You Are My Everything

You Are My Everything
Aku Percaya Padamu



"Steven ingin segera menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada Kendra. Aku tidak bisa menahannya kali ini."


"Apakah kamu sudah menyerah menghadapinya, hahahaha...."


"Jangan menertawakan ku, bodoh!"


"Aneh, bukannya kamu paling jago merayu lelaki, kenapa sekarang sudah menyerah. Bukannya dia sangat mencintai mu. Bahkan demi dirimu, dia rela meninggalkan istri dan putranya. Lalu kenapa sekarang dia tidak lagi mendengar kanmu?"


"Diam kamu, daripada menertawakan ku, bantu aku cari solusinya!" Linda meradang mendengar ejekan lelaki itu.


"Perjodohan Ella?"


"Anak sialan itu justru akhir-akhir ini mulai melawanku, sungguh menyesal aku melahirkan nya ke dunia. Dia benar-benar tidak berguna."


"Tapi kalau kamu bisa membuatnya menjadi menantu keluarga Pratama, maka kamu akan terselamatkan. Kenapa tidak dipercepat saja hubungan antar Kevin dan Ella?"


"Itu pasti, Kendra tentunya akan menghancurkan ku bila dia sudah menduduki jabatan steven. Ella memang harus menikah dengan Kevin."


"Ella adalah penyelamat mu kali ini. Berbaik-baiklah dengannya. Jangan kamu marahi terus. Dia akan semakin membangkang."


"Ya,"Linda menghela napas panjang. "Anak itu harus berguna untukmu selama aku masih hidup di dunia."


"Apakah kamu tahu Daniel sudah kembali?"


"Apaa!!!"


"Jangan panik."


"Kamu gila! Bagaimana kalau dia membawa Ella pergi dari sini!"


"Berbaik-baiklah dengan Ella. Urusan Daniel biar aku yang atasi. Kamu tenang saja."


Linda memeluk lelaki yang berdiri di hadapannya itu. Linda menyandarkan kepalanya di punggung lelaki itu.


"Aku mohon bantuan mu, kali ini jangan sampai gagal lagi."


"Hahaha, Linda sungguh kamu perempuan yang menarik." Lelaki itu berbalik dan menyambar bibir Linda dan ********** dengan rakus.


"Bibir ini begitu manis sekaligus tajam untuk setiap lelaki. Sayangnya kamu lebih memilih menjadi istri Steven daripada ratu di istanaku."


Linda mengalungkan kedua tangannya di tengkuk lelakinya. "Aku milikmu selamanya. Tubuh ini bisa kamu nikmati sepuasnya."


"Hahaha, Linda...Linda ...mulutnya sungguh manis. Aku hanya mendapatkan tubuhmu, bukan hatimu, dia milik Steven bukan?"


Lelaki itu mengangkat tubuh Linda dan membawanya ke ranjang nya. "Aku akan memberikanmu kenikmatan yang belum pernah kamu dapatkan dari suami tercintamu itu."


Kedua orang itupun menghabiskan waktu mereka bersama. Mereguk kenikmatan yang mereka selalu dambakan. Hingga lenguhan terakhir Linda yang membuat keduanya mengakhiri adegan panas itu. Mereka tertidur dengan saling berpelukan. Linda tampak nyaman di pelukannya.


*apakah tidak pernah ada hati untukku, Linda. kamu selalu memberikanku tubuh nikmatmu. Namun, aku juga menginginkan hatimu. Kamu sungguh ular berbisa, sayang. Nikmati waktumu bersama cintamu itu. Sebelum kamu menjadi milikku sepenuhnya.


 


Ella duduk di sebuah kafe dengan Daniel. Setelah Ella menumpahkan kerinduan nya dengan menangis dalam pelukan Daniel. Sekarang mereka memutuskan makan di sebuah kafe langganan Ella. Itu juga karena Daniel berkata dia belum sarapan pagi itu.


"kenapa kamu pulang?"tanya Ella sambil menatap Daniel intens.


"Aku tidak boleh merindukan mu?"tanya balik Daniel.


"Daniel..."Ella menggenggam jemari tangan Daniel yang ada di atas meja. "Kamu boleh merindukan ku sebanyak kamu mau. Aku juga merindukan mu."


"Aku tahu,"ujar Daniel sambil tersenyum.


"Tapi aku tahu bukan itu maksudmu datang ke sini, iya kan?"kali ini Ella bertanya serius. Ia sudah tahu seperti apa Daniel.


"Karena kamu sudah tahu maksudku, aku tidak akan menutupinya lagi. Ikutlah denganku. Aku bisa menghidupi mu. Wanita itu hanya ingin mencapai tujuan hidupnya sendiri. Dia tidak akan memikirkan mu." Daniel berusaha meyakinkan Ella.


"Tidak...maksudku, ini belum saatnya."


"Karena Ada seseorang yang kamu ingin lindungi?" Ella terdiam mendengar penuturan Daniel. Kenapa tebakan dia benar. Apakah selama ini dia tahu apa yang terjadi denganku.


"Kamu diam berarti benar. Siapa pun dia, aku tahu kamu hanya akan menderita bersamanya."


"Lepaskan mereka, Ella. Kamu berhak atas bahagia mu."


Ella menatap Daniel, lelaki yang selalu melindungi dan menerima kenyataan dirinya.


"Aku akan ikut denganmu kemanapun, aku juga ingin pergi sejauh mungkin dari sini tanpa siapaun mengetahui. Saat itu tiba, aku hanya membutuhkan bantuanmu. Apakah aku bisa memintanya?"


Daniel menatap Ella sambil mencerna setiap ucapan yang dikatakannya. Sepertinya dia telah mengalami peristiwa yang berat. Dia tidak akan berbicara seperti ini.


"Baiklah, aku akan menunggu saat itu,"ujar Daniel meyakinkan. Ella hanya tersenyum dan memegang erat kedua tangan Daniel.


"Aku percaya padamu."


***


Lemon Tea Author ❤️