
Ella mengobati luka Daniel yang kembali terbuka akibat berlelahi dengan Kendra. Diantara mereka hanya ada kesunyian. Satu sama lain tidak ada yang saling berbicara.
"Kamu istirahat lah,"ujar Ella perlahan. Dia tahu Daniel sedang marah kepadanya karena kebiasaan Daniel kalau marah dia tidak akan berbicara.
"Mengapa..."Daniel menggantungkan perkataan nya. "Aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, benar Kan?"Tanya Daniel. Ia sudah tidak mau dibohongi kedua kalinya oleh Ella.
"Aku..."Ella hendak berkata namun sulit untuk mengatakan nya.
"Apakah aku harus mendengarnya kembali dari orang lain, la. Kenapa? Kamu sudah tidak mempercayaiku lagi sekarang?" Daniel menarik lengan Ella. Ia memeluk perut Ella dan menangis disana. Ia merasa bersalah karena tidak menjaga Ella sehingga menjadi korban pemerkosaan.
"Maaf, kak...maaf..."ella mengelus rambut halus Daniel. Ia tahu Daniel terluka hatinya mengetahui apa yang telah terjadi. Daniel selama ini selalu yang berjuang paling depan. Ia mengabaikan perasaan Daniel hanya karena ingin melindungi Kendra.
Daniel melihat Ella Dan menghapus air matanya. "Katakan padaku, apakah kamu menyukai putra Steven itu?"tatap Daniel kepada Ella. Dan jawaban Ella hanya sebuah gelengan berikut tangisannya yang pecah.
Melihat reaksi Ella, Daniel seketika mengerti suasana hati Ella. Dan lagi-lagi hal ini membuat dia merasa sakit di hatinya. Bagaikan tertusuk jarum yang banyak jumlahnya. Daniel harus bisa menyikapi ini semua. Dia tidak boleh egois. Hanya Ella yang dia miliki. Membiarkan Ella jatuh ke tangan Kendra saat ini hanya akan membuat Ella menderita. Apalagi status hubungan mereka yang rumit.
"Apakah Kendra tahu kamu menyukai nya?"Tanya Daniel. Ella yang masih menangis hanya menggeleng, "Aku tidak menyukainya, Daniel."
Daniel menarik tubuh Ella Dan memeluknya erat. Kali ini tebakannya tidak mungkin salah "Apakah Kendra adalah sosok yang pernah kamu ceritakan di Masa lalumu, la. Jawablah jujur,"Tanya Daniel kembali.
Ella semakin deras menangis. Ia mengangguk sambil memeluk erat Daniel. Napas berat dihembuskan oleh Daniel. Melihat Ella dia semakin mengerti. Dia sudah mengenal Ella sejak kecil. Dan bukan tanpa sebab dia begitu kekeh membela Kendra.
"Apakah sudah benar-benar kamu pastikan bahwa itu dia?"ulang Daniel. Ella mengangguk mantap. Daniel melepaskan pelukannya. Ia menatap Ella yang mulai berhentik terisak. Ia menghapus air matanya. Dan mencoba berbicara dengan Daniel.
"Kenapa kamu tidak memberitahunya bahwa kamu adalah lala?"Tanya Daniel. Seharusnya dia tidak menanyakan pertanyaan yang dia sendiri tahu jawaban nya.
"Ak...aku, ma..malu,"jawab Ella. Ya, tepat, Ella tidak mungkin melakukan nya. Perbuatan Linda kepada Nadia, mama Kendra, tentu menorehkan Luka dalam untuk Kendra maupun Ella.
"Biarlah, Aku sudah membuat kesepakatan dengannya. Setelah aku membantunya, maka dia akan melepaskan ku kemanapun aku pergi. Di saat itu, bawalah aku sejauh mungkin, kak. Aku tidak akan kembali lagi padanya. Aku malu mengakui siapa diriku padanya. Biarlah dia mengenang lala sebagai sosok yang baik dimatanya."
Daniel mengelus kepala Ella dengan sayang. "Aku tidak akan meninggalkanmu lagi kali ini. Aku berjanji."
"Terimakasih, kak,"Ella memegang erat tangan Daniel.
Aku akan menerima mu, la. Seperti apapun dirimu.
**
Sebuah mobil berhenti di depan rumah Daniswara. Kendra bisa melihat wanita itu berpamitan dengan lelakinya. Ia mengepalkan tangannya. Apakah kalian ingin menunjukkan kepadaku bahwa kalian benar-benar saling mencintai?
"Kembali ke apartemen,"perintah Kendra.
"Baik, tuan,"sahut sang sopir pribadinya.
Alvin yang melihat wajah Kendra yang menahan amarah menunjukkan bahwa Kendra telah jatuh cinta kepada Ella tanpa dia sadari.
Aku harus mempercepat penyelidikan. Kalau benar Ella adalah Lala. Ini akan menjadi pukulan berat bagi Kendra jika dia terlambat mengetahuinya.
***
Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️