
"Siapa yang mengantarkanmu semalam?"tanya Linda penuh selidik. Linda tahu, Ella menyembunyikan sesuatu. Dia tidak pernah sediam ini. Pasti ada sesuatu yang dia rahasiakan.
Ella adalah anak yang bisa dia kendalikan. Tetapi akhir-akhir ini, Ella tidak pernah menurut. Bahkan Ella mulai berani membangkangnya. Linda harus mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan putrinya tersebut. Kekayaan sudah hampir di depan mata Linda akan dapatkan. Keluarga Pratama adalah langkah besar Linda menjaring mangsa untuk membuatnya semakin kaya raya dengan Ella sebagai umpannya. Ini kesempatan bagus yang tidak boleh dia sia-siakan.
"Teman,"jawab Ella singkat. Tidak mungkin aku mengatakan bahwa yang semalam adalah Kendra. Dia seperti nya mulai mencurigai ku.
"Teman yang mana?"tanya Linda penuh selidik. Ella tidak banyak bergaul. Siapa yang berani mendekati dia.
"Sudahlah, bu. Aku harus berangkat,"putus Ella mengalihkan pembicaraan. Percuma saja berdebat dengan ibunya.
"Tunggu,"Linda menarik lengan Ella.
"Nanti sediakan waktumu untuk makan malam bersama teman bisnis ibu,"ujar linda.
"Aku tidak yakin..."
"Tidak ada penolakan, la,"potong Linda tajam. "Kamu tentu tahu apa yang bisa aku lakukan bila kamu menolaknya kan?"ujar Linda dengan penuh penekanan di setiap katanya. Mendengar apa yang diucapkan ibunya membuat Ella tersenyum getir.
"Apakah harus dengan ancaman yang sama?"Ella sungguh tidak mengerti siapa yang berdiri di hadapan nya ini. Dia bukan seorang ibu namun monster.
"Kamu sangat melindungi nya, sungguh menyedihkan, karena hal itu membuatmu menjadi lemah,"ujar Linda dengan nada mengejek. "Apa yang kamu harapkan? Kalian bahkan bukan saudara kandung,"kata Linda.
"Karena yang selalu ada untukku bahkan ketika ibu kandungku menelantarkanku!"ucap Ella dengan nada dingin.
"Tutup mulutmu!"Linda tidak bisa menahan diri untuk tidak emosi. Perkataan ella selalu memancing emosinya.
"Aku tidak mau menjadi sepertimu, Bu. Aku akan melindungi dia, karena itu adalah janjiku dihadapan pusara ayah." Ella menarik lengannya dan menyambar tas kerjanya.
"Kirimkan alamatnya, aku datang bukan karena aku takut padamu, Bu. Karmamu nanti pasti akan lebih menyakitkan melebihi penderitaan kami dan juga ayah." Ella berlalu meninggalkan Linda yang merasa sakit hatinya dengan perlakuan putri satu-satunya itu.
**
"Siapa?"
"Orangnya ganteng mbak seperti model terkenal,"ujar Ira, asisten Ella dengan malu-malu.
Apakah mungkin? dia?
"Terimakasih Ira, kamu boleh kembali bekerja,"ujar Ella segera bergegas ke ruangannya.
Apakah dia sudah kembali? secepat ini?
Ella membuka pintu ruangannya. Dan benar apa kata Ira, seorang lelaki gagah berdiri membelakangi nya.
Oh tidak. Ini adalah kamu. Kamu sudah kembali.
Ella menutup mulutnya agar tidak bersuara. Ia sudah tahu hanya dengan melihat punggungnya. Punggung yang selalu ada untuknya menangis saat mereka masih sama-sama kecil. Dia yang memeluknya saat Ella merasa ketakutan. Kehangatan yang sempat menghilang karena ulah Linda sehingga mereka terpisah. Ella sungguh merindukan nya. Ella sudah banyak menderita tanpa ada dia yang melindungi nya. Ella tidak kuasa menahan air matanya.
"Dan....Da..ni..el..."Ella memanggil nama lelaki itu dengan air mata yang tak mampu lagi ditahannya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dukung terus author dengan klik ❤️
Terimakasih.