You Are My Everything

You Are My Everything
Tinggallah Bersamaku



Steven melihat foto-foto yang dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal.


"Apakah masih belum terlacak siapa pengirimnya?"Tanya Steven kepada Jack, orang kepercayaannya.


"Belum tuan." Jack langsung menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi foto-foto Linda bersama lelaki lain yang tak tampak wajahnya. Ini bukan pertama kalinya Steven mendapatkan berita bahwa dibelakangnya diam-diam Linda berselingkuh. Jack sudah sering menasehati Steven sebagai teman lamanya. Namun, Steven masih bersikeras memaafkan Linda. Karena baginya, Linda tidak salah. Andai dulu dia tidak meninggalkan Linda, pasti Linda tidak akan bersikap seperti ini. Semua kesalahan ada padanya. Jack tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Steven menyalahkan dirinya sendiri dan membiarkan Linda bersikap seenak hati.


"Jangan sampai tersebar luas,"ujar Steven.


"Baik, tuan." Selalu itu yang akan dikatakan Steven.


"Tolong, jangan sampai Linda tahu,"ujar Steven.


"Tuan, apakah ini tidak Ada hubungannya dengan rapat pemegang saham nantinya?"sahut Jack berargumen. Ya, kekuasaan sebentar lagi akan berpindah kepada Kendra Daniswara. Tentu banyak pihak yang menentang akan melawan mereka.


"Tujuannya tentu itu, namun Kita tidak boleh gegabah menuduh salah Satu orang, mungkin lawanku bukan hanya Danu,"ujar Steven.


"Apakah saya harus menyelidiki siapa saja koneksi dari tuan Danu?"Tanya Jack.


"Lakukan saja, Jack,"sahut Steven.


"Baik, tuan. Saya undur diri."


Setelah kepergian Jack, kini Steven merebahkan lehernya di kursi kebesaran nya. Masalah pengangkatan Kendra sudah banyak menguras emosinya. Dia masih bersitegang dengan beberapa pemegang saham yang mendukung Danu. Kini masalah Linda juga belum selesai. "Maafkan aku. Karena keegoisanku dulu telah membuatmu terjerumus sampai sejauh ini."


**


Ella menekan tombol pintu apartemen Daniel. Ella ingin mengecek Luka pada tubuh Daniel.


"El,"suara familiar itu membuat Ella mendongak.


"Shel,"shella langsung menghambur ke arah Ella Dan memeluknya erat. "Kenapa shel?"Tanya Ella yang bingung dengan perlakuan shella kepadanya.


"Maafkan aku, la. Maaf....,"shella mulai menangis. Daniel berdiri di belakang mereka berdua. Ella baru menyadari apa yang telah terjadi. Ella mengelus punggung shella Dan menenangkannya.


"Aku tidak apa-apa."shella melepaskan pelukannya. Ia membelai wajah Ella. "Aku akan menebus kesalahan ini, aku janji, la,"ujar Shella.


"Aku tidak..."


"Aku berjanji. Jangan menolaknya. Aku akan hancur sehancur-hancurnya bila kamu menolak ku."


Ella menarik napas panjang,"baiklah."


Daniel tersenyum melihat kedua orang itu."Marcell sudah menunggumu,"ujarnya kepada Shella. Mendengar hal itu Shella hanya bisa memutar kedua bola matanya jengah.


"Tidak bisakah dia menunggu sebentar,"gerutu Shella lalu mengambil tas kecilnya. "Aku pergi, kalian jaga diri baik-baik, ya."


"Jaga kondisi ya, Shel,"ujar Ella.


"Doakan saja, semoga aku tidak mati muda"gerutu Shella mengingat dia akan pergi dengan si menyebalkan itu. Daniel hanya tersenyum melihat kelakuan keduanya.


"Bagaimana lukamu?"Ella langsung berpaling pada Daniel begitu Shella keluar dari apartemen.


"Aku baru saja mengganti perbannya,"sahut Daniel.


"Aku siapkan makanan dulu,ya,"Ella hendak pergi ke dapur namun Daniel menahannya.


"Tinggallah bersamaku,"ujar Daniel. Ella terkejut dengan pernyataan Daniel ini.


"Kak..."


Daniel memeluk tubuh Ella yang terdiam,"tinggallah bersamaku mulai sekarang."


***


...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...