
Ella memarkir mobilnya di garasi keluarga Daniswara. Sudah jam delapan malam. Ella tidak melihat mobil ayah tirinya di sana. "Sepertinya papa belum pulang,"ujar Ella pada diri sendiri.
"Astaga!"Ella terkejut melihat sesosok bayangan yang berdiri di belakangnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini!"bentak Ella kepada Kendra yang berdiri di belakangnya dan itu membuat Ella terkejut. Namun yang membuat Ella kembali terkejut, Kendra justru menarik ella ke dalam pelukannya.
"Kendra! gila! apa yang kamu lakukan! ini dirumah!"Ella dengan panik berusaha melepaskan pelukan Kendra tetapi Kendra justru semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan membawa tubuh Ella berdiri jauh dari jangkauan mata orang lain agar aktivitas mereka tidak ketahuan penghuni rumah keluarga Daniswara.
"Maafkan aku....maaf....,"kata-kata yang keluar dari bibir Kendra seketika menghentikan pemberontakan ella.
"Apa....apa maksudmu?"Ella tidak mengerti mengapa Kendra bersikap dan bertingkah laku seperti itu.
Kendra melepaskan pelukannya. Ella melihat ada bekas air mata yang mengalir di sudut mata Kendra. "Ken, apa kamu baru saja menangis?"tanya Ella dengan polosnya.
Kendra hanya mengelus pipi Ella dengan lembut. "Apa yang sudah kulakukan padamu? Aku sungguh jahat,"Kendra kembali berbicara sendiri yang membuat Ella semakin tidak mengerti. Apa yang sudah merasuki diri Kendra?
"Ken, kamu kenapa?"Ella kembali bertanya dan Kendra seperti sedang menahan dirinya untuk mengucapkan sesuatu.
"Tidak, aku tidak apa-apa,"Kendra mengusap wajahnya. Dia memalingkan wajahnya sambil menarik napas panjang. Lalu dia kembali memeluk tubuh Ella sebentar kemudian dia pergi setelah mencium kening ella. Sedangkan Ella yang tidak memperoleh jawaban hanya terdiam sambil mencerna apa yang baru saja terjadi barusan.
Dari dalam mobil, Steven mengetahui apa yang baru saja terjadi diantara kedua anaknya. Dia memejamkan mata sejenak setelah seharia dia sibuk mencari keberadaan Linda. Dan sekarang sesampainya di rumah dia masih melihat apa yang baru saja terjadi diantara kedua anaknya.
"Jack, selidiki ada hubungan apa diantara Kendra dan ella,"perintah Steven kepada orang kepercayaan nya.
"Baik, tuan."
"Tuhan, ujian apa lagi kali ini?"
**
Kendra kembali minum di bar tanpa henti. Melihat kondisi Kendra membuat bartender yang melayaninya segera menghubungi seseorang. Dia takut nanti terjadi sesuatu dengan Kendra.
"Terimakasih sudah menghubungiku, dimana dia?"
"Itu,"tunjuk seorag bartender.
"Astaga, Kendra."Alvin hanya mendesah pasrah melihat kondisi Kendra yang tampak hancur. Apa yang membuat bosnya itu tampak seperti itu. Apa masalah rapat pemegang saham. Tidak, sepertinya bukan.
"Aku bawa dia dulu, sampai jumpa bro,"pamit Alvin.
"Oke, bro."
Alvin mendekati Kendra yang sudah tersungkur di meja bar. Sudah berapa banyak dia minum, pikir Alvin. Anak ini sungguh membuatnya kesal. Apa dia sedang menghancurkan diri sendiri.
"Ken, ayo pulang,"ajak Alvin namun Kendra tidak bergeming. Alvin menggeleng pasrah. Sepertinya dia harus memapah Kendra dan membawanya pulang. Malam yang panjang.
Setibanya di apartemen Kendra. Alvin membaringkan Kendra di ranjangnya. Sungguh membuat Alvin pegal-pegal menahan tubuh kendra yang beberapa kali hampir terjatuh.
"La....maafkan aku..."sepertinya Kendra sedang mengigau dalam tidurnya.
"La....aku bodoh...aku bodoh...,"Kendra memukuli dadanya sendiri. Kali ini Alvin tahu sepertinya apa yang sedang dialami Kendra. Apakah ini berhubungan dengan kematian Lala. Ya, mungkin itu. Kendra masih belum terima dengan kematian lala.
"Ken, sudahlah, biarkan dia tenang di sana. Janganlah kamu membuatnya bersedih melihatmu yang seperti ini. Itu hanya akan menyiksanya di alam sana. Dan juga akan membuatmu semakin tidak rela mengikhlaskannya,"tutur Alvin.
**
"Apa maksudmu?"tanya Shella.
"Sesuatu terjadi dengan Kendra. Sepertinya dia tahu sesuatu tentang aku,"ujar Ella melalui saluran telepon. Dia merasa ada yang aneh pada diri Kendra. Melihat sikap Kendra barusan apakah dia sudah tahu bahwa dirinya adalah Lala.
"Sudahlah, jangan diambil pusing. Kendra mungkin merasa bersalah padamu karena telah banyak melakukan kejahatan. Jangan banyak pikiran, pikirkan kondisi janin yang ada dalam perutmu, ya,"saran Shella.
"Ya, aku tahu itu, shel,"jawab Ella.
"Ya, sudah segera istirahat lah,"sahut Shella.
"Ya, selamat malam."
"Selamat malam,"Shella menutup saluran telepon nya. Dia menatap Daniel dengan sorot mata yang tajam. "Apa yang kamu lakukan padanya, dan! Jelaskan padaku,"ucap Shella dengan tegas. Marcell yang melihat ketegangan diantara kedua orang tersebut hanya terdiam. Dia tidak mau memperkeruh suasana.
"Apa yang kamu lakukan dengan mengatakan yang sebenarnya kepada Kendra?"tanya Shella dengan nada emosi. Dia takut terjadi sesuatu dengan Ella bila dia terlalu banyak berpikir. Ella sedang hamil.
"Aku mengatakan ha ini kepadanya, untuk memenuhi perjanjian diantara kami."
"Perjanjian apa?"tanya Shella tidak sabar membuat Marcell harus menenangkannya.
"Biarkan dia menjelaskan terlebih dahulu,"ujar Marcell.
"Lanjutkan, dan,"ujar Shella setelah berusaha menahan amarahnya.
"Ella dan Kendra memiliki perjanjian mengikat, aku mencoba melepaskan Ella dari jeratan Kendra. Dan penawaran untuk hal itu adalah dia ingin tahu keberadaan Lala."
"Jadi kamu beritahukan yang sebenarnya kepada Kendra, begitu?"tanya Shella.
"Iya,"jawab Daniel dengan tenang.
"Lalu bagaimana bila Ella shok mengetahui Kendra telah mengerti siapa dirinya,"ucap Shella sedikit takut membayangkan Ella kenapa-napa dikemudian hari.
"Tenang, Daniel melakukannya tentu dengan pertimbangan, bukankah begitu, dan,"bela Marcell.
Daniel mengangguk,"Ya, aku melakukan ini agar Kendra tidak lagi menyakiti Ella. Apalagi dalam kondisi Ella yang sedang hamil seperti ini dan Kendra menekannya bila bertemu dengan Ella. Semua demi kebaikan Ella. Kendra telah berjanji untuk menjauhi Ella bila dia tahu dimana Lala. Kendra yang akan tertekan nantinya. Karena apa yang telah diperbuatnya kepada Ella selama ini. Aku ingin melindungi Ella meskipun dia tidak selalu ada dalam jangkauan mataku. Itulah alasanku."
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...