjadi sesuatu dengan ella apakah kamu bisa bertanggung jawab? Kasian ella, dia akan menanggung kesedihan sendiri."


Kendra juga berpikir hal yang sama. Sebentar lagi rapat pemegang saham. Tentu dia tidak ingin ada gosip buruk yang beredar karena saingan dia adalah danu soetomo, pamannya sendiri. Apa yang harus dilakukannya bila sesuatu terjadi pada ella.


**


Ella bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi. Dia merasa mual begitu bangun tidur. Namun dia hanya memuntahkan cairan bening. Bagaimana bisa dia muntah-muntah di pagi hari. Dan ini bukan yang pertama kali.


Tidak, tidak mungkin aku....


Ella berlari ke almari penyimpanan pembalut. Dia melihat pembalut persediaan nya masih utuh. Seharusnya ini sudah terpakai kenapa masih utuh. Ella merasa lemas, apakah ketakutannya akan terjadi. Dia...


Hamil...


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...