
Beberapa jam sebelum konferensi pers. Kendra mendatangi kantor Irawan Santoso bersama dengan Alvin. Mereka menanti kedatangan Irawan yang baru saja bertemu dengan pamannya, Danu Soetomo.
"Lama tidak bertemu tuan Irawan Santoso." Kendra tersenyum miring melihat kehadiran Irawan yang cukup terkejut dengan adanya Kendra di kantornya.
"Apa yang anda lakukan di kantor saya?"Tanya Irawan dengan ketakutan. Menghadapi seorang Kendra siapa yang tidak takut. Kalau saja bukan karena janji Danu Soetomo untuk mengatasi masalah keuangan nya. Mungkin Irawan tidak mau membuat masalah dengan Kendra Daniswara.
"Menurutmu, kepada siapa aku harus bertanya masalah pemberitaan yang sedang panas beredar?"Kendra melirik ke arah Irawan. Kendra tahu Irawan tidak akan seberani ini terang-terangan menyerangnya. Tentu ada seseorang dibalik sepak terjangnya.
"Jangan tanya padaku? Aku tidak tahu urusan antara dirimu dengan Angela, meskipun dia adalah putri kandungku."
"Ouh jadi begitu? Kamu memilih tidak tahu, baiklah, kalau begitu, Alvin tolong putar videonya,"potong Kendra. Alvin langsung melaksanakan perintah tuannya.
Irawan seketika melotot meliha video apa yang diputar Kendra dihadapannya. Jelas ini bukan hal yang pantas untuk di lihat. Segera Irawan menutup laptop yang ada di depannya. Alvin melihat hal tersebut hendak maju memperingatkan. Irawan atas tindakannya tersebut namun Kendra melarangnya.
"Apa maumu?"tampak Irawan menahan amarah setelah melihat apa yang telah putri kandungnya lakukan.
"Berikan pernyataa bahwa aku tidak ada sangkutannya dengan kehamilan putrimu. Kalau tidak maka jangan salahkan aku kalau video ini harus muncul ke permukaan,"ucap kendra dengan tenang.
Irawan mengusap dahinya yang berkeringat. Dia tidak menyangka akan secepat ini balasan yang Kendra berikan. Dia memang salah memutuskan mengikuti perintah Danu untuk melawan Kendra Daniswara.
"Jangan lakukan itu, aku akan ikut denganmu."
"Jangan mencoba menipuku, aku tahu om Danu ada dibalik semua ini."
Pernyataan Kendra membuat Irawan terkejut. Rupanya Kendra sudah tahu siapa penyerangnya.
"Tidak, aku akan mengatakan yang sebenarnya,"janji Irawan.
"Baiklah, kalau kamu berbohong, kamu akan tahu akibatnya."
"Baik, aku akan ikuti semua perintahmu."
**
"Perketat penjagaan di ruangan Irawan,"perintah Kendra kepada anak buahnya. Dia sendiri berjalan keluar setelah melihat kondisi Irawan di ruangan nya.
Penjaga di depan ruangan ada 4 orang. Namun, salah seorang penjaga tiba-tiba menyerang penjaga lainnya dengan senjata rahasia. Mereka pun tumbang dan ini dijadikan kesempatan oleh pria mata-mata dari Danu Soetomo.
Dia masuk dimana Irawan di rawat. Tampak irawan terbujur di ruangan nya. Dengan alat bantu yag tertempel di dadanya. Dan lelaki berencana membunuh Irawan Santoso.
Lelaki itu nenarik selang yang membantu pernapasan Irawan. Hal ini membuat napas Irawan mejadi tersendat-sendat. Melihat hal itu dia bergegas melakukan tugasnya. Dia tidak boleh sampai ketahuan pertugas jaga yang lain. Dia membungkam wajah Irawan dengan sebauh bantal membuat Irawan kesulitan bernapas. Irawan berusaha meronta namun tenaganya lelaki ini sungguh kuat. Irawan tidak mampu melawannya. Hingga kesadaran Irawan pun hilang. Dia sudah tidak bisa melawan kembali. Irawan sudah kehilangan kesadaran nya. Melihat lawannya sudah mati makan iapun berhenti. Ia menelepon ketuanya,"halo tuan, semua beres."
"Baguslah, aku akan memberimu bonus."
Lelaki itu merasa senang mendengar apa yang dijanjikan oleh Danu Soetomo.
Lelaki itu bergegas pergi dari ruangan itu. Namun begitu dia membuka pintu, tiba-tiba.....
"Kamu tertangkap,"suara Alvin membuat lelaki itu terkejut karena kehadiran Kendra juga sudah ada di sana.
Apakah justru dia yang terjebak kali ini?
***
...Terimakasih sudah mampir membaca. Tinggalkan like, vote, dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Salam cinta dari author ❤️...