You Are My Everything

You Are My Everything
Ucapan Menyakitkan



Sebuah mobil sport melaju kencang di jalanan malam.


Drrrtt.. drrrtt..


"Halo, ya Bu."


"Kamu ada dimana?"


"Aku masih ada acara dengan teman."


"Segeralah, pulang!"


"Baiklah."


Ella mematikan sambungan teleponnya. "Kita mau kemana?"tanyanya namun Kendra hanya terdiam dan fokus mengendarai.


"Aku bertanya kepadamu, Kendra Daniswara!" bentak Ella yang sudah lelah menghadapi sikap Kendra. Apa sebenarnya mau dia.


"Apartemenku,"jawab Kendra singkat.


"Tidak, aku mau pulang,"sahut Ella tidak mau kalah.


Kendra menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia mematikan mesin mobilnya dan melepaskan sabuk pengamannya.


"Mau berlagak sok suci di hadapanku!"bentak kendra. Dia menarik kerah baju ella dan membuka kancing kemejanya. Ella melawan sekuat tenaga. Dia begitu tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Kendra.


Plak!


"Pergi kamu!"Ella merapatkan kemejanya yang berantakan dan beberapa kancingnya sudah terlepas karena perbuatan Kendra. Sebisa mungkin Ella berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Ella tidak mau terlihat lemah dihadapan Kendra.


Kendra mengusap pipinya, bekas tamparan Ella. Dia hanya tersenyum melihat betapa beraninya ella sekarang, dan ini menarik. Dia akan lebih suka bila Ella semakin melawan dirinya.


"Bukankah kamu dan ibumu sama saja. Kalian menggoda pria dimana saja,"ucap Kendra dengan senyum sinisnya.


Plak!


Kendra membiarkan Ella menamparnya sekali lagi. Dan ia hanya tertawa melihat amarah Ella. Ini menarik, sangat menarik.


"Kamu milikku, selamanya, ini adalah hukuman bagimu dan ibumu. Dia akan menangis darah melihat betapa tidak berharganya putri satu-satunya." Kendra melepaskan Ella yang masih tergolek lemah setelah apa yang diperbuatnya. Ia merapikan baju Dan meletakkan baju Ella di samping tubuh Ella yang masih tertutup oleh kemejanya. Ia benci melihat Ella menangis. Entah mengapa ia tidak suka melihat kelemahan ella.


"Kamu hanya barang bekas, siapa yang akan tertarik padamu, heh!"ucap Kendra semakin membuat hati Ella terasa sakit.


Plak!


"Cukup Kendra! Kamu tidak akan mendapati kebahagiaan mu dengan berbuat seperti ini. Suatu saat nanti kau akan menyesali semuanya,"Ella sudah tidak mampu menahan tetes air matanya. Ini sungguh menyakitkan dalam hidupnya. Dia ingin segera pergi dari kehidupan mereka. Pergi sejauh mungkin tanpa lagi bisa ditemukannya.


**


Linda mendengar suara deru Mobil. Ia melihat jam di nakasnya, sudah jam 11 malam. Selarut ini Ella baru pulang. Dengan perlahan dia turun dari ranjang agar tidak membangunkan suaminya. Ia mengambil baju tidurnya yang tergolek di lantai. Dan bergegas memakai pakaiannya. Dengan asal dia mengikat rambutnya.


Ella berjalan dengan sedikit tertatih. Kendra memperlakukannya dengan kasar. Amarah apa yang membuatnya seperti itu. Ella sudah tidak tahan lagi. Akan seperti apa hidupnya nanti. Dia ingin pergi menjauh dari keluarga ini. Di sini dia hanya mendapatkan penderitaan. Hanya air mata yang dia tumpahkan setiap harinya di sini.


"Baru pulang, nak,"Linda menyalakan lampu utama membuat Ella terkejut. Ia merapatkan jaket yang diberikan Kendra kepadanya. Ia tidak ingin ibunya tahu apa yang sudah terjadi padanya. Bagaimanapun dia tidak ingin Linda tahu apa yang Kendra lakukan kepadanya.


"Iya, bu. Aku permisi dulu." Ella buru-buru Naik ke atas. Melihat sikap putrinya, Linda curiga Ada sesuatu yang terjadi. Cara ada menatapnya. Dan bagaimana Ara bersikap. Linda tahu ada sesuatu yang tidak baik terjadi dengan Ella. Tidak bisa. Linda tidak akan mengijinkan Ella bersama dengan lelaki lain karena telah ada seorang lelaki dari keluarga baik-baik yang menunggu Ella sebagai calon istrinya.


Apakah Ella memiliki seorang kekasih. Jaket yang dipakainya adalah milik seorang pria. Ini tidak boleh dibiarkan. Kevin adalah lelaki yang pantas buatnya. Aku harus menanyakannya besok pagi.


***


Iklan Author


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄