You Are My Everything

You Are My Everything
Jangan sakiti dirimu lagi



"Bangun, nak..."


"Kendra, bangun, sayang..."


Suara lembut itu membuat Kendra perlahan-lahan membuka matanya. Sinar matahari menyilaukan pandangannya. Wajah pertama yang dia lihat adalah wanita yang sangat dia rindukan selama ini, Nadia Soetomo, Ibu kandungnya.


"Bangunlah, nak,"ujar nadia dengan senyuman manisnya.


"Mama,"Kendra beranjak bangun dari tidurnya. Dia memeluk ibunya dengan erat. Kendra selama ini memendam rasa rindu kepada ibunya. Kendra tidak pernah menyangka malam itu akan menjadi malam terakhir nya bersama sang ibu. Sebelum ibunya menembak sendiri kepalanya dihadapan suami dan juga selingkuhan suaminya.


"Ma, aku sungguh merindukanmu,"ujar Kendra setelah melepaskan pelukannya. Nadia tersenyum, dia mengelus pipi putranya itu.


"Kamu sekarang sudah besar, nak. Maafkan mama sudah meninggalkanmu dulu,"kata Nadia yang juga menangis melihat putranya kini. Dia menatap lekat-lekat wajah Kendra.


"Maafkan aku juga, ma. Aku bukan anak yang baik, aku justru menjadi anak yang mengecewakan untuk mama,"ujar Kendra dengan raut wajah yang sedih.


Air mata Kendra tumpah dipangkuan ibunya. Nadia mengelus rambut Kendra sambil mendengarkan keluh kesah sang putra.


"Apa yang kulakukan selama ini justru menyakiti diriku sendiri, ma. Aku melukai orang yang kucintai. Kupikir jika semua dendam itu terbalaskan maka aku akan merasa tenang. Tapi kenyataan berkata lain, ma. Aku justru merasakan sakit saat ini. Hatiku sakit, ma. Sakiitt...." Kendra kembali menangis dipangkuan sang ibu. Nadia hanya diam mendengar semua perkataan Kendra.


"Kenapa harus dia yang menderita, aku tidak sanggup melihatnya semenderita itu karena ku, ma. Aku sungguh bodoh, ma. Putramu ini sungguh memalukan, ma,"ucap Kendra justru merasa kesal akan sikapnya selama ini yang telah semena-mena dengan Ella.


"Mama juga bersalah padamu, nak. Karena dendam ini juga berasal dari mama. Aku tidak memikirkan bagaimana nanti hidupmu. Saat itu aku hanya merasakan sakit karena perselingkuhan yang dilakukan papamu. Aku tidak memikirkan masa depanmu, sayang. Maaf, mama juga bersalah,"kata nadia sambil membelai lembut kepala putra semata wayangnya itu.


"Aku tidak sanggup hidup lagi, ma,"ucap Kendra merasa putus asa. Kendra tidak sanggup melihat sesuatu terjadi nantinya kepada diri Ella.


"Belum saatnya, nak. Nanti kita akan bersama-sama. Sekarang tenangkan hatimu. Lepaskan lah dendammu. Mama sudah berbahagia di sini. Jangan sakiti dirimu lagi,"ujar Nadia sambil mengangkat kepala Kendra.


"Nak, jangan jadi seperti mama yang menyesali apa yang telah terjadi, kamu belum terlambat memperbaiki apa yang telah terjadi. Lepaskan dia. Lepaskan dendam itu. Hiduplah bahagia, nak,"pesan nadia kepada putranya.


Kendra mengangguk menjawab nasehat Nadia. Dia memeluk Nadia sambil tersenyum.


"Begitu juga mama, sayang,"sahut Nadia.


Tiba-tiba tubuh Nadia menghilang secara perlahan-lahan. Sebelum benar-benar menghilang, nadia memberikan senyuman terbaiknya untuk sang putra.


**


Bip....Bip....Bip....


Steven duduk di samping ranjang Kendra yang terbaring dengan beberapa alat yang menunjang pernapasannya. Steven menunggu sang putra setelah memakamkan istrinya di tempat peristirahatan terakhirnya.


Ya, Linda Daniswara meninggal di tempat kejadian. Bahkan tubuhnya terbakar oleh ledakan mobil yang dikendarainya tersebut.


Steven sampai di tempat kejadian dengan tubuh yang lemas mengetahui kondisi semua anggota keluarga nya yang terluka parah. Dia menemukan Kendra dan Ella tidak sadarkan diri. Sedangkan dia tahu orang di dalam mobil itu adalah Linda membuatnya terpukul. Orang yang ingin dia jaga selama ini telah meninggal di hadapannya.


Steven seketika jatuh lunglai dan Jack langsung sigap memapah tubuh tuannya.


"Tuan, tuan muda membutuhkan anda, tolong jangan menyerah, tuan harus kuat. Kondisi tuan muda dan nona Ella juga sedang kritis,"kata-kata Jack membuat Steven teringat kembali akan nasib kedua anaknya. Steven hanya syok saat melihat kondisi yang diami oleh Linda.


"Tidak! Ellaaaaaaaa!"teriakan keras Daniel menyadarkan Steven untuk segera menolong kedua anaknya.


Maafkan aku, Linda. Aku tidak tahu separah itu sakit hatimu padaku. Aku bukan suami yang baik untukmu. Aku tidak bisa menjagamu. Aku tidak bisa melindungi mu. Aku hanya bisa menyakitimu. Maafkan aku....


***


Iklan Author


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄