
Pesta pernikahan putri kedua keluarga pratama berlangsung sangat meriah. Kedua mempelai tampak begitu bahagia. Begitu juga dengan pasangan keluarga pratama.
Kevin pratama, putra sulung keluarga pratama yang menjadi incaran para gadis dari keluarga ternama hanya duduk terdiam di sudut ruangan. Dia hanya ingin menyendiri. Sejak terakhir kali bertemu dengan ella. Kini dia tahu bahwa gadis yang disukainya memang menyukai lelaki lain. Dia kalah sebelum mengibarkan peperangan. Dia bukan tipe pejuang yang gigih. Bila dia sendiri sudah memastikan perasaan lawannya.
"Kevin." Kevin menoleh mendengar namanya di sebut. Dia melihat seorang gadis muda nan cantik mendekati dirinya. Gadis ini adalah putri dari sepupu jauh ibunya. Namanya Talia.
"Kenapa menyendiri di sini,"talia duduk di samping kevin. Talia juga membawa dua gelas minuman. Dia meletakkan salah satu gelas di meja depan kevin.
"Lagi ingin sendiri saja."
"Nggak ingin segera menyusul keyla?"tanya talia.
"Belum ada pasangannya."
"Kudengar kamu sedang dekat dengan putri tiri dari keluarga daniswara?" Talia mulai memancing pembicaraan. Kevin sebenarnya kurang suka dengan perempuan yang ingin ikut campur urusan orang lain.
"Aku tidak suka membahas masalah pribadi."
"Aku kan hanya bertanya, vin,"rajuk talia. Kevin hanya tersenyum mendengarnya. Dia malas membahas masalah pribadinya. Kevin hanya membiarkan Talia berbicara panjang lebar. Dia hanya malas memanggapi ocehan Talia. Tiba-tiba dia melihat kehadiran seseorang diantara para tamu undangan.
"Aku permisi dulu,"kevin langsung berdiri meninggalkan talia yang nampak kebingungan karena ditinggal begitu saja. Dia memanggil nama kevin tetapi diacuhkan begitu saja oleh kevin.
"Ella,"ella menoleh dan tersenyum melihat kevin menghampirinya. "Hai, vin."
"Kamu datang sendirian?"tanya kevin.
"Tidak, aku sama ira, asistenku." Ella tampak cantik gaun berwarna tosca.
"Kamu tampak cantik malam ini,"puji kevin dengan sorot mata kagum. Sejak awal dia memang sudah mengagumi ella.
"Terimakasih, vin. Kamu juga tampan,"puji balik ella.
"Mari aku antar bertemu dengan keyla,"ajak kevin. Ella pun mengangguk. Dia mengajak ira untuk ikut serta bersamanya. Sebenarnya ira kurang nyaman ada diantara mereka berdua. Namun ini adalah permintaan ella jadi dia tidak bisa menolak.
"Hai, el,"keyla tampak bahagia dengan kedatangan ella. Dia memeluk ella,"ciee...sampai diantar kak kevin ke sini lho, spesial banget sih,"ledek keyla.
"Apaan sih,"ella menampik godaan keyla. "Selamat ya key, semoga langgeng dan segera dikaruniai anak-anak yang lucu dan juga tampan maupun cantik seperti kedua orang tuanya,"ucap ella.
"Terimkasih el, segera nyusul ya, tuh kakak ku jomblo lho,"goda keyla kembali. Ella hanya tersenyum mendengar ucapan keyla. Tidak hanya di situ saja. Ibu keyla, Kiran, juga ikut menggoda ella agar mau menerima putranya. Kevin merasa tidak enak hati dengan sikap keluarganya. Dia pun beberapa kali meminta maaf kepada ella ataa sikap mama dan adiknya.
"Tidak apa-apa, vin. Aku yang justru minta maaf tidak bisa membalas apa yang mereka inginkan."
Kevin menatap ella,"tidak apa-apa. Cinta tidak bisa dipaksakan bukan?" Mereka berdua saling tertawa. Dari jauh tampak seseorang mengawasi mereka berdua. Dia melihat senyum ella dan itu membuatnya iri.
"Senang sekali di sini,"kendra datang menghampiri ella dan kevin.
"Hai, ken, kamu datang dengan siapa?"tanya kevin.
"Sendiri saja."Kendra menatap ella dengan tajam. Ella memalingkan wajahnya begitu tahu kendra menatapnya.
"Kukira kamu akan mengajak salah satu putri santoso,"ujar kevin.
"Mana mungkin,"jawab kendra singkat.
"Jangan kemakan gosip kamu, vin."
"Kita makan dulu,"ajak kevin.
"Boleh,"jawab kendra. "Ayo el,"ajak kevin kepada ella.
"Ya."
Mereka bertiga duduk dalam 1 meja. Tampak kevin dan kendra berbincang-bincang seputar bisnis mereka. Ella kadang menimpali jika kevin bertanya kepadanya.
"Aku akan mengantarmu pulang."
"Tidak, vin, terimakasih. Ini adalah pesta keyla, kamu harus selalu ada di sini."
"Biar dia pulang bersamaku,"sahut kendra.
"Tidak, aku bersama ira."
"Dia sudah pulang naik taksi."
"Apa?kok dia tidak bilang padaku."
"Dia takut mengganggu mu saat kita sedang makan tadi."
"Ya, kamu pulang dengan kendra saja, el,"sahut kevin.
"Aku bawa mobil sendiri."
"Aku ikut mobilmu saja, aku tidak perlu meminta sopir ku menjemput,"paksa kendra. Ella mendengus kesal.
"Ya, sudah."
"Kami pulang."
"Hati-hati di jalan."
"Mana kunci mobilnya,"kendra melihat ke arah ella.
"Biar aku yang menyetir,"sahut ella. Kendra tidak tinggal diam. Dia mengambil paksa kunci mobil di tangan ella. Lagi-lagi ella harus mengalah.
Selama perjalanan mereka hanya terdiam. Kendra hanya fokus menyetir. Tiba-tiba sebuah mobil menghadang perjalanan mereka.
"Sial!"kendra yang terkejut terpaksa mengerem mendadak. Begitu juga ella, dia berpegang erat pada sabuk pengamannya.
Tampak seorang pria turun dari mobil. Kendra menatapnya benci. Sedangkan ella tampak begitu terkejut melihatnya.
"Kakak...."
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...