
"Apa maksudmu nona Angela putri Santoso?"kendra menatap sinis ke arah wanita yang berdiri di depannya itu.
"Nikahi aku."
"Hahaha, lelucon macam apa yang sedang kau lakukan di sini?"ujar kendra sambil tersenyum mengejek.
Angela maju ke arah kendra dan melemparkan sebuah testpack. Kendra melihat dua garis di alat tes kehamilan itu.
"Aku tidak mau menikahimu,"ujar kendra santai.
"Aku hamil, ken, anakmu,"ujar angela meradang.
"Bagaimana bisa kau katakan itu anakku, sedangkan dirimu sendiri kau jual semurah itu,"sahut kendra dingin. Dia tahu bagaimana sepak terjang putri kedua keluarga santoso itu.
"Kamu yang telah menodaiku! Kamu yang harus tanggung jawab!"
"Kendalikan dirimu, angela! Kamu tahu siapa yang telah menidurimu, kenapa harus mencariku?"
"Tapi ini semua kesalahanmu, ken! Kamu lah yang harus bertanggung jawab!"sungut angela.
"Perlu ku putar video nya sebagai bukti betapa jalangnya putri kebanggaan keluarga santoso di hadapan umum?"tanya kendra dengan dingin. Angela tampak takut dengan gertakan kendra.
"Aku..."
"Pergi dari sini atau perlu 10 lelaki untuk menggilir tubuh kebangganmu ini?"ancaman kendra membuat angela mundur. Dia memilih lawan yang salah. Kendra adalah iblis kejam berwajah tampan.
Angela bergegas pergi dari ruangan kendra. Alvin yang mendengar kejadian yang terjadi di kantor kendra segera menuju ke ruangan kendra. Dia melihat angela keluar dari sana dengan wajah ketakutan. Alvin bergegas masuk.
"Ada apa, tuan?" Kendra menatap alvin lalu duduk kembali di kursi kerjanya.
"Vin, tolong keamanan diperketat. Rani seringkali kewalahan,"ujar kendra santai.
"Baik."
"Cari tahu siapa dibalik kedatangan angela santoso ke sini. Dia tidak akan berani datang karena keinginannya sendiri."
"Baik."
"Ada kabar apa hari ini?"
"Danu memiliki hubungan dengan Linda. Mungkin tuan Daniswara juga sudah mengetahui hal ini."
"Wanita jalang itu, ternyata sudah semakin berani. Tidak cukup seorang Daniswara. Sekarang Soetomo juga akan dijadikan tambang kekayaannya."
"Mengenai Daniel, ada kabar dia pergi ke luar negeri."
"Kapan?"
"Dua hari yang lalu,"jawal alvin. Kendra tertawa mendengarnya.
"Kurasa bukan itu..,"jawab alvin ragu.
"Lalu?"
"Entahlah, aku mencoba mencari informasi apa yang dilakukannya tetapi seperti ada yang menutup akses tentang dia, ini baru dugaanku,"ujar alvin.
"Dia memiliki pelindung sehingga datanya tidak bisa dilacak?"
"Ini baru dugaanku."
"Sepertinya dia bukan orang biasa. Selidiki terus."
"Baik."
Apakah benar dia bukan orang biasa? Kenapa ella selalu berusaha melindunginya. Apa mungkin ella juga tidak tahu apa-apa tentang daniel?
**
"Apakah daniel sudah menghubungimu?"tanya shella.
"Sudah. Aku bahagia dia akhirnya bisa bertemu keluarganya."
"Hmmm. Apakah kamu merindukannya? Wajahmu memerah saat membicarakannya,"ledek shella.
"Apaan sih, dia kakakku."
"Memangnya kenapa kalau kalian saling cinta. Sah-sah saja,"ujar shella.
Mendengar perkataan shella membuat raut wajah ella berubah sendu. Apakah dia pantas dicintai apalagi orang itu sebaik daniel. Dia saja sudah ternoda. Apa yang pantas dia banggakan saat ini.
"El..."shella menggenggam erat kedua tangan ella. "Lihat aku."
Ella menatap shella. "Percaya padaku, daniel menerimamu apa adanya. Dia begitu menyayangimu."
"Tapi, shel...aku..."
"Apakah kamu mencintai orang lain?"tanya shella. "Kendra?"
"Tidak,"jawab ella cepat. "Kami bersaudara. Itu tidak mungkin."
Itu tidak akan mungkin. Dia begitu membenci ibu kandungku. Penyebab kematian orang yang sangat dicintainya. Meskipun dia adalah anak yanh pernah ada di masa laluku. Tetapi kini telah berbeda. Ada jurang pemisah yang dalam antara aku dan dia.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...