
"Aku menginap di rumah Shella, ya...aku akan di sini dulu,"ujar Ella menjelaskan kepada Steven. Beberapa menit yang lalu, ayah tirinya itu menghubungi menanyakan keberadaan nya. Di rumah sedang banyak wartawan, tentu Ella juga akan merasa terganggu. Mirisnya, Linda sebagai ibu justru tidak mengkhawatirkan nya.
"Apakah perlu Jack untuk menjemputmu dari tempat Shella nantinya?"tanya Steven. Mungkin saja Ella merasa ketakutan sewaktu pulang nanti.
"Tidak perlu, pa. Aku akan meminta tolong Shella untuk menemani ku."
"Baiklah, tetapi kalau ada sesuatu segera hubungi papa, oke, nak?"ujar Steven lembut.
"Baik, pa." Steven menutup sambungan teleponnya setelah mengetahui kabar Ella baik-baik saja. Ella menghembuskan napas lega. Steven tidak curiga sama sekali dengan perkataan nya. Untung ada Shella di sini jadi dia bisa meminjam handphone Shella untuk menghubungi rumah. Kalau dia menggunakan nomor lain mungkin Steven akan curiga.
Terdengar suara ketukan pintu di kamar yang di tempati Ella. "Masuk,"ujar Ella.
Daniel masuk ke dalam kamar Ella sambil memakai jas hitam dan celana senada. Dengan penampilan nya kali ini sungguh membuat Ella terkejut. Apakah kakaknya kini bekerja di sebuah kantor. Dengan pakaian seperti itu tentu dia bukan kerja sebagai bartender seperti dulu kan?
"Sedang mengagumi ketampanan ku ya?" Mendengar perkataan Daniel yang narsis membuat Ella seketika mencebikkan bibirnya.
"Sejak kapan kakak menjadi narsis seperti ini?"ucap Ella dengan sedikit sinis. Daniel tersenyum manis mendengar nada kejutekan dari Ella.
"Kenapa? Emang tidak boleh?"tanya Daniel balik. Dia duduk di samping Ella dan memeluk Ella dari samping.
"Ih, kakak genit,"Ella memukul pelan tangan Daniel yang memeluk pinggang Ella sambil menyenderkan kepalanya di bahu ella sambil memejamkan matanya.
"Aku lelah, aku butuh kamu,"ujar Daniel pelan menghentikan perlakuan Ella barusan. Dia melihat Daniel tampak lelah. Apa yang baru saja dikerjakan nya? pikir Ella.
"Sini aku pijitin kalau kakak capek,"tawar Ella. Namun Daniel hanya menggeleng kan kepala nya. Ia mengeratkan pelukannya kepada Ella.
"Aku butuh dipeluk kamu saja, nanti juga capekku akan hilang,"ujar Daniel. "Karena obatku hanya kamu,"perkataan Daniel sukses membuat Ella tertawa karena sekarang Daniel jadi pandai merayu.
"Memang aku tidak boleh manja dengan kekasihku sendiri?"Ella langsung tersipu malu mendengar pernyataan daniel. Orang yang selama ini selalu menjaganya sebagai seorang kakak kini berubah status menjadi seorang kekasih.
**
Steven masih di kantor nya. Setelah mendengar kabar Ella dan juga keberhasilan konferensi pers yang dilakukan Kendra membuatnya sedikit lega walaupun dia masih mencemaskan kondisi putranya.
"Tuan, saya sudah mendapat laporan bahwa Irawan Santoso mendapat serangan dari orang yang tidak di kenal. Kini di rumah sakit suasananya sedang memanas."
Laporan Jack membuat Steven mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa mereka kecolongan seperti itu.
"Lalu bagaimana kondisi Irawan?"tanya Steven dengan nada khawatir.
"Sekarang masih dalam perawatan,"sahut Ella.
"Aku sendiri akan menemui Kendra di sana,"Tukas Steven.
"Semua sudah siap tuan." Steven bergegas menuju parkiran. Di sana sudah siap sopir pribadinya. Jack pun ikut masuk ke dalam mobil. Mereka segera bergegas ke rumah sakit tempat Irawan dirawat.
Dalam hati kecilnya Steven merasa sedih. Setiap kali Kendra ada masalah hal itu membuat Steven merasa sedih.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...