
Ella baru saja selesai Mandi ketika handphone berbunyi.
Daniel.
Apa yang harus kukatakan? Ella merasa bersalah kepada Daniel. Ella menolak ajakan Daniel untuk tinggal bersama. Ella bukannya tidak mau, tetapi hal ini jelas akan memancing amarah Linda Dan Ella tidak mau terjadi sesuatu dengan Daniel kembali. Tidak untuk kedua kalinya.
"Halo,"jawab Ella pelan.
"Kamu sudah tidur?"Tanya Daniel.
"Belum, aku... baru selesai Mandi,"jawab Ella.
"Segera tidur,"ucap Daniel lembut. Lho kok? Kenapa dia tidak bertanya apa-apa?
"Iya, kak,"jawab Ella.
"Ya, selamat tidur,"balas Daniel. Hanya ini? Hanya seperti ini saja?
"Kak, tunggu..."Ella merasa sikap Daniel yang seperti ini seperti bukan diri Daniel.
"Ada apa?"Tanya Daniel tenang. Ella menjadi bingung harus bertanya apa tidak. Tetapi dia tidak mau penasaran.
"Kakak tidak marah?"Tanya Ella pelan.
"Marah? Memang aku kenapa harus marah?"Tanya Daniel membuat Ella semakin bingung menjawabnya. Kenapa juga Daniel harus marah, bodoh sekali pertanyaan ku, batin Ella.
"Kamu berharap aku memarahimu?"
"Hmm, bukan juga. Biasanya kalau aku Mandi malam, kakak bakalan marah..."
Terdengar suara tawa Daniel. Hal ini membuat Ella merasa senang. Daniel nya sudah kembali.
"Kamu sudah dewasa, kamu tahu yang terbaik untuk dirimu. Aku percaya padamu. Tentu kamu akan menjaga kepercayaanku, benar seperti itu?"Tanya Daniel.
"Hmmm."
"Sudah, cepat matikan lampu kamarmu."
*Apa!!!??
Bagaimana dia tahu lampu kamarku masih menyala*?
Ella segera berlari keluar jendela. Dia mencari-cari namun tidak menemukan siapapun.
"Kamu pikir aku ada di Sana? Kebiasaan mu tidak pernah berubah,"gerutu Daniel. Ella menepuk jidatnya.
Bodoh. Daniel mengerjaiku.
"Kakak, awas kalau sudah kembali nanti. Aku akan membahasnya,"ujar Ella geram. Dan hanya terdengar suara tawa dari ujung Sana. Mendengarnya membuat Ella merasa rindu. Ya, Daniel berpamitan pergi sehari setelah ia mengajak Ella tinggal bersama. Daniel berencana menemui keluarga nya. Akhirnya Daniel bisa menemukan saudaranya yang telah terpisah dengannya selama ini. Begitu yang dikatakan Daniel kepadanya. Ella sangat bahagia mendengar ceritanya.
"Kak, jaga dirimu baik-baik,"ujar Ella. Sebenarnya di ingin bilang kalau dia merindukan Daniel. Tetapi mengingat kalau Daniel sekarang sedang bersama keluarganya, dia mengurungkan niatnya itu. Ella tidak mau egois.
"Merindukanku?"Tanya Daniel.
Ella hanya mengangguk, eh...Daniel Kan tidak bisa melihatnya. "Tidak, bersenang-senanglah disana, aku bahagia bila kakak juga bahagia."
"Aku segera kembali,"sahut Daniel.
"Ya, aku menunggumu."
"Iya, aku akan segera tidur, selamat malam, kak,"ucap Ella.
"Selamat malam."
Klik.
"Ella, Ella, kamu ini kenapa malah ingin menangis,"gerutu Ella pelan. Ella merasa aneh pada dirinya akhir-akhir ini mudah sekali terbawa suasana. Dan juga mudah capek. Ella pun merebahkan dirinya di ranjang. Tak lama kemudian dia pun terlelap.
"Tuan muda, tuan besar sudah menunggu."
"Baiklah."
Mimpi indah, my princess. Aku akan segera kembali.
Mobil yang membawa Daniel melaju dengan cepat meninggalkan kediaman keluarga Daniswara.
**
Steven berjalan menyusuri lorong-lorong sebuah rumah sakit. Steven merasa ketakutan. Beberapa Kali dia memimpikan hal ini. Apakah dia juga akan bertemu dengan.....
arrrrrrrrrkkkkkkhhhhhhhhh!!!!!!! tidaaaaaakkkk!
"Steven tolong aku, selamatkan aku!"seorang wanita berwajah berlumuran darah kembali meminta pertolongannya. Steven meronta-ronta namun tidak Ada satupun orang yang menolongnya.
"Tidak! lepas! Tidak!"
"Steve....Steven bangun."
"tidak! tidak! tidak!"
"Steve.......!!!"
"Tidaaaaaakkkk!"Steven terbangun dari tidurnya. Napasnya terburu-buru. Dia melihat sekeliling. Ini masih dikamarnya. Di rumahnya.
"Mimpi buruk lagi Steve?"pertanyaan Linda membuat dia tersadar. Semua hanya mimpi buruk.
"Maaf mengganggu tidurmu,"ucap Steven.
"Tidak apa, minumlah,"Linda menyerahkan segelas air mineral.
"Terimakasih,"ucap steven sambil menyerahkan gelasnya yang telah kosong. Dia kembali menormalkan detak jantungnya. Mimpi itu selalu muncul setiap Kali ia tahu Linda berjalan dengan lelaki lain.
"Tidurlah,"ucap Steven kepada Linda. Kemudian dia langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Linda. Setiap Kali bermimpi buruk, Sikap Steven juga berubah menjadi dingin. Tetapi Linda tidak ambil pusing, esok Hari Steven juga akan kembali ceria.
Linda meraih handphone nya. Dia melirik ke arah Steven. Terdengar suara dengkuran halus. Secepat itu sudah tertidur. Linda mengetik sebuah pesan untuk kekasihnya.
Aku kesepian. Hibur aku besok.
Always, darling. Aku akan menjadi milikmu besok
Linda tersenyum.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...